5

Ipang BIP – Sekali Lagi

*ini sontreknya film Lux. edan.. lagunya najong abis..*

Kalau saja aku masih punya kesempatan yang sama
Atau semua yang pernah terjadi bisa terulang lagi
Tapi ternyata kesempatan yang ada…
Hanya sekali….

Sampai kini masih kutunggu datangnya keajaiban
Yang mungkin saja bisa memberiku waktu satu kali lagi
Seandainya masih bisa kudapatkan…
Sekali lagi…. Satu kali lagi….

Masih tertunda dan belum semua ku katakan
Biar kutunggu sampai kau kembali lagi di sini
Harus kaudengar semua yang harus kau dengarkan
Isi hatiku… yang belum kusampaikan

Ternyata tak semudah itu keinginan bisa terjadi
Tapi kuberharap semoga masih ada kesempatan
Sekali lagi……

Masih tertunda dan belum semua ku katakan
Biar kutunggu sampai kau kembali lagi di sini
Harus kaudengar semua yang harus kau dengarkan
Isi hatiku… tentang hatiku….

Advertisements
11

Sekolah Manajemen Ekspedisi Wanadri


*pengalaman baru nih*

Bulan Desember tahun ini Anggota Muda Wanadri (AMW) bakal ngadain ekspedisi ke Cagar Alam Nusa Barung, Jawa Timur. Misinya adalah pembuatan jalur dari Timur ke Barat dan pendataan vegetasi di sana. Katanya kasian pisan BKSDA-nya, masa punya cagar alam tapi ga punya datanya…..

Rabu kemarin (20/09), sebut saja si Bungsu (bukan nama sebenernya, hehehehe… eh beneran ketang nama sebenarnya…) ngirim email ke gua yang isinya tentang penawaran partisipasi ke gua untuk ikut dan gabung sama mereka dalam ekspedisi. Jadinya ajah…… Jumat dan Sabtu ini gua ditodong buat ikutan sekolah manejemen ekspedisinya.

Secara gua ga tau di mana itu letak sekre Wanadri yang katanya di Jalan Aceh 155, hari Jumat pagi yang cerah gua nyasar sampe Jalan Veteran. Yu ya yu… jauh bennnnnnnner! Akhirnya gua putuskan untuk jalan kaki melalui Jalan Veteran sampe nembus di Jalan Sunda supaya bisa naik angkot Aceh 02 lagi.

Setelah melewati RS Bungsu, Hotel Melati Bungsu, Warung Bungsu, sampe Kupat Tahu Petis Bungsu, akhirnya gua ketemu juga sama yang namanya Bungsu. Di sekre W ada 24 orang AMW lain yang semuanya pejantan. Halah, jadi kagok beginih, terjebak di sarang penyamun.

Tapi ternyata anak-anaknya asik. Khas anak PA banget, jailnya naujubileh. Suasananya mirip dengan di KMPA, cuman di sini sejail-jailnya orang ga akan ada yang sampe kentut di muka orang. Perilaku seperti ini hanya bisa ditemukan di KMPA.

Orang-orangnya macem-macem. Dari yang pendiem sampe yang maceuhnya ga ketulungan. Kadang-kadang gua heran, kok bisa-bisanya ada anak PA yang pendiem… oh mungkin lagi cacingan. Ada juga yang mirip Ali Zaenal, ada yang juga mirip Andre Stinky hohoho…, ada juga yang mirip singa, haha… Gimana Dit, sudah bersedia untuk difoto dengan rambut terurai?

Pengennya sih Desember ini gua ngikut sama mereka, jalan-jalan gitu loh…. Tapi gua ga tau juga bakal bisa apa enggak. Mudah-mudahan aja bisa. Lagian ITB apa-apaan sih ada UAS tanggal 2-5 Januari segala…… liburan kita kan jadi ga menyenangkan. Huh… dasar gajah kudisan!

* * *


Wanadri, Mountain and Jungle Explorer Association


Lagi belajar, yang serius ya…. biar ekspedisinya berhasil


The emblem


Gua salah kostum…. dadakan! da dikirain ga bakalan jadi dateng ke sini…


Bima the narcisus… Orang narsis ternyata tersebar di mana-mana


Makan di Sari Bundo, Arfan dengan porsi emosinya


Katanya gua orang ke-2500 yang bilang si Bungsu mirip Andre Stinky


Haha…. gua dapet surat ga penting…

91

Situ Lembang…. Euh, Dry Euy…


(‘Euh, dry euy…’ adalah trademarknya Sogi Indradhuaja di acara Gaban Oz FM setengah dekade lalu. Artinya adalah ‘Euh, garing euy….’)

Ini adalah sepenggal cerita tentang kulap proyek ekologi anak-anak 2004 di Situ Lembang. Materi kulap kali ini adalah sampling di darat dan perairan (bahasa gaulnya adalah terestrial dan akuatik). Kata Pa Gede, minimal seorang ekolog harus bisa sampling, baru bisa nyari duit.

Hari 1: Sabtu, 16 September 2006

Sebagai angkatan yang selalu ngaret dan paling ngaret di dunia, seharusnya hari ini anak-anak 2004 juga ngaret. Dan ternyata memang benar. Di waktu yang sudah ditentukan bagi mereka untuk kumpul di kampus—05.00 WIB—yang dateng hanya setengahnya. Chape deeeh…

Massa yang riweuh seketika terdiam ketika Teh Uni—setelah beberapa kali ngomong pake toa tapi ga didengerin—bilang “Kalo kalian ga dengerin Saya sekarang, siapa nanti yang akan kalian dengerin di lapangan?”. Mampus kalian…….. makanya dengerin.

* * *

Kendaraan yang dipake adalah tiga truk sapi plus satu mobil Trooper punya lab. Truk sapi gitu loh….. ke Situ Lembang pula…… so pasti heboh. Ampun dah.

* * *

Anak-anak didrop (halah… didrop) di Barak 2. Sebelahan sama Barak 1 dan Barak 3. Heueuh, nenek-nenek funky juga tau kalo abis angka 1 adalah 2 dan 3. Barak 1 dipake sama pasukan aneh nan cunihin yang dilatih oleh pelatih kopasus (tapi mereka bukan kopasus). Barak 3 dipake sama STT Telkom yang lagi ospek.

Konon, di salah satu barak di sini ada ‘menir’-nya loh. Yang mana ya? Yang ini bukan ya?

* * *

Abis beres-beres bentar, kita langsung caw lagi. Kasian betul anak-anak ini. Mereka kemudian didrop di hutan di arah Selatan Situ Lembang.

Gua ngasistenin kelompok 2, dan dapet plot 3. Ternyata plot ini adalah daerah tempat ilangnya carabiner KMPA secara misterius dua taun lalu. Anak-anak ini harus ngelakuin analisis vegetasi (anveg) beserta kroco-kroconya seperti estimasi biomassa cacing, faktor fiskim, pitfall, dan sampling tanah.

Tampang-tampang segar akan berubah menjadi tampang bete, dan suara canda yang riang akan berubah menjadi suara serius yang kesal. Ini akan terjadi kalo kamu ngelakuin yang namanya ‘anveg’. Saking sebelnya sama kegiatan ini, angkatan gua waktu kulap taun kemarin sampe bikin statement ‘kalo lagi anveg boleh marah-marah’. Freak.

* * *

Abis anveg, mereka makan siang, dan dilanjutin dengan identifikasi dan penyamaan spesies tiap kelompok. Ini nih yang lebih menyebalkan daripada anveg. Sebenernya ga sebegitu nyeremin sih kalo aja identifikasi dilakukan per kelompok, bukan sekelas yang isinya 90 orang. Yyyyuuu…

Udah gitu, kompilasi datanya manual lagi, hohoho… lengkaplah penderitaan mereka hari ini.

Lalu apa yang dilakukan oleh para asisten dan dosen plus bu dokter? Yap, benar…. bergosip.

* * *

Malam berjalan dengan cukup mencekam (ga juga ketang… hiperbola). Air raksa pada termometer makin malam makin turun sampe angka di bawah 10. Kalo lagi musim panas gini, suhu di malam hari akan lebih rendah daripada saat musim hujan. Katanya sih kemaren suhu minimum di sini nyampe 2 derajat Celcius. Ini hampir sama dinginnya dengan malam hari di Ranu Kumbolo, Semeru.

Pukul setengah delapan dilakukan diskusi di ruang rapat Kopasus. Begitu ngeliat ruangannya, kita pasti langsung inget sama film-film perjuangan di mana ada adegan rembug para pejuang di tengah malam: atap bilik yang rendah, meja kayu warna hijau, kursi panjang dan kursi lipat, pokonya mirip banget lah. Yang beda cuman lampunya aja, karena jaman dulu pejuang belum mampu beli lampu neon.

* * *

Hari 2: Minggu, 17 September 2006

Wow… pagi ini penuh kabut. Keren….

Di lapangan, anak-anak STT Telkom yang lagi diospek sedang senam ala ospek. Trus dengan ga ngerasa bersalahnya, kita malah nontonin mereka sebelum akhirnya Bu Endah bilang “Kasian, moso mereka lagi diospek kalian tontonin begitu?”. Sebagian nurut, sebagian ndablek dan malah sengaja moto mereka, ini dia fotonya, haha….

* * *

Kalo kemarin sampling terestrial, hari ini mereka sampling akuatik. Harusnya hari ini bakal jadi hari yang lebih simpel dari kemarin, tapi ternyata enggak. Danau yang menyusut menjadi 5% dari luas biasanya membuat pengambilan sampel hari ini sama melelahkannya dengan kemarin.

Seperti gua, mungkin kamu-kamu yang ga ngeliat langsung keadaan di sana saat itu, ga akan percaya bahwa (danau) Situ Lembang menyusut. Pengen liat? Nih pelototin…. Sekarang percaya kan?

Ternyata di dasar danau ini tumbuh rumput dan pohon-pohon yang udah mati. Kesannya dulu danau ini adalah hutan yang kemudian ditebang dan dijadikan danau. Dan ternyata memang benar. Kata Bu Endah, danau ini dulunya sungai, yang kemudian dikasih benteng supaya jadi danau. Oh…. begitu toh….

* * *

Citra asisten kembali tercoreng, ketika para praktikan mulai cemberut gara-gara kordinasi alat kurang berjalan dengan mulus. Ditambah lagi tiap asisten persepsinya beda-beda, kayanya ini gara-gara tadi malem briefingnya ga serius, kebanyakan becandanya.

Samplingnya lamaaaaa banget. Secara alatnya juga emang cuman dikit. Bayangin aja, Eckmann Grab cuman ada dua buat 17 kelompok yang kepencar-pencar, gimana ga lama tuh ngantrinya.

Trus kan kita berdiri di ‘dasar’ danau yang tanahnya lembek, jadinya akses ke air yang rada jernih tuh susyeh banget, harus bikin fondasi dulu pake ranting-ranting pohon. Ini pun hasil belajar dari para pemancing di sana.

* * *

Di sana gua ketemu sama Jupri dan 2 anak Sipil lain. Si Jupri jalan sambil nutup-nutup muka pake tangan, ceritanya mah becanda. Tapi karena gua ngga ngewaro, akhirnya dia nyerah ngebuka tangan di mukanya dan manggil gua. Sori Jup, suruh siapa lu nutup-nutup muka…. Ceritanya mereka lagi survey irigasi.

* * *

Dari danau kita beralih ke sungai. Dan kembali anak-anak harus nyemplung-nyemplung di air yang kotor. Hiyaks. Gua menemukan 7 bangkai ikan dan dua onggok tokai, dan gua berkata pada mereka bahwa gua menemukan tokai, dan ada yang percaya ada yang tidak, dan mereka tetap saja merendam kaki di air sungai, dan gua bilang ‘ya udah’.

* * *

Praktikan harus lagi-lagi mengurusi sampel sementara para asisten bersama dosen kembali bergosip. Kali ini gosipnya bukan tentang anak-anak 2003, tapi lebih ke arah cerita-cerita waktu Pa Gede dan Bu Endah diospek oleh Pa Nyoman dan Bu Totik di tempat ini. Can you imagine that? Hahaha…

* * *

Sore hari semua orang tersenyum kembali, karena ada sesi foto-foto. Dan yang lebih menyenangkan lagi adalah kita akan segera kembali ke Bandung, yessss….!

Di treuk gua berdiri sebelahan sama si Windra. Ampun dah, nih anak ga bisa diem banget. Dia menghiperboliskan ke-goal-geol-an yang dihasilkan oleh jalanan yang ancur dengan goal-geol pantat yang lebih harot sambil ngemodiv lagu Kapten jadi kaya ginih:
Goyang ke kanan….
Goyang ke kiri….
Semua teriak…..
Hoi… hoi… hoi… hoi…! (sambil locat-loncat, plis deh)

Saking harotnya, lensa kacamata itemnya jatoh satu. Dan kemudian dia menuduh muka Martin sebagai penyebab jatuhnya lensa kacamatanya. Dan Martin yang ada di treuk belakang ketawa-ketawa puas. Makanya Win, jadi orang jangan maceuh-maceuh teuing, jangan kebanyakan gaya…. jadi we begitu kejadiannya.

Saat matahari mulai tenggelam, akhirnya bocah ini tidur juga. Dunia kembali damai, at least selama beberapa menit sebelum akhirnya dia bangun lagi buat acting homo-homoan sama si Joseph. Hhhhh…. kenapa gua sial banget dapet tempat berdiri di antara mereka berdua?

* * *

Truk-truk sapi masuk ke kampus gajah duduk pada pukul 7 malam. Flu gua jadi tambah parah nih. Akhirnya dengan muka terbakar, dua tambahan jerawat di muka, dan suara yang berubah jadi seksi kata anak biologi tapi serem kata anak KMPA, gua pulang ke rumah. Yeeeee…..

* * *

Here it is the gallery


pagi-pagi, masih segar, bersama Luna


barak berjejer, sedikit spooky


Angga dan Kang Yaya (Yayangga) berakting sebagai pejuang yang sedang berdebat


Dua angsa lagi pacaran di Situ Lembang


Embun di dasar danau, keren…


Akademis vs fashion


Katak lucu nemu di plot


Ngengat cantik


Reuse: azas manfaat, bertahan selama 3 tahun


Ini kelompok 2, lucu-lucu ya….


Asisten ngerumpi saat praktikan sedang stress ditinggalkan di tengah hutan


Suasana di truk pas pulang


Ini foto bareng semua personel kulap

PS: buat yang mau donlot foto kulap, bisa ngambil di sini.

6

Tabrakan Pai Stroberi

Gua masih syok…. setengah jam yang lalu angkot yang gua naikin tabrakan sama mobil sedan berplat B. Siyalnya gua duduk di bangku kanan persis di belakang sopir, jadi tulang bagian kanan gua jadi korban. Ga ada luka yang berarti seh, cuman jadi agak pegel aja tulangnya. Pai Stroberi buat Lerry juga jadi sedikit penyet…

Lokasi tabrakannya di tanjakan yang menikung (halah bahasanya ee banget). Ga tau siapa yang salah, karena emang lokasi itu rawan banget buat dilalulalangin sama mobil dua arah.

Awalnya gua pikir itu kesalahan mobil sedan berplat B, karena dari beungeut dan dandanannya aja udah keliatan kalo si pengemudi belum mandi, artinya ada kemungkinan dia ngantuk. Tapi kalo kata tukang ojek sih, si sopir angkotnya kayanya yang salah, soalnya dia emang sering bermasalah dalam hal itu.

Gua memutuskan untuk naik ojek, walopun gua harus membayar 5000 rupiah lebih mahal daripada nunggu angkot berikutnya yang lamanya naujubileh. ‘Daripada gua telat’ pikir gua….. lagian orang-orang pasti akan mengira gua membuat alasan ketika gua bilang ‘barusan gua tabrakan, jadinya telat’. Klise.

Pukul 07.00 kelas masih sepi. Kata stafnya si ibu yang biasa bawain infocus, mungkin kuliahnya baru mulai jam setengah 8. Huaaaa….. kenapa cuman gua sendiri yang ga tau….? Siyal.

84

Pasar Seni ITB 2006: Tumplek Tubleugh

Akhirnya sampai juga kita pada tanggal 10 September 2006, tanggal yang ditunggu-tunggu oleh makhluk sejagat raya: Pasar Seni ITB 2006.

Banyak orang yang bilang ini event 5 taunan, tapi sebenernya ini tuh event 4 taunan. Sempet gagal di tahun 2004 dan ditunda sampai 2006. Entah benar atau sotoy, ini juga katanya.

* * *

Sesuai dengan tulisan di kaos panitia, suasana Pasar Seni ITB 2006: Tumplek Tubleugh, Hanya Sehari Sadja. Dalam bahasa Indonesia, ‘tumplek tubleugh’ kira-kira artinya adalah ‘semuanya tumpah jadi satu’. Yang miskin dan yang kaya, yang menjual seni dan yang membeli seni, yang SR dan yang teknik, semua tumplek jadi satu. Dan semuanya benar-benar hanya satu hari.

Burung-burung kowak sedang asik-asiknya tidur, ketika pembukaan dilakukan pada pukul 9 pagi. Dimulai dengan penampilan dari MBWG dan sambutan-sambutan (yang naujubileh edan lama skalski) dari rektor serigala-berbulu-domba, menteri kebudayaan dan pariwisata, wakil gubernur, dan dari Bapak Miing selaku ketua panitia. Disusul dengam performance art kolaborasi ITB dan IKJ.

Penonton membludak, jadi untuk menahan penonton yang makin lama makin maju ke depan, panitia keamanan bekerjasama dengan panitia-panitia lain harus membuat barikade. Termasuk diriku yang saat itu jadi panitia P3K, yang kemudian dengan ga sopannya diusir-usir oleh panitia keamanan. Plis deh mas, gua juga panitia. (Dimas, Kumed, Imoth, dan yang lainnya jangan marah ya…..) gua pengen bilang bahwa panitia keamanannya belagu abis.

Sebenernya gua males pisan jadi panitia P3K, tapi karena mereka kurang orang dan ada acara rikues-merikues, jadi ya sutralah.

Sepertinya gua lebih kepake jadi panitia informasi daripada P3K. Selama gua keliling-keliling banyak banget orang-orang yang nanya ini itu. Mulai dari ‘Jalan Taman Sari No. 5 di mana ya?’ sampei ‘Mbak.. mbak… sepatunya beli di mana? Lucu deh…

* * *

* * *

Gua kebagian jaga di zona tradisional; zona paling sepi, karena memang sudah tidak diragukan lagi bahwa masyarakat Indonesia lebih tertarik dengan kebudayaan modern daripada tradisional.

Ga asik ah, ga ada yang pingsan. Pasien terparah adalah anak kecil asal Subang yang mimisan gara-gara kepanggang matahari. Pasien kedua terparah adalah cewe yang minta pembalut. Udah, pasiennya cuman dua.

Selama di pos, gua ngobrol banyak sama mamanya Trisa, yang ternyata juga adalah ibunya Hamal, dan ternyata juga adalah kerabatnya Beben SR ’99 dan si Cokim. Arrgghh… kenapa dunia ini begitu sempit…..

* * *

Katanya di panggung Prambors, Sandra nyanyi ya? Wah Sandra… apa jadinya dunia ini jika kamu bernyanyi dengan suara cemprengmu itu? hehehehe….

Katanya juga ada Seurieus yah manggung di depan? Arghh… mupeng dah gua… ga bisa nonton, hiks hiks. Tapi gapapa, di panggung belakang gua bisa nonton performensnya gembel-gembel IKJ yang nari kecak dan nari-nari yang lainnya.

“Hore…. hore…. hore-hore-ho… Gembel naik kelas, difoto gubernur…”
“Hore…. hore…. hore-hore-ho… Gembel naik kelas, difoto gubernur…”

Baidewei di satu sudut barisan, ada satu gembel ganteng yang punggungnya bertato (penting yah?), pake kaos belel yang di depannya betuliskan nomer henfon 081805042xxx. Manusia yang terlalu indah buat jadi gembel. Buat jojoble alias jomblo-jomblo memble, kalian bisa menghubungi gua untuk mengetahui 3 nomor terakhir, haha… 😀

* * *

Acara klosing diisi sama pentas musik dan fashion show serta kata-kata penutup dari panitia (ini juga katanya, soalnya gua ga tertarik nonton lagi setelah nonton The SIGIT). Rada bertele-tele sih, tapi tetep oke.

Yang paling keren jelas The SIGIT (walopun berantakan, tapi tetep keren… pokonya mah hidup rock and roll…!!!), dan yang paling kampring adalah Kembar Srikandi (a*jissszzzz kampring abis, semua orang juga tau).

Gua ga nonton fashion show. Kata Dimas ada yang cantik ya? Yang ini bukan Mas?

Akhirnya selesei juga hari ini. Semua orang bergembira… horeeee….

Tapi yah…. kalo gua boleh ngebandingin sama pasar seni taun 2000 lalu, pasar seni sekarang asa kurang greget. Asa kurang gimanaaaaaaaa gituh. Kurang all out semua-mua-nyanyah. Tapi tetep aja keren abis cing!!!

Sampai Jumpa di Pasar Seni ITB 2010…

all photos by Oki

2

Keranjingan

Gua lagi keranjingan sama lagu ini…. wuaaa…. keren abesh…

Don’t Wait – Dashboard Confessional

The sky glows.
I see it shining when my eyes close.
I hear your warnings but we both know,
I’m gonna look at it again.

Don’t wait,
Don’t wait,
The road is now,
A sudden sea, and suddenly,
You’re deep enough to lay your armor down,
To lay your armor down,
To lay your armor down.

You get one look.
I’ll show you something that the knife took,
A bit too early for my own good.
Now let’s not speak of it again.

Don’t wait,
Don’t wait.
The lights will flash, and fade away.
The days will pass you by.
Don’t wait…to lay your armor down,
To lay your armor down,
To lay your armor down,
To lay your armor down,
To lay your armor down.

4

Nyokap Kucing Juga Manusia


Masih inget sama kucing yang gua temui dan beranak-pinak di lab ekologi? Yah yang itu… yang anaknya ada tiga dan bulunya bagus (curiga bapaknya bagus, haha)

Kata si Osep, Pa Tatang bilang bokapnya kucing-kucing itu adalah kucing coklat bermata biru yang suka wira-wiri di himpunan. Padahal kan……………… si Boyd itu cewek! Wah si Pa Tatang sotoy nih.

Lah, lu tau dari mana kalo kucing itu cewek? Lagian siapa tadi namanya? Boyd?

———————————

Jogjakarta, Juli 2006 (lagi jadi relawan gempa)

Suatu hari, ketika gua liat-liat hapenya Rangga, N-6600–hape sejuta umat, gua ngeliat gambar kucing warna coklat sebagai bekgron di hape. Trus gua tanya “Rang, ini bukannya kucing yang suka idar-ider di Sunken?“. Dan Rangga menjawab “Iya, kok lu tau sih?

Ya iya lah…. gua kan kucing-freak. Setiap kucing yang ada di Sunken pasti gua ucek-ucek. Kebetulan banget si Boyd ini jinak banget, mau aja diapa-apain, hehe… Dan kesukannya adalah tidur di bahu orang dengan pantat menghadap ke muka manusia, haha (ga sekolah nih kucing..)

———————————

Si Boyd dibawa pulang lagi sama Rangga beberapa hari setelah dia (Boyd) ngekos di KMPA. Padahal yah kucing ini udah dijadiin sengketa sama Restu dan Eko yang pakeukeuh-keukeuh pengen bawa pulang kucing ini. Hahahaha…. nangis darah lah kalian semua…

*udahan dulu cerita tentang si Boyd-nya, sekarang giliran cerita tentang kucing lab*

Sekitar dua atau tiga hari yang lalu, pas gua lagi jalan di koridor lantai 1 deket lab, si induk kucing teriak-teriak (serius teriak-teriak) dengan suara paraunya khas kucing nyokap-nyokap yang baru melahirkan. Setiap manusia yang lewat di koridor itu dia teriak-teriakin dengan nada marah, dan dengan linglung dia mondar-mandir di koridor nyari anak-anaknya. Kucing malang…. kasian banget sih….

Sorenya di KMPA, Hadi ngeliat foto anak-anak kucing yang dibawa Nuri ke sel pake kardus. Dan ternyata anak-anak kucing itu adalah hasil buangan dari lab–yang dicariin sama nokapnya. Kucing-kucing malang ini diambil sama Eko dan dibawa ke rumahnya untuk dipelihara (ohhh… co cwit…).

Trus gua dengan spontan berekasi: “Ya ampuuuunnn…. kasian banget nyokapnya, dari tadi siang dia marah-marah terus sama manusia. Ih kalian tega ih…

Heh, ngemeng aje lu. Emangnya kucing bisa marah-marah?

Dan dengan tanpa disuruh, Gugum teriak-teriak “Miaw miaw miaw miiiiiiiiiiiaw! Miiiiiiiiiiaw!” pake gaya Hitler sambil nunjuk-nunjuk manusia, dengan suara parau dan cempreng… pokonya parah banget lah…

***

Waduh… diriku ga bisa bantu apa-apa, cuman bisa bilang ‘yang tabah ya’ sama nyokap kucing. Gua jamin Eko bakal ngerawat anak-anak Anda dengan baik dan selamat. Tetap semangat!!! Gua tunggu anak-anak baru dari Anda… Jangan marah-marah melulu, ntar cepet tua 🙂