5

PING!!! Woof woof… Yes, Master! Here I Come!

Ya, saya tahu, kepopuleran Android dan iOS telah membuat BB kini terpinggirkan. Tapi tidak bisa dipungkiri, masih banyak masyarakat yang setia dengan BB-nya, mungkiadn karena benar-benar setia, atau terpaksa menggunakannya karena tidak memiliki sumber daya untuk memperoleh gadget baru non-BB.

Saya salah satunya, tapi bukan karena saya setia, melainkan saya sangat bergantung pada aplikasi BBM (Blackberry Messenger)-nya yang saya manfaatkan untuk mengelola online shop. (Update: tapi saya sekarang beralih ke iPhone yang sudah dilengkapi dengan BBM, tapi saya masih menggunakan BB lama sebagai penunjang).

Bagi yang pernah jadi pelanggan BBM, pasti ngerti banget dengan yang namanya PING. Buat yang ga tau, PING digambarkan oleh blackberry.com sebagai berikut:

“When you ping a contact, the contact’s BlackBerry smartphone vibrates.”

BIsa diartikan: jika kita sedang sangat butuh kontak kita membaca pesan kita, tapi mereka tidak kunjung membacanya karena mungkin BB mereka berada pada status silent (tanpa getar), BB mereka akan bergetar seolah-olah mereka berada pada status “vibrate” bukan “silent.”

Just as simple as that.

Tapi sepertinya fitur ini disalahartikan dan disalahfungsikan oleh kebanyakan penggunanya sebagai fitur ajaib untuk “memanggil” orang yang sedang chatting dengan mereka, atau membuat orang cepat membalas chat mereka. Bagi sebagian orang, bahkan sudah tidak ada lagi istilah “urgent,” mereka menggunakannya setiap saat.

Ini contoh penggunaan saat urgent:

Sis, saya mau pesan barang X, tolong segera dibuatkan invoicenya, karena saya sebentar lagi akan ke luar kota, jadi saya hanya bisa transfer maksimal 1 jam dari sekarang.

PING!!!

Ini contoh saat penggunaan tidak urgent:

Sis, mau nanya dong tentang barang A. Barangnya ready ga? Harganya berapa ya?

PING!!!

Yang di atas ini masih oke lah. Tapi ada juga yang begini nih:

Sis, barang A ready ga?

PING!!!

Ready sis. Mau berapa?

Satu aja.

PING!!!

Oke sis. Lokasi di mana ya?

Di Jakarta

PING!!!

–> dan ujungnya cuma nanya-nanya doang, ga beli. Nilai PING-nya jadi semakin ga penting -_-

Terus terang, saya sebel banget kalo nemu customer yang kayak gini. Tapi yang paling bikin saya sebel adalah jika ada customer yang memulai percakapan dengan PING (tidak menuliskan apa-apa, hanya nge-PING!!!).

PING!!!

Ya. Ada yang bisa dibantu?

Kok kesannya saya ini anjing yang dipanggil pake bel ya? Padahal apa susahnya sih manggil nama atau nulis “selamat pagi,” “siang,” atau “sore” gitu? Kayaknya effortnya ga akan beda jauh dibanding nge-PING. Terus, kesannya kalo ga pake PING tuh saya ga akan bales BBM-nya mereka gitu.

Terkadang, kalo saya lagi sebel banget (misal: lagi PMS, hehehe), saya menulis status seperti ini di BBM:

PING seperlunya saja ya, pasti saya balas BBM-nya

Biasanya kalo saya udah pasang status seperti ini, oknum-oknum itu langsung berhenti PANG-PING-PONG. Tapi besoknya mulai PANG-PING-PONG lagi….. Emang udah habit kali -_-

Uniknya, fenomena PANG-PING-PONG berhubungan dengan tingkat pendidikan dan kematangan seseorang. (Sori ya, saya ga bermaksud menciptakan diskriminasi, saya cuma mencoba mendeskripsikan suatu fenomena yang saya amati aja.) Biasanya customer saya yang berprofesi sebagai dokter, dosen, atau pengusaha gitu ga pernah nge-PING kalo ga urgent. Pernah sih sekali-kali, biasanya karena ga sengaja dan mereka langsung minta maaf dan bilang kalo itu ga sengaja. Terus biasanya yang suka PANG-PING-PONG ini lebih cenderung pake bahasa alay yang kadang saya ga ngerti. Dan juga cara bertutur katanya cenderung kurang sopan. Ya memang kesopanan itu relatif ya, tapi saya bisa bilang mereka “cenderung kurang sopan” dibandingkan customer lain.

Yah, memang namanya orang beda-beda…. Ada yang menganggap kesopanan dalam bertutur kata itu penting, ada juga yang tidak. Ada yang menganggap tukang jualan online shop itu sejajar dengan mereka, ada juga yang menganggap sejajar dengan jongos, jadi “lebih cocok” diperlakukan secara tidak sopan. Saya sih ga peduli, itu urusan masing-masing orang… Cuma hati kecil saya sedikit terganggu manakala saya di-PING tidak pada tempatnya.

Perkembangan dunia teknologi informasi dan komunikasi saat ini memang memberi manfaat tersendiri bagi masyarakat kita yang notabene belum banyak terjun atau baru berkenalan dengan dunia ini. Sayangnya etika berkomunikasi masyarakat kita tidak berkoevolusi dengan meningkatnya daya beli mereka dan menurunnya harga gadget. Sepertinya etika itu memang tidak akan berkoevolusi, karena berhubungan erat dengan karakter seseorang, dan semua setuju lah ya kalo karakter masyarakat negeri ini bobrok tingkat tinggi. Jadi sepertinya karakter-karakter alay itu akan terus melekat pada diri mereka.

Jadi yang bisa saya lakukan jika menemui customer semacam itu adalah bersabar saja. Itu sudah resiko -_-

*Jarang update blog, sekalinya ngupdate malah nulis yang beginian, hahaha*

Image
2

Dot yang Tidak Boleh Diganti

Dot yang Tidak Boleh Diganti

Ternyata benar ya, anak kecil itu rasa memiliki akan sesuatunya besar sekali. Begitu besar hingga kadang barang ga berharga atau barang rusak pun ga bisa digantikan dengan barang baru.

Seperti juga Tiara yang sangat menyayangi dot pink centilnya yang menemaninya sejak lahir. Dot ini tidak bisa digantikan dengan dot lain, walaupun yang lebaih mahal sekalipun. Entahlah, mungkin kalo ngikutin standar kesehatan, udah ga sehat lagi itu dotnya, hahahaaa… *emak koboy mode on*

#saya yang ingin posting, tapi bingung mau posting apa

2

Pragawati Popok

6 months 27 days

catwalk-babies

Sepertinya saya belum pernah cerita ya kalo di rumah saya ada klinik bersalin yang dikelola oleh mama dan temannya. Kecil-kecilan sih, tapi lumayan sering menjadi saksi bisu lahirnya manusia-manusia mungil ke dunia. Dan biasanya kalo si ibu melahirkan di sini, seterusnya dia akan membawa anaknya berobat ke sini saat si anak sakit.

Nah, pagi ini klinik mama didatangi oleh seorang ibu muda yang sekitar sebulan lalu melahirkan di sini. Bayi laki-lakinya mengalami ruam popok. Ternyata sang ibu tidak menggunakan popok dengan baik, dalam artian tidak menggunakan popok yang berdaya serap tinggi dan memberikan efek stay dry kepada sang bayi. Hanya digunakan popok kaos lembaran dengan tali, tanpa insert/soaker apa pun sama sekali. Saya ga berani membayangkan segimana banyaknya cucian pakaian bayi itu, karena sekali pipis pasti baju, celana, dan bedong ikutan basah bersama popok.

Mama kemudian memulai kuliahnya. Dia menjelaskan secara rinci tentang clodi (reusable cloth diaper) kepada pasiennya. Mama mencari-cari contoh clodi, insert, dan liner yang biasa Tiara pakai untuk dijadikan peraga. Tapi karena hujan turun terus kemarin, tidak ada stok insert microfiber yg kering. Satu-satunya yang tersisa adalah yang digunakan Tiara.

Maka ketika dia kembali ke klinik untuk menemui pasiennya, dia membuka clodi Tiara, sekedar untuk menjelaskan bahwa ini loh yang namanya insert microfiber (dia menyebutnya “popok handuk”).

Setelah si pasien pulang, mama cerita sama saya, kalo anak saya ini tadi jadi pragawati popok. Saya langsung ngakak sengakak-ngakaknya. Ga kebayang apa yang ada di pikiran Tiara jika dia tahu bahwa clodinya dibuka di depan orang asing hanya untuk memperlihatkan insert yang sedang dia pakai =)) *aduh, jadi sakit perut nih*

1

Beginilah Jika Bayi Begadang

6 months 26 days old

IMG03742-20130418-1339

IMG03743-20130418-1340

Sesuai judul, beginilah jadinya jika bayi begadang. Sepanjang hari keesokan harinya pasti bad mood to the max.

Ceritanya hari ini Tiara nengokin Mbak Lenka, putri pertama Bude Uji dan Pakde Orin. Lebih muda dari Tiara sih, tapi Tiara harus manggil “mbak.” Curang ya? Memang dunia ini tidak adil.

Tempatnya ga jauh sih, cuma di Cimahi, dan Tiara pun udah biasa naik mobil bahkan ke luar kota sekalipun. Tapi gara-gara tadi malem begadang sampe jam 2, Tiara jadi Ratu Japlut hari ini. Njapluuuut terus…. dikit-dikit mewek… trus ga mau digendong sama orang lain selain mama, uti, dan atung. Diajak becanda juga ga mau. Pokoknya bukan Tiara yang biasa.

Dek, mungkin ada baiknya juga kamu dengerin nasihat Bang Rhoma. Nih mama puterin lagunya kalo kamu belum tau.

4

MPASI Pertama Tiara: Dilepeh Lalu Endang Markondang

Ya ampun, ini postingan kok judulnya ga banget ya… Biarin ah :p

6 months 3 days

Tiara sudah 6 bulan. Senangnyaaaaaa… Beneran deh, seneng banget. Bukan karena selebrasinya, tapi karena akhirnya saya bisa memenuhi target saya memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan. Mungkin bagi ibu-ibu kebanyakan, lulus ASI eksklusif itu hal biasa, tapi bagi saya yang e-ping, lulus ASI eksklusif itu luar biasa banget. Akhirnya perjuangan selama ini tidak sia-sia *ngelap air mata*

Apa itu e-ping? Saya bahasnya lain kali aja ya.. Saya masih agak-agak kurang kuat mental nih kalo harus nulis tentang e-ping :p

Sekarang bahas tentang hal terheboh di bulan ke-6 usia Tiara aja ya… yaitu MPASI.

Apa lagi itu MPASI? MPASI adalah singkatan dari “Makanan Pendamping ASI.” Dari info yang saya baca, ada beberapa mazhab MPASI perdana, tapi yang paling populer ada 2, yaitu mazhab “buah dulu” dengan “karbohidrat dulu juga gapapa.”:mrgreen:

Eh, serius loh, ibu-ibu di milis bisa berantem cuma gara-gara beginian doang:mrgreen: Mazhab “buah dulu” beranggapan bahwa di bulan pertama, bayi sebaiknya hanya mengkonsumsi MPASI berupa gula sederhana karena sistem pencernaannya belum siap mencerna gula kompleks seperti karbohidrat. Sedangkan mazhab “karbohidrat dulu juga gapapa” beranggapan bahwa bayi usia 6 bulan lagi pesat-pesatnya berkembang, sehingga butuh banyak kalori yang tidak didapatkan dari ASI.

Awalnya saya ikut mazhab “buah dulu”, tapi karena WHO mengeluarkan fatwa yang lebih mendukung mazhab “karbohidrat dulu juga gapapa” akhirnya saya berpindah haluan.

Terus untuk eksekusinya juga ternyata banyak alirannya. Ada yang “4 day rule,” dan ada juga yang 2 dan 3. Maksudnya adalah bayi diberi makanan yang sama persis setiap harinya selama X hari. Tujuannya adalah untuk mengetahui apakah bayi alergi terhadap suatu jenis makanan. Saya ikutan yang 4 aja lah, biar rame, hahaha.

Ini jadwal MPASI di 2 minggu pertama Tiara: (ngarang aja sih saya)

4 hari pertama: bubur encer beras merah + ASI, jus jeruk

4 hari kedua: bubur encer kacang hijau + ASI, pure encer pir

4 hari ketiga: pure encer kentang + ASI, pure encer alpukat

Kenapa harus encer, jawabannya adalah karena supaya bayi ga kaget. Karena kan selama 6 bulan ini bayi minum ASI doang yang tinggal glek, glek, glek. Semakin pintar bayi makan, kekentalan dan tekstur makanan semakin dibuat sulit. Kalo di hidup bayi ada narasinya, naratornya akan bilang “dan hidup pun menjadi semakin sulit”.

Nah, kebetulan banget, Tiara MPASI perdananya pas kita lagi di rumah nenek di Tasik, kan ceritanya lagi nikahan Tante Uwi. Rempong jayaaaaa, saya jadi gotong-gotong slow cooker, food maker, dan sebagainya ke kampung. Ya ga rempong-rempong amat sih ya, cuma kan yang namanya “perdana” tuh pasti ada aja errornya dan ini-itu segala macem. Males aja gitu kalo harus melakukannya bukan di rumah sendiri.

Untungnya ga ada error yang signifikan. Cuma Tiara-nya aja rewel pas pertama kali disuapin bubur beras merah. Ah, cuma belum terbiasa aja, pikir saya. Sorenya saya coba kasih lagi, eh dia malah ketagihan. Pake acara marah segala kalo saya lama nyendokinnya:mrgreen:

Sayangnya MPASI perdana ga boleh banyak-banyak, kan lagi tahap transisi. Jadilah anakku yang gendut itu ngamuk😀

Hari pertama rada error di timing sih sih, jadi saya ga sempet kasih Tiara jus jeruk <– hubungan sebab-akibat yang ga nyambung. Tiara minum jus jeruk baru besoknya. Dia ga begitu suka dengan jus jeruk, mungkin karena asem. Padahal itu jeruk termanis yang bisa kita temukan di supermarket loh. Pas dia minum jus jeruknya, mukanya merinding goyang-goyang, lucuuuuu banget xD

Mudah-mudahan besok-besok ga error lagi. Emaknya maksudnya yang ga error, bukan bayinya :p

IMG03330-20130322-1254

Bubur beras merah + ASI

IMG03333-20130322-1257

IMG03334-20130322-1258

P1450904

“Wow, ternyata Endang Markondang… lagi dong, moms”

 

PS: Pas saya ngomong “Endang Markondang,” di ruangan yang sama ada sodara papa yang bernama Endang. Real story, bro.

0

Tiara Lulus S1 ASIX

Sertifikat Tiara copy

Selamat lulus S1 ASIX, Tiara😀

Mama sangat bangga dan bahagia bisa memberimu hakmu, walaupun hanya lewat e-ping. Semoga kelak ini akan menjadi bekalmu untuk menjadi manusia yang bermanfaat bagi banyak orang. Amin🙂

2

Berenang: Menangis Awalnya

5 months 17 days 

Akhirnya kolam renang baby spa yang sudah teronggok lama di rumah ini dipakai juga. Sebenarnya bisa aja sih kalo mau dipake sejak kemarin-kemarin, hanya saja saya menunggu si pops pulang dari Balikpapan, maksudnya supaya ada yang bantuin mompa kolam anginnya. Kelihatannya memompa kolam angin seperti ini sepele, cuma tinggal tarik tuas pompa trus turunin lagi. Well, tapi kenyatannya tidaklah semudah kelihatannya.

Sayangnya, karena si pops pagi ini ada deadline ngumpulin laporan proyek, akhirnya ujug-ujungnya sayalah yang harus mompa. *sigh*

Setelah berpeluh dan ngos-ngosan selama 15 menit, akhirnya kolam baby spa Tiara siap digunakan. Hal berikutnya yang perlu dilakukan adalah mengisi air. Karena saya ga tau kalo di rumah ini ada selang (jangan tanya kenapa:mrgreen: ), saya bolak-balik ngisi air pake ember. Masukin ke kolamnya pun ga pake gayung, tapi embernya diangkat ke atas. Udah berasa Lisa Rumbewas aja:mrgreen:

Setelah 2/3 penuh, pengisian air dihentikan. Bukan karena sayang air, tapi karena saya udah kecapean. Biarin lah, trial and error… cobain aja dulu segini, siapa tau cukup, hihihi.

Supaya ga kedinginan, saya masukin air panas ke kolamnya. Lumayan juga tuh, saya bikin 3 panci gede air panas. Tapi air kolamnya angetnya segitu-segitu aja. Gapapa lah, dari pada dingin😛

Di percobaan pertama, Tiara ga pake baju renang, bugil aja seperti mandi. Setelah dipasang swim trainer warna pink (kyaaaaa warna pink), Tiara diceburin ke kolam. Pertama kakinya dulu, trus lama-lama seluruh badan masuk ke dalam air. Reaksinya? Dia langsung mewek dan langsung “lari” ke pinggir kolam, minta digendong.

Sepertinya dia masih kaget. Akhirnya acara berenang pagi ini batal. Tiara akhirnya mandi air anget.

Sore harinya, saya coba ceburin lagi Tiara ke kolam, kali ini pake baju renang. Sebenernya bukan baju renang beneran sih, tapi jumper Carter’s yang kebetulan bentuknya sama dengan baju renang, hehehe.

Di percobaan kedua ini, awalnya Tiara juga masih takut. Ga nangis sih, cuma tangannya mencengkeram tangan saya kuat sekali, dan mukanya masih takut-takut gitu. Tapi lama-lama Tiara melepaskan cengkramannya, lalu memegangi ban renang. Muka tegangnya berubah menjadi sumringah, kaki dan tangannya pun digoyang-goyangkan, lalu Tiara meluncur ke segala arah.

Ternyataaaaa… nangis di awalnya doang, setelah itu kesenengan:mrgreen:

Rencananya saya akan memberenangkan Tiara minimal seminggu sekali. Katanya, berenang bisa melatih dan merangsang kemampuan motorik anak. Biar ntar gedenya jadi gesit dan terampil bisa melakukan segala sesuatu😀

Sekian pengalaman renang hari ini. Sampai jumpa di acara renang minggu depan ^,^

Pops dan Tiara

Pops dan Tiara

P1450644

P1450646

P1450649

Pegangan sama uti

IMG03108-20130311-1446

Di percobaan kedua, akhirnya mulai menikmati berenang🙂

TIPS:

– Jika dana memungkinkan, sebaiknya pilihlah pompa listrik ketimbang pompa tekan atau pompa injak. Atau jika memungkinkan, kolam angin bisa juga diisikan angin di tukang tambal ban😀

– Agar tidak mubazir bahan bakar, jangan dulu memanaskan air di kompor sebelum air dingin terisi seluruhnya di dalam kolam. Mengisi air ke dalam kolam membutuhan waktu yang cukup lama.

– Masukkan bayi secara perlahan ke dalam air, dimulai dari kakinya. Jika bayi menangis, jangan dipaksakan untuk tetap di dalam air, karena dikhawatirkan bayi menjadi trauma.

– Bisa digunakan juga mainan-mainan (yang tahan air tentunya) untuk menemani bayi berenang.

– Jangan tinggalkan bayi di kolam tanpa pengawasan orang dewasa. Siapkan peralatan pasca renang (seperti handuk dan lain-lain) sebelum memasukkan bayi ke kolam.

– Sebaiknya hindari penggunaan neck ring karena beresiko menyebabkan cedera leher. Katanya sih neck ring sudah tidak direkomendasikan. Sebagai gantinya, bisa menggunakan swim trainer🙂

 

FEATURES (Siapa tau ada yang butuh):

kolam

Kolam Baby Spa Rp 195.000

pompa tuas

Pompa tangan Rp 90.000

swim-trainer-pink

Swim Trainer Rp 41.000