Niko Tinbergen, Aku Padamu lah….

Tadi ujian euy. Ujian biper yang pertama kali gua alami di muka bumi ini. Soalnya standar lah… persis plek sama yang ada di potokopian. Jadi rada ga masalah kalo sistem SKS masih diterapkan dalam metode kuliah gua, hehehe :p

Hampir semua materi bisa gua apalin tadi malem dan 2 jam sebelum ujian. Cuman masalahnya, kadang si gua teh suka ga merhatiin kriteria apa sih yang lagi gua baca… Atou kalopun diapalin juga ntuh kriteria, kadang (gara-gara belajarnya terlalu singkat) ga tau mana pasangannya. Njelimet ya ngomongnya? Ngerti ga? Ah, ga ngerti juga gapapa da.

Ada satu pertanyaan yang bener-bener gua ga bisa jawab. Udah muter otak ke kiri-kanan-atas-bawah, tetep ga bisa inget…. Udah talang-teleng ke kanan kiri, sama aja, yang lain juga pada ga bisa ngejawab, heuheu… Ya sudawlah akhirnya gua pasrahkan saja pada Bu Lulu dan pada Tuhan (mudah-mudahan soalnya dianulir… gelo sugan!).

Soal yang gua ceritakan adalah “Sebutkan 4 domain biologi perilaku yang dicetuskan oleh Niko Tinbergen”. Gua jadi penasaran sama orangnya, yang secara tidak langsung sangat menentukan nilai gua dan juga IP gua, dan juga kelulusan gua dari ITB, dan juga… dan juga… dan juga… (ini adalah gaya ngomongnya Spongebob). Dan inilah Niko Tinbergen…





Nikolaas “Niko” Tinbergen (April 15, 1907 – December 21, 1988) was a Dutch ethologist and ornithologist who shared the 1973 Nobel Prize in Physiology or Medicine with Karl von Frisch and Konrad Lorenz for their discoveries concerning organization and elicitation of individual and social behaviour patterns in animals.

Dan ini adalah jawaban pertanyaan yang barusan…

1. Function: how does the behaviour impact on the animal’s chances of survival and reproduction?

2. Causation: what are the stimuli that elicit the response, and how has it been modified by recent learning?

3. Development: how does the behaviour change with age, and what early experiences are necessary for the behaviour to be shown?

4. Evolution: how does the behaviour compare with similar behaviour in related species, and how might it have arisen through the process of phylogeny?

referensi

Waaaaksss… ternyata gua juga gagal di satu soal lagi. Tiga peraih nobel di bidang ethology secara bersamaan adalah Tibergen, Fricsh, dan Lorenz. Emang si ibu pernah ngejarin ini ya? Huaaaa….

Advertisements

One thought on “Niko Tinbergen, Aku Padamu lah….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s