Elang Bondol dan Seorang Pembaca

Pagi ini lagi-lagi gua mengejar waktu dengan alasan yang sama dengan kemarin-kemarin: gua ga mau datang terlambat pada waktu yang sudah gua janjikan. So, gua memilih naik ojek dengan resiko ongkos jadi berlipat tiga kali.

Pagi menjelang siang, di ruas jalan perumahan yang sepi, sambil dibonceng pada sebuah sepeda motor, gua menengadah menatap langit yang biru dan cerah. Lalu mata gua menangkap sebuah benda yang melayang. “A*jissssszzzz….. itu burung elang”, pikir gua. Burung elang itu berukuran cukup kecil, mungkin juvenil, sendirian, dan dengan asiknya bersoaring ria pada ketinggian yang cukup rendah, yaitu sekitar 30 meter di atas tanah. Perumahan gua sendiri ketinggiannya sekitar 1000-an mdpl.

Momen berharga itu gua manfaatkan untuk mencatat ciri-ciri burung tersebut dalam otak. Kira-kira gambarnya seperti ini….

Gua nyampe di himpunan tepat jam 10.00 WIN (waktu Indonesia bagian nimpea), dan sampe setengah jam berikutnya ga ada siapapun orang yang seharusnya dateng saat itu untuk evaluasi lomba kemaren. Gua mah ga heran, namanya juga KPB. Dengan absennya semua orang, secara tidak langsung pertemuan ini dibatalkan dan diundur entah sampai kapan, mungkin sampai lebaran kodok.


Haliastur indus juvenil



Haliastur indus dewasa

Jadi daripada bengong, saat itu gua memilih untuk mengidentifikasi burung yang tadi gua liat pake buku MacKinnon yang ada di himpunan. Dan ternyata, burung itu adalah Elang bondol (Haliastur indus). Percaya ga percaya, tapi ciri-cirinya sama banget sama yang gua rekam di otak, dan gua ga mungkin salah liat saat itu. Karena warnanya coklat muda, berarti bener bahwa burung itu juvenil. Berdasarkan buku itu, Elang bondol sering bersoaring secara kelompok atau soliter. Di pulau Jawa dan Bali, spesies ini sudah jarang ditemukan.

Sejenak gua ga percaya sama apa yang gua temukan. Tapi berhubung deket rumah gua masih ada hutan lebat, jadi kenapa gua harus ragu? Waaaaa…. si gua beruntung sekali hari ini.

‘Berita baik’ ini gua ceritain ke orang-orang, tapi ga ada yang percaya. Huaaaa…. gua diragukan …T_T… Kasus yang sama dengan kasus Baluran, saat semua orang ga percaya bahwa gua ngeliat Gelatik batu kelabu (Parus major) di hutan musim di sana. Untungnya saat pengamatan gua nunjukin burung itu ke Intan dan Intan sempat melihatnya. Baru deh orang-orang percaya kalo di situ ada Gelatik batu kelabu. Suka nyebelin gitu deh……… :p

* * *

Siang ini Alwin ngajakin ke pameran buku di Gedung Indonesia Menggugat. Alwin adalah salah satu orang yang ga percaya saat gua bilang “Gua nemu Elang bondol loh…..”. Kita pergi bertiga bareng Novi the Bona. Nama pamerannya adalah ‘Stok Buku Bandung’.

Sayang sekali buku-buku yang berharga dan bernilai tinggi di pameran itu tidak tertata rapi di atas tempat yang layak. Peserta pameran menggeletakkan buku-bukunya di atas lantai sambil duduk ngampar nungguin barang pamerannya.

Pas kita baru dateng banget, presenternya lagi asik bercuap-cuap menyiapkan diskusi yang sebentar lagi akan berlangsung. Guess what? Diskusinya adalah tentang karya-karya Pramoedia Ananta Toer. Wah, sayang sekali si Aki Obot ga ikutan ke sini. Sebagai seorang pens-nya Mbah Pram, harusnya dia ngga ngelewatin diskusi ini.

Karena kita bertiga ga ngepens sama Mbah Pram (mungkin belum), kita ga ikutan duduk di korsi-korsi yang ada di aula untuk nimbrung dalam diskusi yang sedang berlangsung. Kita mah asik-asik aja milih-milih buku sambil nawar edan-edanan sama si mas-nya tapi ga terkabul, hehe… (dikasih hati minta jantung). Tapi saat itu kita bisa ngedenger dengan jelas diskusi yang sedang berlangsung dari ruang sebelah.

“Ketika membaca buah karya seseorang, artinya kita sedang belajar bersabar, menunggu dengan sabar apa sebenarnya pesan yang dimaksud oleh si pengarang.”

Hmm… bener juga. Seorang pembaca berkecenderungan memiliki sifat sabar, walopun ga selalu dan selamanya. Minimal saat membaca, seorang pembaca akan membuka selembar demi selembar, bukan langsung membuka lembar terakhir dari sebuah buku. Nice quotes!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s