Dies Natalis 15 KMPA ‘G’ ITB

Mo laporan nih tentang dies tadi malem sampe tadi siang…

11 Maret 2006, 17.00

Gua nyampe di Maribaya bareng Uthe. Kebetulan gua numpang di mobilnya Uthe yang dijadiin mobil logistik. Belum banyak orang di sana. Yang ada cuman Heidy, Kang dana, ma Salman, Sigit, dan Samsuar. Eh ada juga si Bacin lagi masang-masang bendera di jalan.

Belum ada apa-apa di sana selain tenda-tenda yang segede gaban. Ada dua jenis tenda dome, masing-masing jumlahnya dua. Yang pertama warna putih, bentuknya setengah lingkaran dan memangjang sekitar 6-8 meter ke belakang. Wow… gede banget yax. Di bagian dalem tepat ditengah-tengahnya ada sekat yang membagi tenda menjadi dua sama panjang. Sekatnya terbuat dari bahan kain carang kaya kelambu. Kayanya cocok nih buat bulan madu :p Di bagian luarnya ada lambang Red Cross – Red Crescent, kalo ga salah ini kan lambang palang merah internasional… Selain itu di bagian luar juga ada trademarknya, bertuliskan rofi lengkan dengan nomor telepon (+47 tuh kode negara mana ya? Norwegia gituh?) dan situs ofisialnyah.

Tenda satunya lagi warna biru, dengan bentuk seperti + kalo diliat dari atas. Di dalemnya ada tiga kamar yang masing-masing diberi pintu seperti dome kecil. Kalo pintunya dipasang ke arah Selatan, maka kamarnya masing-masing berada di arah Utara, Barat, dan Timur. Di luar ketiga ruang tersebut a.k.a. bagian tengahnya ada space yang rada gede dengan atap yang lebih tinggi, jadi kita bisa berdiri atau solat di sana. Saking gedenya, space tengah juga kayanya bisa dipake rapat bersepuluh orang.

Empat-empatnya tenda Mas Haris, si pendiri KMPA. Celeb yang satu ini emang paling lengkap peralatan outdoornya. Denger-denger sih katanya tenda yang putih ini adalah sisa stok tenda yang dikirim ke Aceh. Harganya sekitar 10 jutaan. Huek…

20.00 WIB

Sekarang harusnya acara udah dimulai, tapi orang-orang banyak yang belum dateng. Malu nih ma celeb, masa jumlah selebnya lebih banyak daripada anak kuliahannya, heuheu…

Ya sudahlah, daripada mengecewakan celeb-celeb ini, dimulai saja acara guling kambingnya. Toh kambingnya ada dua ekor, ntar anak-anak yang baru dateng suruh ngebakar yang satu lagi aja.

Baru kali ini loh gua ngeguling kambing. Ternyata asik juga. Ya iya lah… kambing. Gua dikasih daging yang bagia paha, tapi karena belum dagingnya terlalu garing, gua kasih aja ke si Jupri. Trus gua minta daging yang bagian tulang iga. Asik nih bagian ini, sampe bagian epitel daging paling deket ke tulang pun gua preteli (aih bahasanya…).

22.00 WIB

Perkenalan dan cerita-cerita dimulai. Di acara dies kali ini cukup banyak celeb yang belum gua kenal. Ternyata mereka yang kesan pertamanya jaim, di sesi ini memperlihatkan kegeloannyah.

Standar dies: cerita sejarah jaman masih Wanadri Komisariat ITB dan nostalgia cerita-cerita konyol mereka waktu masih muda. Ternyata klub ini memang konyol sejak jaman jebot.

12 Maret 2006, 00.00 WIB

DP rapat tentang acara pelantikan nomor penuh buat angkatan si Jupri. Kita rapat di dalam tenda putih. Semua anggota DP bisa rapat dengan selonjor-selonjor hanya pada setengah bagian tenda. Tuh kan, bener kata sayah, tendanya gede banget.

Karena beberapa jam lalu baru aja makan, rapat dadakan ini juga diselingi oleh kentutan manusia-manusia ga sopan. Ah da kita mah udaj biasa, cuek we…

01.00 WIB

Pelantikan anggota penuh KMPA. Hanya 7 yang dilantik dari 9 orang anak GL. Yang ga lulus Teguh ma Gege.

Aturan sih acara beginian ga ada pelonco kaya GM, tapi dasar kitanya yang usil, kita mendesain acara seperti perpeloncoan : dibasahin di sungai. Hohohoho…

02.00 – 05.00 WIB

Main capsah sampe pagi. Beda ma di himpunan, kalo di KMPA main capsah lebih rame daripada main truf. Personel yang main kartu adalah si aing, Bacin, Heidy, ma Roncil. Yang kalah jongkok, dan baru boleh duduk kalo udah menang satu partai. Pegel, pegel dah!

Doncoy memperdengarkan balada KMPA yang berhasil dia buat. Anak-anak langsung jatuh cinta dan mulai belajar nyanyi dan kord gitarnya. Bosen dengan balada, mereka nyanyi lagu-lagu lain khas lapangan. Semua orang yang masih melek saat itu ikutan nyanyi, ga peduli suara sumbang, yang penting mah nyanyi.

Anak-anak juga banyak yang ngampar make matras di luar. Percuma dong bawa tenda gede-gede, mana susah lagi masangnya…

10.30 WIB

Makan pagi telah tiba. Ini makan pagi apa makan siang ya?

Karena semua pada ngantuk, pada cape, masaknya jadi lamban, ga ada tenaga lagi. Trus yang bikin lama juga karena kita ngubah menu dulu, soalnya menu yang direncanain ga banget deh.

Si Oon baru nyampe dari Argopuro, nge-SAR si Vincent (kata anak-anak mah Pinsen) yang udah ilang sebulan lebih di Argopuro. Dia ga berhasil diketemuin, kayanya mah dah wasalam.

10.30 – 15.30 WIB

Acara ga jelas. Secara tidak langsung acara ditutup.

Dies yang aneh!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s