Hari yang Penuh Kejutan

Apa yang akan tersirat dalam benak lu saat mendengar “Praktikum 24 Jam”? Kalo gua sih *spechless* dengan bergumam atau “yaaaaahhh…”. What the hell…?

Dan 24 jam itu akhirnya datang juga. Tepat pada hari ini anak-anak 2003 ngejalanin praktikum biper dengan mengamati kowak selama 24 jam! Bayangkan sodara-sodara… betapa malangnya anak-anak yang lucu-lucu ini. Sebenernya sih ga 24 jam penuh. Setiap anak cuman dapet masing-masing 12 – 15 jam. Tapi kan teuteup aja bete…

* * *


Shift pertama untuk kelompok gua, 11.00 – 15.00
Tempat: Bunderan depan HMS
Kondisi: Pabalatak, payung berceceran, tiker amburadul

Panas, lieur, laper, haus. Untung aja depan HMS, minimal ada sedikit yang rada lebih kinclong dibanding kowak. Sekitar jam 14.00 tangan gua yang higienis ini kemuncratan ee kowak yang berwarna putih itu. I’m so spechless. Kowak brengsek!

* * *


17.00 – 19.00, Jalan Surapati, depan markas Menwa (mencret wae), depan tanjakan pertama jalan layang Pasopati bagian Timur

Asistennya Boni, asik banget bisa ketawa-ketawa. Sedikit riweuh nih,,, soale bawa handycam, kedapetan mandat dari Bu Lulu buat ngeshoot kowak-kowak yang lagi terbang keroyokan. Mana ya kowaknya? Ya udah main truf dulu. Maafkan aku Indonesiaku, aku telah memberi contoh yang tidak baik bagi anak-anak kecil yang ada di sini.

Si Toge rolling di jalan raya. Dasar gila! Toge gila!

Langit merah, bukan, pingki. Asik juga nih buat poto-poto. Ceprat cepret ceprat cepret. Cihuy,,, dipoto euy. Eh, kowaknya dah berapa ya? 69! 70! 69! 70!

Oke, jepretan yang terakhir, pake blits nih, kacamatanya buka ah, biar ga mantul blitsnyah. Cepret! Woi… lensa kacamata gua yang kanan mana ya? Jatuh! Ayo semua ikutan nyari… Senter… senter! Mana ya…? Loh kok ada bau aneh? Ya sudahlah…

* * *

Optik Melawai Jalan Dago

Oioi… akhirnya sekarang pake softlens. Sebenernya dari dulu udah pengen, tapi masih takut. Berhubung sekarang ‘terpaksa’ gara-gara lagi pengamatan, ya diberani-beraniin deh.

Wah… makenya susah kali pun. Mas, sabar ya ngajarinnya, namanya juga lagi belajar…

Perih kali pun… tapi gapapa, gua senang. Akhirnya untuk pertama kalinya di dunia Rima bisa melihat kembali dunia yang indah tanpa kacamata. ^o^

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s