Aca… aca… OSKM 2003… meregehesssee….


[maaf, gua ga dapet logo OSKM 2003, adanya 2004… gapapa lah ya…]

Sepertinya orang berbaju biru dan lagi nelfon itu Aca anak elektro, pikir gua. Dan serta merta saat itu –pasca makan malam nasi asik di Gelapnyawang– gua langsung nyeritain pengalaman nista waktu dikerjain sama Balthazor (tadis OSKM 2003) ke Anna.

Jadi ceritanya begini (euleuh, kismis pisan…):

Di hari kedua OSKM 2003 yang penuh kenangan (halah..), gua telat bangun gara2 lupa masang alarm di hape, dan otomatis kedatangan gua ke kampus juga terlambat. Secara gitu loh…. gua ga mungkin ga mandi sebelum ke kampus. Walopun cuman mandi bebek, yang penting mah mandi.

Trus, akhirnya gua telat lima menit. Itu sudah termasuk lari sekuat tenaga di trotoar Jalan Ganesha (yang dulu belum ada ee burungnya), sambil riweuh megang tas, topi SMA, topi gajah OSKM, nametag, slayer… pokona mah riweuh lah.

Aturan sih telat lima menit tuh masih dikasih toleransi buat langsung masuk ke barisan yang dibarisin di lapangan sipil yang dulu masih berdebu. Namun malang nasib gua, gua dicegat sama Balthazor yang lagi nongkrong di sana. Akhirnya gua berhenti berlari dan kemudian berjalan ke arah berlawanan dengan orang-orang yang telat 3 menit atau 4 menit. Hiks…. coba aja tadi larinya lebih cepet, ga ketangkep deh T_T

Di ‘ruang tahanan’ gua langsung dikerubungin sama sekitar 5-6 cewe-cewe berbaju hitam, cantik, tapi judes dan galak. Anjissss… gua masuk kandang macan. Tahanan di sana ga hanya gua, banyak manusia malang lain yang juga bertaruh nasib dengan memutuskan berangkat menuju kampus hari ini walaupun kesiangan.

“Heh, malu dong, dapet pita biru kok kesiangan. Kamu mau dihukum apa?” –(pita biru adalah semacam penghargaan kepada mahasiswa yang cukup aktif dan kritis, diberikan oleh taplok kelompok masing-masing). Ya udah gua jawab aja hukuman fisik, sambil nyebutin semua alternatif hukuman fisik: push up, atau sit up, atau skotjam (telah mengalami Indonesiasi, hehe), atau bending pun hayu….

Akhirnya gua dibending. 1.. 2.. 3.. 4.. 5.. 10..

“Ayo, sekarang mau dihukum apa lagi?”. Kampret juga nih tadis, hukumannya minta ditambah. Ya udah gua bilang fisik lagi. Tapi merekanya ga terima, dan kemudian maksa gua untuk nerima hukuman dari mereka yang bersifat ‘mental’. Aih….

“Heh, sini kamu!”, sambil memposisikan seorang mahasiswa berwajah tegang di depan gua. Namanya Aca, NIM-nya 13203xxx. “Ayo, sekarang kamu semangatin Aca pake gaya cheerleaders!!!”.

Anj*r, apa ga ada hukuman lain yang lebih manusiawi? Tapi berhubung gua ga mau ada di sini lebih lama lagi, ya udah lakuin aja. Arrgghh…. kejadian deh gua bergaya cheers di depan orang-orang yang sama sekali belum gua kenal, bari jeung masang muka badak.

Aca udah nahan ketawa, dan kayanya Balthazor2 itu juga. Gua ga peduli, yang penting gua bisa cabut dari sana. Tertawalah sebelum tertawa itu dilarang (dono kasino indro banget). Gua langsung lari menuju lapangan sipil sambil berharap ga pernah bertemu lagi sama anak elektro itu. Hihi, maluuu…

Saat gua ceritakan hal itu sama temen-temen OSKM kelompok gua tiga tahun lalu, mereka langsung ketawa ngakak, sambil ga percaya gua bisa melakukan hal gila itu demi pembebasan diri dari Balthazor. Sengakak Anna yang mendengar cerita gua malam ini.

Tapi ternyata gua ketemu lagi sama Aca, di diklat taplok OSKM 2004. Dan kayanya dia udah lupa, hehe,, bagus lah…

Hihi… OSKM itu emang asik, banyak cerita-cerita serunya… OSKM 2003 adalah OSKM terakhir yang OSKM banget. Ahak… ahak.. ahak… (ketawa bangga) 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s