Percakapan Curi-curi Gie

Ini adalah janji buat seorang teman…. Ini adalah percakapan curi-curi dengan Bang Herman Lantang tentang Gie, hehehehe…

Emang jaman dulu udah ngetrend ngomong gue-lu ya?
Waahh… sudah..! Itu kan bahasa betawi, bukan bahasa gaul anak jaman sekarang aja.

Apakah aksi Nico sudah sangat representatif menggambarkan Gie saat itu?
Ya. Sangat mirip. Cara berbicara sampai cara jalannya sangat mirip Gie. Nico belajar hal itu dari video. Selain itu Nico memang mengagumi Gie sejak dulu, makanya dia sangat menghayati perannya.

Bang, cerita tentang Rina dan Maria dong…. (Rina dan Maria adalah tokoh dalam “Catatan Seorang Demonstran”)
Tokoh asli Rina adalah Luki Sutrisno, dan Maria adalah Inge….. (sori, gua lupa lagi-red). Sita sangat mirip dengan Luki, mulai dari wajah sampai perawakannya Di film ‘Gie’ nama Rina diganti Ira, yang diperankan oleh Sita-red). Maria adalah seorang wanita anggun, yang keanggunannya bertahan sampai sekarang. Hubungan Gie dengan Maria lebih berlandaskan nafsu, sedangkan dengan Rina lebih bersifat sayang. Maria cemburu loh kalo Gie deket-deket dengan Rina…

Kalo nama asli Jaka siapa? (Jaka adalah anggota organisasi PMKRI-red)
Oh… kalo Jaka itu gabungan dari beberapa tokoh.

Bang Herman tau ga perihal surat Gie untuk Rina di akhir film ‘Gie’?
Saya juga baru tahu surat itu saat nonton filmnya. Lalu Saya konfirmasi ke Luki, ternyata memang benar. Untuk scene itu Mira Lesmana mewawancara langsung Luki perihal surat tersebut.

Kalo ga salah ada batasan waktu di Puncak Mahameru, sehingga pendaki tidak terkena gas beracun. Memangnya saat itu belum ada larangan seperti itu?
Belum. Saat itu jarang sekali atau bahkan mungkin belum ada pendaki Indonesia yang mendaki Semeru. Kami hanya studi literatur berbahasa Belanda tentang Semeru. Kami tiba di Puncak jam 4 sore, Kami semua menghirup gas beracun. Saya masih hidup sampai saat ini karena tidak terlalu banyak menghirup gas beracun, berbeda dengan Gie dan Idan. Mereka mnghembuskan napas terakhir mereka di sana. (Peraturan sekarang di Puncak Mahameru maksimal jam 9 pagi-red)

Apa yang terjadi pada detik-detik terakhir Gie?
Di pangkuan Saya Gie mengejang layaknya ayam yang sedang disembelih, sampai akhirnya dia tersiam dan tidak bernapas lagi.

Gie dikubur di mana?
Dia dikubur bersebelahan dengan Idan, tapi karena dia nonpribumi dan nonmuslim, kuburannya digusur. Kemudian kuburannya dipindah ke Tanah Abang, namun mengalami penggusuran juga. Akhirnya sisa-sisa jasadnya dibakar, dan abunya disebar di empat penjuru Lembah Mandalawangi Pangrango ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s