Like Mother Like Daughter

April 24, 2008 at 4:12 pm | In daily, ga penting | 14 Comments

Tadi malam, jam setengah 2 dini hari, saya ngobrol sama si nyokap. Tau sendiri lah kondisi otak orang yang jam segitu belum tidur dari pagi. Kira-kira beginilah isi percakapannya:

Si Nyokap: Eh, kemarin mamah nemu potongan kalung gitu, trus karena penasaran, mamah bawa ke tukang emas, buat nanya itu asli apa imitasi
Si Saya: Trus?
Si Nyokap: Trus kata si tukang emasnya, ini emas asli.. emas putih yang masih muda gitu deh..
Si Saya: Oh..
Si Nyokap: Trus ya udah sekalian aja mamah jual.. lumayan dapet 150 ribu.. abis mau diapain lagi.. orang nemunya di jalan.

FYI, si nyokap bukanlah tipe wanita yang suka bermain-main dengan perhiasan, jikapun ya, paling hanya emas biasa saja.

Si Nyokap: Ternyata emas putih tuh bagus ya..
Si Saya: Ho oh.. lebih keren dibanding emas biasa. Emas kuning tuh terkesan kampring ah menurut gua mah..
Si Nyokap: Kampring gimana?
Si Saya: Ya kampring. Soalnya gua sering liat orang-orang yang mukanya kuleuheu, bajunya rombeng, tapi pake kalung emas..
Si Nyokap: Ho oh… cangcut rombeng beha rombeng tapi make kalung emas..
Si Saya dan Si Nyokap: Hahahahahaha…

Anak dan ibu sama saja.. suka ngobrolin hal-hal ga penting.. :D

Tali Pocong Tiruan

April 16, 2008 at 6:23 pm | In film | 20 Comments

Ach, film ini benar-benar film tiruan. Coba tilik, dari posternya saja sudah bisa dilihat nilai plagiasinya.

Yang di sebelah kanan adalah poster film Heirloom. Sangat mirip kan?

Dalam segi pemilihan adegan pun, film ini sarat akan plagiasi. Dan tidak tanggung-tanggung, film-film yang ditiru adalah film-film horor yang cukup populer di dunia sampai-sampai dibuat versi Hollywood-nya, yaitu The Ring, The Eye, dan Shutter. Apakah saya harus mendekripsikannya satu-satu? Oke.

Film ini menceritakan tentang “arwah” yan menuntut balas karena tali pocongnya dimusnahkan oleh seseorang. Cerita ini berakhir tragis, yaitu tewasnya Nino (pemeran utama yang mengambil tali pocong) yang terjatuh dari lantai gedung yang sangat tinggi akibat dihantui. Adegan ini sangat persis dengan adegan pada film Shutter, di mana para pemerkosa tewas dengan cara yang sama: jatuh dari lantai yang sangat tinggi.

Setelah Nino tewas, sang “arwah” menghantui Aldo (kakak Nino) dengan cara keluar dari layar televisi. Sangat The Ring bukan? :)

Lalu, yang mana bagian The Eye? Adalah saat Virni melihat sosok pocong di CCTV lift, padahal tidak terlihat di dunia nyata.

Sebenarnya saya bosan mengeluarkan kata-kata cacian setiap kali menonton film horor Indonesia. Tapi mau bagaimana lagi, saya gemas dengan saratnya plagiasi pada film ini T.T

Silahkan perpanjang daftar caci maki untuk film ini :)

Antara Pilkada dan Arisan Ibu-ibu

April 14, 2008 at 11:39 am | In daily | 14 Comments

Akhirnya Pilkada Jawa Barat –yang telah banyak menghambur-hamburkan bahan bakar, uang, serta membuat jalanan menjadi kotor karena poster-poster– selesai kemarin. Walaupun saya tidak begitu peduli dengan dunia politik, kemarin saya ikut mencoblos loh.

Ada cerita lucu sebelum saya berangkat mencoblos. Si nyokap yang berniat akan mencoblos di kantor, saat itu tampak sedang mencari-cari kartu pemilih, yang sebenarnya ada di atas meja ruang tamu. Setelah menemukan secarik kertas yang dikira adalah benda yang dicari, beliau berujar Kok di kartu pemilih ditulisnya Bu Joko sih? Kan harusnya nama asli.. (jadi ceritanya si nyokap dipanggil Bu Joko oleh warga komplek :D). Saat itu ada si kakak yang kemudian menjawab penasaran si nyokap dengan berkata Ya iya lah mah.. itu kan undangan arisan…

Saya saat itu hanya bisa tertawa ngakak.

Ngomong-ngomong tentang pemilihan umum, tahukah kamu bahwa pemilu harus dilakukan secara LUBER, yaitu langsung, umum, bebas, dan rahasia. Saya pilih nomor 3, hahahahaha…

Akhirnya Saya Menyerah

April 11, 2008 at 10:53 am | In Uncategorized | 19 Comments

(Ini adalah salinan dari tulisan saya di sini)

Ya, akhirnya saya menyerah.

Saya masih ingat perbincangan saya dengan Pak Ikram setahun yang lalu (mungkin), tentang “untuk apa pindah ke WP, kalau di Blogger kita masih bisa berkarya”. Namun tampaknya sekarang saya menunjukkan sikap kontra terhadap pernyataan tersebut karena alasan tertentu.

Entah mengapa belakangan ini saya sangat kesulitan mengoperasikan blogger, terutama jika saya online di kampus. Saya kesulitan untuk mengisi kotak komentar, mengupload foto, atau bahkan sekedar log in.

Jadi, maafkan saya Blogger, saya akan pindah ke WP. Saya harap kamu tidak kecewa.

Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.