Reorientasi Kesadaran



Manusia adalah makhluk yang jika tidak gila seharusnya bersifat sadar. Sadar sedang lapar, sadar sedang kesepian, sadar dirinya cantik, atau sadar overweight. Ada juga sadar-sadar yang lain seperti sadar untuk maju, sadar untuk membahagiakan orang tua, atau sadar untuk menjaga lingkungan hidup. Nah, kesadaran yang terakhir ini nih yang sekarang kadarnya makin lama makin turun dalam tiap jiwa manusia Indonesia.

Mungkin ini yang jadi dasar pemikiran para environmetalis untuk bergerak secara frontal. Asumsinya: orang yang makin tidak sadar artinya makin gila, dan kalo udah gila susah lagi disembuhinnya.

Frasa ‘reorientasi kesadaran’ gua dengar hari ini dalam sebuah diskusi panel. Judul lengkapnya (waduh lupa…) Reorientasi Kesadaran Publik bla.. bla.. bla.. Lingkungan Hidup — ya kira-kira begitu lah. Menarik, makanya gua dateng ke diskusi itu. Selain karena emang topiknya bagus, gua juga bisa dapet sertifikat — heheh… lumayan buat di CV–, sekalian juga bisa silaturahmi sama PA-PA laen, soalnya yang ngadainnya MAPACH — PA-nya jurusan PPKn UPI.

Apa yang bikin Indonesia sekarang bukan lagi Zamrud Khatulistiwa, di mana laju penurunan biodiversitas terjadi paling cepat di dunia? Banyak, macem-macem, dan ga akan ada habisnya.

Kalo mau ngomongin masalah data kerusakan dan pencemaran lingkungan –> bukan urusan gua, ini mah urusan pemerintah dan LSM-LSM. Kalo mau ngomongin apa penyebabnya –> ini urusan kita, tapi bosen ah, lari-larinya juga ke statement “betapa bodohnya manusia Indonesia” atau “pemerintah yang ga becus” atau “sistem hukum Indonesia yang buruk” dan bla bla blah…

Yang harus kita pikirkan sekarang adalah implementasi dari apa yang sebelumnya orang-orang bahas dan gembar-gemborkan, yaitu reorientasi kesadaran masyarakat Indonesia untuk mencintai lingkungannya dan menghargai segala kekayaan hayati yang dimiliki. Dalam hal ini kita harus optimis, walaupun berada pada posisi yang membuat kita jadi pesimis — posisi di mana kita tahu bahwa pengentasan kemiskinan di Indonesia baru terwujud saat lebaran kodok, padahal kodok kan ga pernah lebaran. Selama pemerintah masih bermimpi tentang pengentasan kemiskinan tapi usaha yang dilakukan hanya itu-itu saja: penebangan liar akan tetap terjadi, pertambangan liar yang tidak ramah lingkungan akan semakin menggila, dan populasi satwa liar akan semakin menurun karena harga jualnya semakin tinggi.

Kalo gua ditodong untuk memberikan contoh apa yang harus dilakukan untuk mewujudkan reorientasi yang dimaksud, gua geleng kepala. Ga tau harus gimana. Bisa aja sih gua bilang ‘optimasi media awarness’ atau ‘pendidikan lingkungan sejak dini (sekolah dasar)’. Tapi itu kan jawaban basi, ga up to date…

Gua tidak cukup pintar dan kreatif untuk melontarkan ide-ide brilian yang dimaksud. Tapi minimal gua akan membangun reorientasi tersebut pada diri gua, serta menularkannya pada orang lain. Saat kamu membaca tulisan ini, artinya kamu jadi objek penularan pada proyek yang sedang gua jalani. Yah, sukur-sukur bisa nyantol, tapi ga nyantol juga gapapa…

Sekarang udah basi kalo kita masih berkutat pada data-data kerusakan. Ga diomongin dengan data akurat pun udah ketauan bahwa alam Indonesia udah rusak, terbukti dari bencana-bencana yang terjadi — yang mengindikasikan adanya perubahan pada alam sehingga alam menyeimbangkan diri dengan lingkungannya dengan cara yang cukup ‘aneh’ bagi manusia. Pokonya mah yang penting kita berusaha untuk berubah, sambil mempraktekkan hal-hal kecil (sukur-sukur kalo jadi besar) yang mendukung usaha pelestarian lingkungan hidup. Kalo kamu masih bingung, kamu bisa memulainya dengan menggunakan kertas secara bolak-balik. Selamat mencoba! 🙂

Advertisements

One thought on “Reorientasi Kesadaran

  1. huhuhu.. itulah yang terjadi dikantor inih. bukan! bukan karena peduli lingkungan..tapi untuk ngirit biaya operasional.. ahak ahak..yak btol!mulaylah dengan tidak membuang sampah sembarangan!!!!!mulaylah dengan tidak menggunakan kendaraan pribadi kalo cuma pergi sendirian!mass transportation, please..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s