Reunite

*postingan telat.. gapapa lah… awalnya gua nunggu-nunggu foto jepretan Imoth, tapi karena beliow sakit, gua nyolong fotonya Oki aja*

Bandung, 13 Desember 2006

Ada yang ngeh ga kalo tanggal 10 Desember kemarin adalah Hari Hak Asasi Manusia sedunia? Gua rasa banyak yang ngga ngeh sama hal tersebut. Selain dikarenakan minggu ini adalah minggu UAS—di mana dijamin yang menjadi fokus utama mahasiswa gajah duduk adalah belajar atau ngerjain take home test—memang peringatan hari HAM ini kurang populer di telinga manusia Indonesia.

Adalah KMSR (Keluarga Mahasiswa Seni Rupa), sekumpulan orang yang masih peduli akan hari itu. Mereka memperingati hari HAM dengan mengadakan dua acara. Yang pertama adalah malam sejuta lilin yang dilaksanakan pada malam minggu (9/12) di Jalan Dago. Dan yang kedua adalah ngobrol-ngobrol sama bapak pejuang pada hari Senin (11/12) di Plaza Widya.

Everyone’s invited. Tapi sayang banget mereka ga bikin publikasi yang bagus. Mereka cuman ngasih surat pemberitahuan ke himpunan dan unit, tanpa bikin poster atau sebangsanya. Padahal bukannya publikasi visual tuh salah satu keahlian mereka ya?

* * *

Gua ga ikutan acara yang malem Minggu di Jalan Dago—keburu tepar gara-gara praktikum selam dan ngerjain tugas manwir—gua cuman ikutan acara Senin malem. Tapi tenang saja… Oki sudah meliput acara yang malam Minggu, yang kemudian dituangkan dalam tulisan ini.

Rencananya acara Senin malem bakal diisi sama ngobrol-ngobrol bareng bapak pejuang (yang namanya lupa lagi.. kalo ga salah namanya Pak Samsir) dan nonton film tentang hak-hak manusia, dengan setting yang sama dengan acara malam Minggu: seribu lilin. (Yah, walopun jumlahnya ga nyampe seribu, tapi sekilas jumlah lilinnya menunjukkan keseriusan mereka, dan praktis membuat jalur Tugu Soekarno sampe Plaza Widya jadi tempat yang romantis banget malem itu)

Bapak pejuang yang hadir saat itu usianya udah 86 tahun, dan dia merupakan salah seorang golongan pemuda yang tahun 1945 dulu mendesak Soekarno dan Hatta untuk memproklamirkan kemerdekaan Republik Indonesia.

Dia bercerita tentang Soekarno, Hatta, dan Indonesia saat itu—terutama tentang mahasiswa-mahasiswanya. Bahwa mahasiswa adalah kaum terpelajar, artinya manusia yang bisa membedakan mana yang benar dan salah.

Sayangnya—mungkin karena sudah sepuh—suara bapak ini kurang terdengar dengan jelas. Ditambah lagi tiba-tiba Jodi dateng, duduk, dan kemudian curhat. Gua jadi ga konsen nih dengerin ceritanya si bapak pejuang. Tapapa lah… yang penting gua nangkep isinya. Lagi pula, demi teman jantung kan kuberi (halah :p). PS: bukan Jodi mesin yak… ini Jodi SR.

Di akhir alunan suara yang mendayu-dayu, terdengarlah suara yang cukup lantang. Yak… untuk mempersingkat waktu… bla.. bla.. bla…. Ini adalah suaranya Kopral yang kebetulan lagi jadi moderator di acara ini.

Belum juga selesai bicara, omongan Kopral dipotong sama si bapak pejuang. Gua ga denger jelas apa omongan si bapak ini, tapi intinya dia ga suka omongan Kopral yang berbunyi untuk mempersingkat waktu. Dia menilai kita—generasi muda saat ini—sebagai manusia-manusia rumit, tidak simpel seperti manusia jaman dulu. Sebagai analogi, dia membandingkan komputer dengan mesin tik.

Akhirnya talkshownya diperpanjang. Dan Kopral cemberut sampai akhir acara. Haha, Kopral, Kopral… sabar ya nak… xD

Dan karena acara talkshownya diperpanjang sampe jam sepuluh malem, acara nonton pelemnya batal. Yah… sayang sekali sodara-sodara..

* * *

Malam itu adalah malam reunite—reuni. Malam penyatuan kembali visi dan misi manusia sebagai makhluk sosial. Tempat bertemunya makhluk-makhluk yang mungkin belum saling kenal, tapi punya hak dan kewajiban yang sama sebagai manusia.

Reuni… karena juga gua bertemu kembali dengan teman-teman SR—teman seperjuangan waktu kita jadi relawan di Jogja. Ada Usman, Ijul, Jodi, Rangga, dan Kopral. Sayang nih, yang lainnya kok pada ga nongol ya?

Senang sekali bertemu kembali dengan kalian. Ternyata kalian ga banyak berubah… 😀

Advertisements

3 thoughts on “Reunite

  1. yuhuuu pertama niy :pbtw, pit ga inget tggl 10 adl HAM coz gi asyik jalan2 ke dupan 😀 (penting yak?)hehehe eniwei, salut ma rime. jiwa sosialisnya tinggi euy…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s