Loedroek ITB: Gelisah Sang Gajah | Bageussss…..


Katanya main gedhe kali ini bakal dimulai jam 19.15, tapi ternyata upit alias tipu. Pergelaran ini baru dimulai sekitar 19.40 WIATITB (Waktu Indonesia Bagian Aula Timur ITB).

Waktu gua dan temen-temen dateng, tempat duduknya masih kosong. Jadi kita bisa dapet tempat duduk paling depan, yang berkarpet. Beberapa cewek nolak buat duduk di depan, soalnya takut ditarik ke panggung, kaya pengalamannya Imoth di main gedhe April kemarin. Ya ampyun, geer banget sih jadi manusia… (akhirnya setelah dipaksa-paksa mereka mau juga :), heuheu bageus…)

Acara dibuka oleh dua orang MC yang diiringi oleh suara gamelan—yang sejak beberapa taun lalu nadanya masih itu-itu aja. MC cowoknya adalah anak mesin yang suka nongkrong di labtek biru—soalnya ceweknya anak material. Sedangkan MC ceweknya ga gua kenal.

Entah karena gregori berat atau karena emang garing, pokonya nge-MC-nya naujubileh garing pisan…

Penampilan pertama adalah tari ngremo yang dibawakan secara parodi.

Penampilan selanjutnya adalah kidungan yang dibawakan oleh Primus dan Mas Romigantengsekali. Walopun ngidungnya rada maksa, tapi keren banget loh….

Penampilan selanjutnya adalah DW (Dharma Wanita) Loedroek ITB. Ini yang paling gua suka dan gua tunggu-tunggu di setiap main gedhe. Tema yang diusung masih sama dengan DW April kemaren: nyepet abis rektor Djoksan dan balada cowo-cowo jomblo ITB. (Ups…. maap ya kalo ada yang kesepet :p)


Kok bisa-bisanya nyadar mau difoto ya?

Judul pergelaran utamanya adalah ‘Gelisah Sang Gajah’. Menceritakan kisah Kerajaan Majapahit yang mencoba menginvasi kekuasaan hingga ke tanah Sunda, yang saat itu dikuasai oleh Kerajaan Pajajaran.

Scene pertamanya adalah Gajah Mada yang bersumpah akan mempersatukan Nusantara. Kalimat pertamanya adalah: “Aku telah berlari sangat jauh…. Cape deh!”, dengan suara lantang dan ekspresi muka serius. Pleus nahan ketawa.


Gajah Mada yang sok jaim :p


Prajurit ‘senior’


Patih Kerajaan Pajajaran–ganteng berat

Strategi invasi yang digunakan adalah ‘pernikahan’ Raja Hayam Wuruk dengan Putri Diah Pitaloka dari Kerjaan Pajajaran. Namun arogansi Gajah Mada menyebabkan pernikahan tersebut gagal, karena Prabu Siliwangi dan Putri Diah Pitaloka mati di tangannya.

Endingnya rada garing dan anti klimaks. Kemurkaan Hayam Wuruk (yang diperankan oleh Mas Romigantengsekali) kepada Gajah Mada (yang mempromosikan diri sebagai jomblo) kurang ditonjolkan. Padahal scene-scene yang lainnya udah oke loh…

Akhirnya pada scene terakhir ini Gajah Mada ketawa juga, walopun cuman senyum doang. Hahaha… jatoh deh tuh wibawa… makanya, jangan serius-serius amat aktingnya… kalo mo ketawa ya ketawa aja, jangan ditahan-tahan… 🙂

* * *

Nonton main gedhe Loedroek ITB artinya nyiapin perut untuk di-sakitperut-in. Karena dijamin kita bakal ketawa-ketawa gila. Kecuali kalo kita ga ngeh sama apa yang lagi diketawain orang-orang. (Kalo kaya gini, kasian deh lu…).

Dan saat itu gua sakit perut gara-gara ketawa. Terima kasih kepada teman-teman Loedroek ITB, yang telah membuat kami semua sakit perut malam itu 🙂

Kami tunggu main gedhe selanjutnya.

Advertisements

8 thoughts on “Loedroek ITB: Gelisah Sang Gajah | Bageussss…..

  1. lain kali ajak-ajak dooong.. kayaknya seru.btw, rima berbakat juga jadi reporter, kamu udah pernah coba nulis? nulis dan dikirim ke media maksyudnya.. mengikuti jejak May..

  2. jomes: makanya mes, gaul dong :p (heuheu.. padahal jomes udah kurang gaul gimana,,,)sita: ntar kalo ada lagi aku ajak kamu dan eko deh…leksa: kenapa ga nonton, kan seru bangget,,lala dan pipit: boro2 ngirimin salam, kenal aja kagak… katanya dia anak sipil 2002.. ntar lah kalo ada gosip ttg beliau gua kabarin kalian, hehehe

  3. Presscon Pesta Rakyat Jawa Timuran 2008Kepada Yth.:Rekan-rekan MediaSalam budaya… !!!Memperingati 25tahun berdirinya Loedroek ITB, kamibermaksud mengenalkan seni tradisional JawaTimur kepada masyarakat luas melalui “PestaRakyat Jawa Timuran 2008”. Tujuan pagelaran budaya ini tak lain untuk bersama-samamembangkitkan semangat nasionalisme melalui penguatan benteng budaya, meningkatkanapresiasi masyarakat terhadap keragaman seni tradisional di Indonesia, sekaligus mengajak semua pihak ikut mencarisolusi berbagai masalah yang dihadapi bangsa Indonesia. Pesta RakyatJawa Timuran 2008 terdiri dari beberapa rangkaian kegiatan. Tradisi “Nggendheng Loedroek” (1-5 November2008), Festival Seni Budaya &Kuliner Jawa Timur (30 November 2008) di Kampus Ganesa ITB, Diskusi Panel “Kerajaan Indonesia, Kenapa Nggak?” (24November 2008) di Gedung Indonesia Menggugat menghadirkan narasumber guru besarilmu tata negara Prof DR Mashudi SH MH dan budayawan Radhar Panca Dahana. Seluruhrangkaian kegiatan itu ditutup dengan MaenGedhe Loedroek ITB (30 November 2008 malam) dengan lakon“Déjà vu De Java” di Auditorium SasanaBudaya Ganesa.Untuk mengetahuipenjelasan rinci dari masing-masing rangkaian kegiatan, kami mengundangrekan-rekan media hadir dalam acara press conference Pesta Rakyat JawaTimuran 2008, yang akan dilaksanakan :Hari / Tanggal :Kamis / 20 November 2008Pukul : 15.00 WIBTempat : Jl. Ermawar No. 16 Bandung (Masuk dariJl. Tongkeng, di belakang Lapangan Golf Siliwangi)Demikianundangan ini kami sampaikan seiring ajakan kepada rekan-rekan mediabersama-sama menjaga dan melestarikan seni budaya tradisional, sebagai aset nasional.Atas perhatiannya kami haturkan terima kasih.Contact Persons:Rizki Primasakti 085221600503,Haryo Septoria 08128573169, Ricky 08156089745

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s