Kampus Gajah Duduk, 19 Agustus 2006

Adalah ide buruk, bahwa stand unit agama berinisial G tepat bersebelahan dengan stand unit KMPA. Tapi memang begitu adanya, dan kejadian ini begitu tidak disangka-sangka.

OHU yang sekarang – tahun 2006 – tampaknya memang disiapkan secara lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya. Saking baiknya, sampai-sampai tata letak stand diatur juga oleh panitia. Mungkin maksudnya supaya ‘rapi’ aja dan ‘enak dipandang’. Tapi yang ada malah bikin garing.

Sekarang gini aja deh… bayangin beberapa stand unit olahraga bertumpuk-tumpuk di satu tempat, trus stand unit kesenian di satu tempat, trus stand unit pendidikan di satu tempat.

Adalah iya, kumpulan stand kesenian ramai dengan alat musik masing-masing, dengan baju adat masing-masing, dengan suara alat musik masing-masing, ditambah kebisingan simultan yang dihasilkan.

Adalah iya, kumpulan stand pendidikan menjadi sangat garing, karena tidak punya daya tarik semenarik unit kesenian atau olahraga, dan tentu saja ditambah kegaringan simultan yang diderita secara akut.

Kenapa bisa tidak ada daya tarik? Sebenernya bisa aja ada, tapi gua yakin itu minimal. Elemen pendidikan didominasi dengan sesuatu yang abstrak, yang sulit divisualisasikan, apalagi bisa dipajang dalam sebuah stand.

Jadi, kalo standnya aja udah kosong, pengunjungnya sedikit, dan merasa hari ini buruk, yang dilakukan oleh anggota unit-unit ini tidak lain adalah sesuatu yang bersifat autis masal seperti main kartu atau nongkrong-nongkrong ga jelas di depan stand – tentu saja kecuali unit agama berinisial G. Seperti yang kami lakukan. Dua set kartu dimainkan, dengan push-up sebagai hukumannya.

* * *

Tapi ternyata hari ini tidak begitu buruk. The Panas Dalam manggung sore ini…..!!!! Waaaaaaa….. setelah sekian lama gua gagal terus nonton The Panas Dalam, akhirnya sekarang nonton juga.


Coba simak kata-kata Alga (vokalis The Pandal) kutipan Dimas

Kebanyakan lagunya lagu lama (atau emang semuanya lama?). Ada satu lagu yang gua ga tau itu judulnya apaan. Pokonya semuanya keren. My favorite one is Metamorfosa Jono Bencong, soalnya dipraktekin langsung sama si Alga-nya, hahaha… 😀

Bila bicara seperti desir angin,
Bibirnya basah kuyup….
Bila berjalan seperti tanpa tulang,
Si bencong tulang lunak….

Advertisements

One thought on “Kampus Gajah Duduk, 19 Agustus 2006

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s