Manajemen Biwir

Kemarin ada kuliah Manwir (Manajemen Kewirausahaan), yang oleh Arvian diplesetin jadi “Manajemen Biwir” (Sundanese; biwir = bibir). Mata kuliah umum kaya gini teh biasanya dipenuhi oleh mahasiswa-mahasiswa dari berbagai jurusan dengan tujuan sekunder ngeceng-ngeceng. Agenda hari ini adalah presentasi tugas kelompok minggu lalu.

Ada satu kelompok yang bersedia presentasi pertama tanpa diminta oleh si bapak. Dua orang maju ke depan, sedangkan sisa anggota kelompok duduk di kursi kuliah. Ssssstttt, jangan bilang siapa-siapa ya, anak ini udah dikenal oleh anak-anak Biologi sebagai anak jurusan ….(tiiit, sensor)….. yang freak dan norak kalo lagi presentasi. Gua denger gosipnya dari si Ami waktu dia ngambil kuliah MPD semester kemaren dan sekelas sama anak itu.

Sebenernya Pak Anggiat cuman ngasih waktu 5 menit untuk presentasi, yang kemudian diprotes oleh mereka karena terlalu sempit. Ya iya lah…. gimana ga terlalu sempit, kalo basa-basinya aja 10 menit. File presentasi mereka dirancang dalam format ppt dengan gaya hi-tech yang pake animasi—menurut gua ini ga penting, sumpah.

Yang paling mencengangkan adalah adanya puisi di halaman terakhir slide presentasi mereka, dengan bekgron gambar hutan warna biru, font centil yang ditulis italic pake warna putih, dan diberi judul ‘Jalan Bercabang di Tengah Hutan’. Yang kemudian dibacakan dengan penuh penghayatan—dengan mata terpejam, gerakan tangan yang melambai menyapu angin, dan langkahan kaki yang mendramatisir suasana.

Oh mai god. Mungkin gua sama tercengangnya dengan seratus mahasiswa di kelas ini. Ga kuku…. wahahahaha….. Lama-lama gua jadi serem kuliah di kampus ini, banyak orang anehnya.

Si dosen yang matanya berkaca-kaca—entah karena sedih atau kegirangan—akhirnya menyetop presentasi mereka dan mempersilahkan kelompok lain untuk ke depan. Hari ini tuh aturan semua kelompok maju ke depan, tapi gara-gara ada acara mehe-mehe begini, kelompok yang sempet presentasi cuman dua. Freak abis.

Advertisements

2 thoughts on “Manajemen Biwir

  1. hwahahaha,,sama rim..gw juga uda pengen ktawa bgt pas denger tu moderator baca puisi. mpe akhirnya gw ga brani liat dia,,soalnya kalo liat pasti bawaannya pen ktawa,,eh..eh..lo liat ga pas diye pembukaan presentasi..gigi palsunya ampir copot bo!freak!hahahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s