Tanah Moyangku

Ada apa dengan tanah moyangku? Setelah beberapa hari diguncang dan disembur lahar panas di sebelah Utara, kini gempa besar terjadi di sebelah Selatan.

Argh… kenapa orang-orang yang kusayangi berada di dua tempat itu.

Kenapa juga bencana-bencana itu terjadi di pusat kebudayaan Indonesia, bahkan dunia. Emang harus ya bangunan Keraton retak-retak dan kemudian runtuh? Harus jugakah Borobudur dan Prambanan terpecah kembali menjadi kepingan-kepingan batu?

Ah… kenapa mesti sekarang, ketika aku sedang memikirkan bagaimana caranya menyembunyikan tangis atas persoalanku sendiri.

Advertisements

3 thoughts on “Tanah Moyangku

  1. tanah leluhur gue juga tuh..in fact emak+eyangku+keluarga lagi nengok tanah leluhur juga dan ada di sana pagi ini.. tp syukur nggak apa2 pdhal belakang rumahnya roboh.. skrg dah pada di jalan balik bandung..

  2. di daerah bencana pemandangannya cukup mengenaskan, melihat satu desa rata dengan tanah, atau melihat korban-korban yang mengalami trauma fisik dan psikologis… belum lagi, dua juta penduduk di sekitar lereng merapi dalam keadaan ketakutan karena kabarnya merapi akan meletus dengan dasyat dalam waktu dekat…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s