*ikut-ikutan Bapak Priyadi mode on*


*ikut-ikutan Bapak Priyadi mode on* hahaha….

Berhubung balesannya panjang, jadi gua bales komennya Jomes di postingan aja ya…

gini ni rim, kebetulan TA gw jg tentang biodiesel.. jd sedikit byk gw agak ngerti lah..
1. masalah kerugian ekologis.. dari jarak misalnya, yang dimanfaatin kan cuma bijinya, masa sih cuma ngabil buahnya bisa ngerusak sistem ekologis, apa bedanya dong sama padi
2.Apa yakin bisa make E-100 ato B-100? kenapa tidak? penilitian2 yang ada skg ini sedang mengarah ke arah sana, kalo dengan sistem motor bakar yg ada skg ini mungkin belum bs, tapi suatu saat gw yakin bisa
3.penggunaan E-10 hanya mengurangi 10 persen emisi.. kenyataannya tidak seperti itu, dari hasil penelitian saya pengurangan kadar bensin tidak berbanding lurus dengan kadar emisi, bahkan bisa jauh dari perkiraan..

nah begitchuw.. jd jgn berpandangan buruk dulu terhadap langkah2 pemerintah.. =)

1. Justru itu Jod… justru karena hanya diambil bijinya, makanya relung ekologi yang dibutuhkan untuk mendapatkan biodiesel itu tidak sebanding dengan hasilnya. Yang berpotensi ngerusak sistem ekologis (ekosistem) bukanlah proses pengambilan biji/buahnya, tapi proses pembukaan lahannya.

Penanaman dengan jarak tanam 2.0 m x 3.0 m (populasi 1600 pohon/ha), 2.0 m x 2.0 m (populasi 2500 pohon/ha) atau 1.5 m x 2.0 m (populasi 3300 pohon/ha). Pada areal yang miring sebaiknya digunakan sistem kontur dengan jarak dalam barisan 1.5 m. Lubang tanam dibuat dengan ukuran 40 cm x 40 cm x 40 cm.

Produktivitas tanaman jarak berkisar antara 3.5 – 4.5 kg biji / pohon / tahun. Produksi akan stabil setelah tanaman berumur lebih dari 1 tahun.
sumber


Untuk kerapatan paling besar berdasarkan literatur di atas, satu individu pohon Jarak pagar dewasa dibutukan areal seluas 3 m2. Sedangkan produksinya hanya sekitar 4 kg per tahunnya. Jika rendemen minyak sebesar 35 %, artinya satu pohon hanya menghasilkan sekitar 1,4 kg per tahun. Dengan tingkat populasi tanaman antara 2500 – 3300 pohon / ha, maka diperoleh 2.5 – 5 ton minyak / ha / tahun.

Kalo kata gua mah yang kaya gini ga efisien.

Bedanya sama padi… ga ada. Sama aja. Gua setuju kok padi tuh ngerusak ekosistem. Apa yang lebih bisa ditunjuk tanggungjawab atas rusaknya ekosistem Pulau Jawa selain industri dan pertanian?

Tapi gua butuh makan, jadi gua ga komplen sama padi. Lagi pula solusi menghemat makan kan ga ada. Palingan yang ada mengganti padi menjadi jenis makanan berkarbohidrat tinggi yang lain.

Tapi ya Jod, ada satu kelebihan dari si Jarak pagar ini. Dia punya daya sintas dan kelulushidupan yang tinggi, jadi ga teralu rese untuk bisa hidup. Mungkin aja kan dia punya kemampuan buat hidup di tanah yang ga subur, di mana taneman-taneman lain ogah tinggal di situ. Kalo gini mah gua setuju pisan….

2. Menurut dosen lu di seminar bioekspo kemaren, E-100 atau B-100 emang udah bisa dipake. Yang gua pertanyakan di sini adalah apakah kita yakin kita bisa memenuhi kebutuhan bioethanol sebanyak itu? Bukannya tidak optimis sebagai generasi muda, tapi mungkin itu baru terlaksana entar pas kita udah jadi lansia. Penggunaan B-10 atau B-20 sudah sangat baik untuk permulaan.

Yang pengen rada gua tekankan di sini adalah mo pake E-10 atau E-0 tetep aja ada pencemaran timbalnya. Baru ketika kita pake E-100, mungkin emisinya bebas timbal.

3. Jauh dari perkiraannya itu maksudnya menuju hal positif apa negatif? Kalo yang gua baca sih gitu. Tapi mungkin guanya salah nangkep, wajar da bukan anak mesin, hehe. Eh, kalo punya penjelasan tentang ini tulis lagi di komen ya…

* * *

Namanya juga manusia, hidup. Apa yang menguntungkan bagi manusia pasti ada efek sampingnya buat lingkungan. Gua protes, kenapa manusia mesti hidup dengan cara seperti ini, secara moderen. Kenapa ga kaya Tarzan aja…. Hidup Tarzan!!!! (komen yang mungkin muncul adalah: manusia kan pemikirannya berkembang, budayanya juga berkembang, kebutuhannya juga berkembang, jadi jangan salahkan teknologi yang muncul dong, kamu kan juga butuh teknologi itu… — iya deh…)

Btw Jod, entar Sabtu kan kita ketemuan nih bikin tugas bussiness plan kuliah Manwir keparat itu. Ntar kita diskusi lagi deh.. sekalian lu tutorial bikin blog, kayanya lu udah ngebet banget pengen bikin blog, hehe… 🙂

Advertisements

10 thoughts on “*ikut-ikutan Bapak Priyadi mode on*

  1. uhuy.. neng rime pesohor baru nih ;Dpadi itu “kurang dosanya” karena perluasan lahan untuk nanamnya kalah mengkhawatirkan dibanding pembukaan lahan karena proyek jarak.tp yang perlu “dibahas” mungkin problema (cieh) karena monokultur (entah padi/jarak/apapun).. masy. umum kayanya sulit ngebayangin apa pentingnya biodiversitas (versus monokultur)..

  2. hahaha.. dibales juga ternyatah.. sebagai (PBI) Pengamat biodiesel Indonesia..=)1. masalah rusaknya sistem ekologis.gw setuju banget sama pendapat lo itu, makanya skg tu penelitian biodiesel lebih diperluas bukan cm dari jarak, sbnrnya hampir semua jenis tumbuhan yang mengandung minyak bisa dijadiin biodiesel, cuman karena jarak udh terlalu diekspose org2 jd terlalu fokus ke jarak doang.. jd maksud gw kedepannya tu bakal bukan cuma jarak doang yg dikembangin, biar ga terjadi eksploitasi jarak yg berlebihan..kenapa bisa ga komplen sama padi?? gmn kalo ga ada bahan bakar?? mo drmn dateng listrik?? klo ga ada listrik, gmn industri bs jalan?? kalo industri mati gmn ekonomi bs maju?? ekonomi ancur buntut2nya kan susah makan juga..2.apakah kebutuhan bioethanol/biodiesel akan terpenuhi? kalo skg ya udh pasti nggak lah, tapi inget program ini baru efektif jalan sekitar 3 thn blkgan, India aja bs gantiin sepertiga kebutuhan bahan bakarnya dengan menggunakan biodiesel, kenapa kita ga nyoba? pdhl kekayaan alam kita lebih besar dari indiamasalah pencemaran timbal? timbal itu kan aditif pada bensin buat naikin nilai oktan, untuk sekedar informasi sbnrnya skg kebanyakan bensin udh ga menggunakan timbal lagi, tapi menggunakan aditif lain yg ga berbahaya.Intinya gini rim.. mau bioethanol/biodiesel memang bukan solusi terbaik yang ada.. cuman negara ini tengah dihadapkan pada sedikit pilihan yang mau tidak mau harus diambil untuk mengatasi krisis energi saat ini.. =)

  3. ck ck ck.. Jodi uda nyampe sini aje.. heuehuehue.. ngeblog dong Jod! tapi isinya jangan TA.. buruan lulus nape! ceweknya uda duluan masak.. hihihiRimaaaa.. bawain oleh-oleh dari Baliiii!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s