Biofuel, ternyata dirimuh…..


*setelah sekian lama diisi tulisan-tulisan ga penting, boleh dong sekali-sekali blog ini ditulis sesuatu yang seriusan dikit…. :p*

Minggu, 12 November 2006 kemarin, gua, Sawung, dan Dicky liat-liat acara ’5% Biofuel Road Show’-nya Toyota yang numpang tempat di ITB.

Ini ada sedikit ilmu buat kalian yang buta banget tentang biofuel….

Biofuel adalah hasil pemanfaatan energi biomassa yang dikonversi menjadi bahan bakar. Biofuel ada banyak macemnya: bioethanol, biodiesel, dan biogas.

Bioethanol dihasilkan dari tumbuhan yang berkadar hidrokarbon tinggi atau tumbuhan berbahan gula dan pati, misalnya tebu, ubi jalar, singkong, jagung, dan masih banyak lagi, yang pasti bukan dari lolipop… apalagi dari gulali yang bentuknya orang naik sepedah…

Untuk menghasilkan bioethanol, biomassa tumbuhan harus difermentasi dulu dengan dibantu oleh mikroorganisme tertentu sehingga dihasilkan ethanol.

Bioethanol dapat dimanfaatkan sebagai pengganti bahan bakar motor bensin. Bahan bakar ini bisa digunakan dengan kadar 100%, atau bisa dicampur dengan bensin, yang biasa disebut gasohol (kodenya E-XX atau BE-XX, misalnya E-10 untuk campuran bensin dengan kadar ethanol 10%).

Pada campuran dengan bensin, bioethanol mampu meningkatkan nilai oktan bensin. Jadi kalo mobil kamu minum gasohol E-10, maka efisiensi kerjanya akan lebih baik dibanding kalo minum bensin biasa. Pleus…. emisi gas buangnya otomatis lebih kecil 10%…

Sedangkan biodiesel dihasilkan dari minyak nabati seperti minyak kelapa, minyak sawit, minyak jarak-pagar, dan lain-lain. Biodiesel juga dapat dihasilkan dari lemak hewan dan minyak jelantah. Yang pasti minyak nyongnyong mah ga bisa… Minyak di muka kamu yang baru bangun tidur juga kayanya ga bisa.

Kalo bioethanol dipake buat ngeganti bensin, biodiesel dipake buat ngeganti solar, alias bahan bakar motor diesel.

Salah satu biodiesel yang sudah disosialisasikan di Indonesia adalah biosolar keluaran Pertamina. Katanya nih, untuk mendapatkan biosolar, diperlukan campuran minyak solar dengan minyak nabati yang sudah diproses transesterifikasi menjadi Fatty Acid Methyl Ester (FAME) [nyontek dari brosur Pertamina Biosolar sisa Bioekspo kemaren].

Anak gaul Bandung vs anak ilmiah
X: Eh, lu tau ‘fame’ ga?
Y: Tau lah… Fame Station yang di Jalan Sersan Bajuri itu kan?
X: Bukan… Fatty Acid Methyl Ester.
(garing ah… :p)

Dari banyak manfaat yang digembar-gemborkan oleh orang-orang, sebenernya cuman ada dua manfaat utama biofuel, yaitu sifatnya yang biodegradale dan kemampuannya memperpanjang umur mesin dengan cara peningkatan efisiensi kerja motor.

*ini hasil diskusi dengan Sawung*


“Dia tidak ramah lingkungan…” — Sawung

Setuju, Wung….!

Bullshit kalo biofuel dibilang ramah lingkungan. Pada kenyataannya, untuk mendapatkan berkilo-kilo liter biofuel setiap hari, dibutuhkan ratusan ribu hektar lahan pertanian. Artinya mau tidak mau hutan yang tersisa di Indonesia harus dibabat demi tercukupinya jumlah kebutuhan tersebut.

Atau hutan bisa tetap dibiarkan lestari, tetapi kebutuhan pangan masyarakat terancam. Silahkan pilih yang mana…

Jika pilihan pertama yang dipilih, coba pikirkan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menunggu sampai tumbuhan siap dipanen untuk kemudian diolah. Sedangkan kebutuhan bahan bakar motor jumlahnya sangat tinggi setiap harinya.

Maka, mau tidak mau lahan pertanian hasil pembabatan hutan harus dibuat dengan ukuran ekstra luas, dengan siklus panen yang berbeda-beda agar biomassa bisa dipanen setiap hari.

Coba bayangkennnn…. berapa kerugian ekologis yang harus ditanggung oleh bangsa ini. Bukannya pelit dan perhitungan, tapi hal ini benar-benar harus diperhitungkan. Berapa jumlah oksigen yang suplainya berkurang…. lahan resapan air yang hilang…. habitat satwa serta satwa yang punah…. kesuburan tanah yang terganggu….. debit air sungai yang berkurang…. Apakah hal-hal ini tidak pernah terpikirkan?

Tapi kan biofuel bisa terbakar secara bersih alias biodegradable, tanpa emisi bo…..!

Eh jeng…. emangnya situ yakin kita mampu pake bioethanol 100%? Kalo ekeu sih tidak yakin akan hal itu…. Ketika iyey menggunakan gasohol E-10, artinya yey hanya mengurangi dampak emisi sebesar 10% saja. Selama bensin di Indonesia tetep ada timbalnya, mobil yey tetep aja berkontribusi atas udara kotor di Indonesia (walopun hanya 90%)…

Sekarang kita itung-itungan….
Jika bioethanol benar-benar mensubstitusi 10% konsumsi bensin (sebagai gasohol E-10)
– Impor MBTE sebagai octane enhancer berkurang sebesar US $23,14 juta/tahun
– Impor premium berkurang sebesar US $1,350 milyar/tahun (2,25 juta kL, dengan asumsi harga bensin US $0,6/liter)
– Total pengurangan impor = US $1,373 milyar/tahun
(BPPT, 2006)

Harga bioethanol derajat bahan bakar sekarang di pasaran Rp 5000,-/liter, dan harga gasohol E-10 Rp 4.550,-/liter (Rp 50,- perak lebih mahal dari premium biasa yang disubsidi). Lalu siapa yang akan menanggung Rp 50,-nya? Produsen atau pemerintah?

* * *

Jadi kamu jangan percaya 100% kalo ada opini “biofuel ramah lingkungan”. Biofuel hanya membantu kita dalam hal pengadaan bahan bakar alternatif, tapi tetap tidak bisa memberikan solusi perbaikan kualitas lingkungan secara signifikan.

Orang-orang heboh membicarakannya bukan karena kritis terhadap lingkungan, tapi karena kritis memikirkan bagaimana nasib kendaraannya di masa yang akan datang.

Semuanya antroposentris, namun berkedok ekosentris.

Sebenarnya solusi terpenting dalam mempertahankan bahan bakar minyak bukanlah dengan memproduksi biofuel, tetapi dengan merubah gaya hidup kita yang suka menghambur-hamburkan menjadi sedikit hemat akan bahan bakar.

Selama kegiatan jalan kaki, naik sepeda, atau naik angkot dianggap sebagai tradisi kampungan dan miskin, bangsa ini akan terus dihantui oleh harga BBM yang makin lama makin mahal saja.

Ada sanggahan?

Advertisements

111 thoughts on “Biofuel, ternyata dirimuh…..

  1. wah, neng rime mulai bicara serius (bales mode on) :Pmungkin perlu dikategorikan juga, rim.. biofuel kan ga dari sawit/jarak doang (yang notabene berpotensi ngabisin lahan atau malah ngebuka hutan). kita mestinya contoh brazil yang memanfaatkan produksi tebu yang berlebih di sana untuk jadi biofuel. see, di situ brazil *memanfaatkan*, bukannya ngebikin proyek tanam sawit/jarak baru yang berpotensi bikin masalah baru…jadi inget http://forum.biophilia.or.id/index.php?topic=116.0

  2. tapi kan ma..bikin taneman ama biofuel itu teuteup aja lebih sebentar dari bikin bahan bakar minyak, uda gitu kita kan gak bisa bikin sendiri lagi(bbm_nyah)…*stupidlittlegirl ngeyel mode on*hehehe, tapi setuju ah, jawaban paling bener buat masalah ini emang penghematan -trus ntar kalo abis juga gimana…?

  3. pipit: bageus….luthfi: kalo pake beras, bisa runyam dunia persilatan…obot: awalnya gua juga berpikir gitu, tapi dipikir-pikir lagi, apa sih tanaman surplus di Indonesia? beras aja ngimpor…bodhi: ya pokonya gitu deh…ikram: tumben nih lu ga cerewet, hehehe…..cta: sapa yang cakep? aylapyu tu..manda: kalo tetep abis ya baru pake energi alternatip.. artinya manusia masa depan harus lebih pintar dari manusia sekarang..

  4. aku pernah pake bis yang pake bahan bakar ini dgn rute jakarta-bandung sekitar bulan april 2006, lewat tol cipularang… yang ada jalannya terseok2… kayaknya gak kuat untuk rute naik turun kayak pegunungan gituh. tapi kalo buat alternatif pemakaian di jkt yg dah penuh polusi, kali emang cocok ye ^.^

  5. apa itu artinya tetap lebih baik premium biasa rim?eh kalo biopremium ada juga ga?sial ni, secara gw anak mesin tapi kaga ngarti yang beginian…taunya cuma mesin mesin produksi doank =(

  6. mavia: oh, udah ada ya bisa begituan… keren euy….benx: mungkin yg dimaksud biopremium tuh gasohol kali.. tapi ga tau juga deng,, siapa tau beda lagi.

  7. gw mah rekomen hidrogen aja dah..keluarannya kan air..bukan asap..lagian powerful..suse men bikin biofuel…sebagai bandingan:buat mencukupi kebutuhan biofuel di P.Jawa aja butuh Tanaman Jarak (Jatropha Curcas) seluas Indonesia..tapi gw mendukung segala progress yang ada..

  8. ada data yang tidak jelas, mustinya contohnya untuk membuat 1 liter biofuel butuh berapa banyak tebu? baru setelah itu analogi kan dengan sekian juta kiloliter/hari. tanaman tebu itu ditanam dengan kerapatan seperti apa? seberapa banyak tanah yang perlu disediakan untuk menanam tebu? harus jelas perhitungannya.Bagaimana dengan minyak dari biji Jarak? tumbuhan ini kan boleh dibilang tumbuh dimana-mana dan praktis tidak dikonsumsi oleh manusia.saya sih setuju soal jalan kaki dan kegiatan berhemat lainnya, tapi mengambil sudut pandang memproduksi biofuel membahayakan lingkungan ini yang saya belum bisa terima.

  9. frilo: tapi kan kalo pake hidrogen harus bikin mesin baru..irwin: kalo perhitungan yang kaya gitu mah saya juga ga bisa. apa yang saya tulis adalah yang pernah saya baca dari literatur, dan sedikit pake logika. wajar aja kalo opini tersebut belum bisa diterima.. karena mungkin banyak orang yang ga nyangka bahwa deforestasi besar-besaran akan terjadi. dan lagi pula siapa yang mau susah-susah memikirkannya? btw mas irwin siapanya seve irwin? hehehe…

  10. Namanya juga sebuah perubahan Ma, ada yang milih revolusi ada yang milih evolusi. Yang penting kan kita sudah memiliki sebuah solusi, walau solusi cenderung menghadirkan masalah baru. Tapi, setidaknya kita melangkah. Dan ini baru langkah pertama. Suatu saat, solusi lebih baik pasti akan muncul. Dengan menggunakan biofuel, setidaknya kerugian yg kita dapatkan tidak separah yg menggunakan fuel murni. Dan, bisa jadi sebuah stimulan untuk menghadirkan solusi yang lebih mantap. Optimis aja deh!Tapi, saya juga termasuk penganut KISS (Keep It Simple Stupid). Kalo ada solusi simple,ya why not? makanya sampai sekarang kagak punya kendaraan ber-bensin, huehuehue…

  11. Jika sudut pandang yang digunakan semata-mata konsumsi manusia, tentu dengan cara apapun tidak akan cukup. Seperti kata Gandhi, “Bumi mencukupkan kebutuhan setiap manusia, bukan ketamakan setiap orang.”Yang menjadi harapan menurut saya adalah penyediaan bahan bakar dari tumbuhan lebih membantu dibanding dari fosil (setidaknya dilihat dari rentang waktu pembentukannya). Dengan bahan bakar apapun, solusi seperti jalan kaki dan bersepeda tentu lebih baik dan memang tidak berarti kalau kita sudah punya solusi biofuel terus kita boros-borosan membakar bahan bakar tsb. Ajakan gaya hidup lebih sehat dan lebih baik tetap jalan terus. Penelitian bahan bakar alternatif juga jalan terus. Keduanya bukan saling menafikan.

  12. Tidak setuju =P hehegini ni rim, kebetulan TA gw jg tentang biodiesel.. jd sedikit byk gw agak ngerti lah..1. masalah kerugian ekologis.. dari jarak misalnya, yang dimanfaatin kan cuma bijinya, masa sih cuma ngabil buahnya bisa ngerusak sistem ekologis, apa bedanya dong sama padi2.Apa yakin bisa make E-100 ato B-100? kenapa tidak? penilitian2 yang ada skg ini sedang mengarah ke arah sana, kalo dengan sistem motor bakar yg ada skg ini mungkin belum bs, tapi suatu saat gw yakin bisa3.penggunaan E-10 hanya mengurangi 10 persen emisi.. kenyataannya tidak seperti itu, dari hasil penelitian saya pengurangan kadar bensin tidak berbanding lurus dengan kadar emisi, bahkan bisa jauh dari perkiraan..nah begitchuw.. jd jgn berpandangan buruk dulu terhadap langkah2 pemerintah.. =)

  13. to jomes dan lainnya: ye.. siapa yang berpandangan buruk.. gua kan hanya menyayangkan efisiensi produksinya sangat kecil dibandingkan kerugian ekologis yang ditanggung bumi inih… tetep aja gua menghargai kerja keras para penemu biofuel untuk perbaikan lingkungan. sama satu lagi, fakta antroposentris teteup ga bisa diubah… gila… mantap juga yah. baru kali ini komen di postingan gua sebanyak ini hanya dalam 3 hari, bujubuset..thanks for commenting

  14. wakakak selamet ya rim… *standingapplause* ternyate tulisan serius bisa membuahkan hasil, sayangnya koment yg ke-21 kaga mutu coz kaga ngerti apa2 niy :p

  15. aku pikir kita belum siap untuk menghadirkan biofuel e.g. dari minyak jarak..yawdah, sekalian jalan, kenapa ga kembangin hybrid car dulu aja..kan lebih simpel..pengurangan pemakaian bbm fosil diganti oleh batu batere..lumayan untuk pengurangan emisi..atau mobil hidrogen sekalian..tapi itu butuh investasi yang lebih gede pastinya..

  16. Kan lo bilang giniSelama kegiatan jalan kaki, naik sepeda, atau naik angkot dianggap sebagai tradisi kampungan dan miskin, bangsa ini akan terus dihantui oleh harga BBM yang makin lama makin mahal saja.Ada sanggahan?Nggak ada, nggak ada sanggahan! 🙂

  17. Biofuel,.. hm.. kalau saja usaha roadshow ini juga secara konsisten di barengi oleh pihak industri.. insyallahbisa dapet response pasar dan kepercayaan konsumen… kalau nggak cuman jargon aja.. 🙂

  18. Setelah re-studi literatur tentang bioethanol yang menurut kalian ramah lingkungan tapi menurut gua tetap tidak ramah lingkungan, beberapa literatur menyebutkan bahwa peningkatan nilai oktan akan meningkatkan efisiensi mesin. (ini literatur berupa bacaan lepas dan buletin, bukan dari website)Tapi ada satu literatur berupa slide presentasi seminar bioekspo 2006, yang disusun oleh Dr. Iman K. Reksowardojo dari Lab Motor Bakar dan Sistem Propuisi FTI ITB, menyebutkan bahwa efisiensi diperoleh jika mesin mobil dilengkapi dengan sel tunam yang memiliki efisiensi termal tinggi (40%-60%).Jadi mungkin menurut literatur yang menyatakan peningkatan nilai oktan akan meningkatkan efisiensi kerja mesin, mesin yang dimaksud adalah mesin yang sudah dimodifikasi atau mempergunakan sel tunam.Nah, berarti selama mesin yang kita gunakan bukan mesin bersel tunam atau motor bensin berbahan bakar luwes, keuntungan efisiensi kerja mesin ga akan kita dapet.Sebenarnya penemuan teknologi ini sangat cerdas dan inovatif. Sayangnya ekstensifikasinya punya potensi kerusakan yang sangat besar, seperti yang terjadi di Brazil.Bioethanol dari alga di laut cerdas juga tuh… Buat Tino, Intan, dan Ago, semangat ya TA tentang bioethanol dan alganya. Negeri ini butuh hasil kerja keras kalian…Andai saja sampah yang menggunung di kota Bandung bisa menghasilkan ethanol, tidak hanya biogas.. Eh siapa tau…Lama-lama gua ganti topik TA juga nih… :p

  19. oiya ada yang lupa,, btw foto mobil yg diatas itu mobil hibrid, bukan mobil yg dirancang berbahan bakar biofuel. kebetulan yang gampang difoto cuman yg itu. ya sutrawey gua pake aja buat jadi model..

  20. kalo di negara2 postmo, mereka dah ga mikir apakah mesti pakai biodiesel dll, tapi mereka mikirnya gimana caranya make energi seefisien mungkin make bahan2 disekitar lingkungan yg udah ada. Kaya di austria, mereka lebih galakin mass transport pakai tenaga listrik ato hidrogen, pembatasan jumlah kendaraan bermotor, pembangkit listrik dah ga pakai batubara lagi tapi pakai sampah, matahari, angin, air dengan teknologi seefisien mungkin. Jadi dah waktunya bandung ada busway, monorail tenaga listrik buat ngurangi jml kendaraan motor ama angkot.

  21. wah. omongan gw di quote.Buat yang ga percaya biodisel/fuel yang berasal dari tanaman perkebunan khusus mengancam secara ekologis. baca buku ecological footprint dan hitung berapa footprint biodisel terutama yang berasal dari jarak.

  22. actually, that’s brilliant. Thank you. I’m going to pass that on to a couple of people.

  23. Please write anything else!

  24. Calvin, we will not have an anatomically correct snowman!

  25. Friends help you move. Real friends help you move bodies.

  26. Give me ambiguity or give me something else.

  27. All generalizations are false, including this one.

  28. Friends help you move. Real friends help you move bodies

  29. Friends help you move. Real friends help you move bodies

  30. Beam me aboard, Scotty….. Sure. Will a 2×10 do?

  31. All generalizations are false, including this one.

  32. Energizer Bunny Arrested! Charged with battery.

  33. Build a watch in 179 easy steps – by C. Forsberg.

  34. Give me ambiguity or give me something else.

  35. When there’s a will, I want to be in it.

  36. Lottery: A tax on people who are bad at math.

  37. I’m not a complete idiot, some parts are missing!

  38. Build a watch in 179 easy steps – by C. Forsberg.

  39. A lot of people mistake a short memory for a clear conscience.

  40. A lot of people mistake a short memory for a clear conscience.

  41. Beam me aboard, Scotty….. Sure. Will a 2×10 do?

  42. Friends help you move. Real friends help you move bodies

  43. Ever notice how fast Windows runs? Neither did I.

  44. Friends help you move. Real friends help you move bodies

  45. Change is inevitable, except from a vending machine.

  46. Friends help you move. Real friends help you move bodies.

  47. Lottery: A tax on people who are bad at math.

  48. Calvin, we will not have an anatomically correct snowman!

  49. What is a free gift ? Aren’t all gifts free?

  50. halo salam kenal..bener seh yang ditulis kamu, kalo sebenarnya biofuel ini belum ramah lingkungan,…tp perlu diketahui juga,:1. pengembangan kebun kelapa sawit tidak semerta-merta harus menebang kayu di hutan tapi pada umumnya dilakukan pada lahan-lahan sisa eksploitasi hutan tersebut, jadi untuk kehawatiran luasan hutan yang semakin berkurang akan mampu dicegah…2. untuk menutupi kebutuhan biofuel kepada konsumen, tidak cuma melakukan pelebaran hutan tapi para2 produsen sekarang menggunakan teknologi zero waste, jadi rendemen yang dihasilkan akan semakin kecil..3. minyak bumi sebagai bahan dasar untuk bahan bakar yang kita gunakan selama ini semakin berkurang (walaupun melimpah) dan lama2 akan habis karena tidak bisa diperbaharui, nah dengan adanya biofuel ini kan dapat sedikit mengurangi kecepatan habisnya minyak bumi…iy g?nice postwassalam…wawan..www.likalikulaki.wordpress.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s