Gede Pangrango again?

Iya, kemaren gua abis dari sono lagi. Sebenernya mah udah males banget main lagi ke sana, soalnya tiap ke sana gua pasti nemu kondisi ekstrim yang amit-amit gua temuin lagi. Tapi karena si mami pengen ke sana dan keukeuh sumeukeuh harus ke sana, ya udah gua ikut lagi. Kita berangkat bersebelas, 8 dari mereka adalah anak2 PSIK, sisanya gua, mami, ma Gogon.

Tidak ada yang istimewa dan berbeda dengan perjalanan ke Gede sebelumnya, selain jalurnya yang sekarang 2 kali lebih jauh. Karena keabisan tempat di jalur Cibodas dan Gunung Putri, kita cuman diijinin lewat Selabintana. Lu bisa muntah kalo gua ceritain gimana hinanya itu jalur, jangan coba-coba lah hehehe. Kemarin juga gara-gara belum ada yang tau jalur itu dan jalan malem, kita sempet nyasar ke air terjun yang katanya angker dan ternyata adalah tempat penangkaran macan tutul jawa.

Jauhnya perjalanan sih gapapa, cuman yang bikin bete adalah anak-anak TPB yang manja itu. Dikasih tau safety prosedur yang bener ga mau nurut, giliran sakit dan hampir hipotermi aja nyusahin.

Duh, diriku lagi males bikin laporan perjalanan. Biasanya yang rajin gini mah si Oki. Kalo mo tau catatan perjalanan ini coba aja buka blognya di sini. Gua mah cerita-cerita ga penting aja ah.

Walopun perjalanannya amit-amit :p, tapi gua bersyukur karena gua masih selamat kembali ke Bandung dan ternyata masih punya kekuatan untuk melanjutkan aktivitas sehari-hari. Banyak pelajaran yang bisa gua ambil dari perjalanan ini, salah satunya adalah bagaimana gua harus (meng-apa ya?) mengadvokasi kali, bukan sih…. membujuk orang-orang untuk ber-safetyprosedur-ria supaya ga nyusahin orang lain. Baru kali ini gua direpotin sama orang di lapangan sampai sebegini repotnya dan mengesampingkan keperluan gua sendiri. Maklum lah, mereka masih anak TPB, semangat coba-cobanya masih tinggi.

Saat bermalam di Cileutik, gua memimpikan sesuatu. Mimpinya ga penting, abis yang dimimpiin ga penting sih… Bisa-bisanya si aing memimpikan orang itu dalam kondisi ekstrim seperti ini. Mungkin gara-gara gua menjadikannya sebagai penyemangat dalam setiap lelah gua (ih, bahasanya ee banget yah, bodo ah… emang gua pikirin?)

Di Suryakencana cuacanya mood-mood-an, kadang kabut turun kadang cerah banget sampei-sampei kita bisa ngeliat bintang-bintang di langit. Ah, romantis… Diriku jadi rindu seseorang….

* * *

Lagu Rindu – Kerispatih

Bintang malam katakan padanya
Aku ingin melukis sinarmu di hatinya
Embun pagi katakan padanya
Biar ku dekap erat waktu dingin membelenggunya

Tahukah engkau wahai langit
Aku ingin bertemu membelai wajahnya
Kan ku pasang hiasan angkasa yang terindah
Hanya untuk dirinya

Lagu rindu ini kuciptakan
Hanya untuk bidadari hatiku tercinta
Walau hanya nada sederhana
Ijinkan ku ungkap segenap rasa dan kerinduan

Advertisements

4 thoughts on “Gede Pangrango again?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s