Dinamika Lesbian di Sekitar Kita


“Saya mengaku bahwa Saya adalah seorang lesbian kepada orang-orang hanya untuk memberi pelajaran kepada mereka bahwa lesbian tidak identik dengan kehidupan malam.”

Wah, nih orang nekat juga, gua pikir. Walaupun emang ada, tapi sedikit orang yang mau dengan terbuka menyatakan dirinya lesbian secara blak-blakan. Dia adalah Bumi Hadyarti, biasa dipanggil Ari, kuliah di HI UNPAD angkatan 2003.

Ari menjelaskan sedikit dunia lesbian. Mulai dari istilah-istilahnya sampai ‘radar’ yang mereka miliki. Wah, ternyata rumit juga loh dunia mereka.

Kita hidup di Indonesia yang cukup heterosentris, artinya sangat menjunjung tinggi arti heteroseksualitas. Bisa diartikan orang heteroseks akan lebih dihargai dibanding orang homoseks di negeri ini. Dari keadaan seperti ini, kaum homoseks di Indonesia akan mendapat dua kerugian. Pertama adalah terciptanya stigma buruk tentang mereka. Yang kedua, mereka akan mendapatkan multi depresi. “Udah mah perempuan, lesbian lagi!”. Yang kedua ini nih yang bikin kaum lesbian citranya buruk banget di masyarakat. Karena kebanyakan dari mereka baru bisa merasa bebasa atau nyaman ketika bertemu dengan dunia yang benar-benar mengusung kebebasan seperti dunia malam, narkoba, one night stand, dan lain sebagainya.

Sebenernya banyak banget yang pengen gua ceritain, tapi berhubung gua lagi buru-buru, ntar-ntar aja deh ceritanya. Bye….

Advertisements

2 thoughts on “Dinamika Lesbian di Sekitar Kita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s