Global Warming as a Global Warning




You can’t make somebody understand something if their salary depends upon them not understanding it.


Al Gore [quoting Upton Sinclair]

* * *

Gua baru mengetahui betapa masyarakat Amerika dan tentu saja juga masyarakat dunia tidak menyadari dan mempercayai adanya bahaya ‘global warming’. An Inconvenient Truth adalah film yang berhasil mengungkapkannya kepada publik.

Gua pengen kalian semua—manusia-manusia Gen X dan Gen Y yang masih hidup di muka Bumi—untuk nonton film ini. Jadi gua tulis aja resensinya di sini, dengan harapan kalian akan menuliskan In Convenient Truth dalam daftar film wajib tonton kalian.

Al Gore—Wakil Presiden AS pada masa pemerintahan Clinton dan peserta pemilu Presiden AS tahun 2000 yang dikalahkan oleh Bush—telah melakukan studi yang cukup lama untuk mengungkapkan bahwa bumi telah mengalami kerusakan akibat aktivitas manusia, terutama efek rumah kaca. Jika tidak dilakukan perbaikan dan pemecahan atas masalah ini, kerusakan yang ada akan meningkat secara ekponensial dan perlahan-lahan akan menghancurkan Bumi termasuk peradaban di dalamnya.

Yap, yang dia maksud adalah ‘global warming’, isu yang sejak dulu merupakan ancaman besar bagi penduduk Bumi namun diabaikan begitu saja, termasuk olehku dan olehmu.

Global warming merupakan keadaan di mana panas atmosfer Bumi terus meningkat secara drastis dan eksponensial. Hal ini terjadi sebagai akibat dari penebalan lapisan ozon oleh senyawa CO2 sehingga sinar matahari tidak dapat kembali ke angkasa dan terperangkap dalam atmosfer. (Ini adalah penjelasan dari Al Gore yang gua tangkep waktu nonton. Mudah-mudahan aja ga salah tangkep. Untuk informasi lebih lengkap coba tanya mbah Google atau om Wikipedia…).

Semua sistem siklik yang terdapat pada dimensi ruang dan waktu memiliki keseimbangan untuk terus bergerak secara konstan. Untuk itu sistem tersebut memiliki kemampuan regulasi yang mengatur seluruh komponen beserta fungsinya untuk bekerja mencapai efektivitas dan efisiensi yang diinginkan.

Dan seperti kita tahu, Bumi—termasuk kita sebagai penghuninya—juga merupakan sebuah sistem, yang apabila keseimbangannya diganggu maka ia akan mencapai keseimbangan baru.

Apa gangguannya dan bagaimana pencapaian keseimbangan yang baru itu? Mudah, cukup dipikir dengan logika.

Gangguan kita terhadap Bumi adalah: membuang segala sesuatu yang tidak dapat ia cerna dengan baik sekaligus merusak roda penggerak sistem. Misalnya menebang pohon dan mengkonsumsi AC –> memproduksi CO2 berlebihan dan merusak penyerap CO2.

Sedangkan pencapaian keseimbangannya adalah: terganggunya atau berhentinya sistem yang ada di Bumi.

Ah.. teori…. (gaya ngomong jadul, haha..). Emangnya sistem apa sih yang bakal terganggu dengan adanya global warming? Coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang…

Ini adalah jawaban dari rumput yang bergoyang…

Efek-efek awal dari global warming adalah terjadinya bencana alam berupa perubahan cuaca secara drastis dan unpredicted. Misalnya badai Rita dan Katrina di AS, atau musim kering berkepanjangan di Indonesia.

Dengan meningkatnya suhu atmosfer, bongkahan es raksasa di Antartika dan Arktika akan mencair. Jika semua es sudah mencair, maka tidak tersedia lagi habitat darat hewan kutub. Beruang kutub, anjing laut, dan pinguin akan berenang selamanya di laut atau mendarat di tempat yang lebih hangat, dengan konsekuensi adaptasi yang tidak mudah atau berujung kepunahan.

Dan juga ketika semua es mencair, permukaan air laut akan naik, menenggelamkan daratan. Diperkirakan negara kepulauan seperti Indonesia dan negara bertanah rendah seperti Belanda akan tenggelam.

Dan yang paling menakutkan sehingga banyak orang ga percaya, adalah pencairan es di kutub akan menyebabkan penurunan suhu sangat drastis dan mengembalikan peradaban manusia kepada zaman es (ice age), dengan benua Eropa sebagai pionir.

Hah.. bagaimana bisa? (halah ekspresi berlebihan :p). Hal ini terjadi didasarkan pada teori bahwa terdapat siklus arus hangat dan dingin di samudera, di mana pergantian hangat menjadi dingin terjadi di Atlantik Utara. Air laut yang datang membawa arus hangat bagi wilayah Eropa akan ‘didinginkan’ di sini, kemudian dialirkan kembali ke Selatan. Pendinginan ini terjadi atas jasa ‘kutub Utara’. Sebenernya bukan kutub utaranya sih, tapi posisinya.

Nah, ketika jasa pendingin ini sudah habis karena mencair, maka siklus arus ini akan terhenti. Dan sebagai akibatnya wilayah Eropa tidak akan mendapatkan arus hangat sepanjang tahun dan lama kelamaan akan terjadi pembekuan. Serem betul… (Lagi-lagi ini adalah penjelasan yang gua dapet dari Al Gore saat menonton, mudah-mudahan aja gua ga salah tangkep, hehehe :p).

Efek lain dari global warming adalah terganggunya iklim mikro spesies-spesies terntentu, termasuk manusia. Walaupun disebut sebagai spesies paling adaptif dan edan gila jagoan banget, manusia tetap memiliki kisaran toleransi, di mana manusia tidak akan dapat bertahan jika berada di luar kisaran tersebut.

Tidak hanya manusia, hewan-hewan lain juga terganggu. Sehingga sangat mungkin bagi mereka untuk ‘menyebar di luar peta persebarannya’. Misalnya saja nyamuk pantai. Ketika suhu di pantai menjadi sangat panas, mereka akan ‘menjajah’ daerah dataran rendah dan pegunungan untuk mendapat habitat baru. Tidak hanya nyamuk, banyak hewan parasit dan vektor penyakit lain yang bakal senasib dengan para nyamuk.

Untuk mengatasi hal ini, hewan-hewan aktif bisa memanfaatkan anggota geraknya untuk mencari habitat baru. Namun bagaimana dengan hewan-hewan pasif seperti alga-alga yang menempel pada terumbu karang? –> Mati. Ketika air laut menjadi panas, alga akan mati, kemudian meninggalkan karang tempat dia bernaung, sehingga karang kembali putih dan tidak cantik lagi. Proses ini disebut coral bleaching.

Di akhir film yang menyajikan banyak data empiris dan visualisasi spasial ini, Al Gore menyayangkan sikap sebagian besar penduduk AS yang tidak mempercayai hasil prediksi para ilmuwan tentang efek global warming. Al Gore membuat anekdot: mereka seperti kodok yang disimpan dalam gelas reaksi di atas bunsen dengan api kecil, tidak menyadari dirinya akan mati perlahan-lahan.

It’s important to save the frog.


Gua sendiri sebagai manusia yang ga tau apakah Al Gore berbohong atau tidak, mempercayai atau lebih tepatnya menyetujui pendapatnya dan para ilmuwan lain yang dituangkan dalam film ini. Tidak ada alasan untuk mengelaknya. Manusia boleh tidak percaya, tapi fakta berbicara.

* * *

Sayang sekali ya Al Gore dikalahkan oleh manusia seperti Bush.

Dog named Bush: This guy is so far out in the environmental extreme, we’ll be up to our neck in owls and outta work for every American. He is way out, far out, man.

Rime
: You are the far out one, dog!

Advertisements

11 thoughts on “Global Warming as a Global Warning

  1. RIMA FOR 2009!!!tak heran kalo Al Gore dikalahkan oleh Bush. Coba bayangkan dalam suatu pemilihan ketua RT, ada 2 calon. Kampanye calon A mengajak warganya untuk rutin mengikuti kerja bakti tiap minggu demi keasrian dan kebersihan lingkungan. Kampanye calon B menyatakan bahwa dia akan menambah hari libur, meminimalisir tagihan2, memerpanjang jam malam bagi anak2 muda. Uda ketebak kan mana yang bakal dapat suara paling banyak?Ampuni kami ya Tuhan..>,<

  2. manusia emang adaptif, krn bisa rekayasa lingkungannya. tp sistem hidup pendukung manusia kan ga semua bisa direkayasa..kemaren dulu sempet nonton presentasi hasil2 penelitian orang2 di malay/thai, ternyata emang pengaruh perubahan iklim ini potensial banget bikin spesis2 pada punah (krn pergeseran mikroklimat spt yg elu tulis)

  3. gua jadi inget kata-katanya Mr.Big, rim.. dia bilang, global warming itu adalah proses alami biasa. dari tahun ke tahun kan selalu ada pergantian masa, salah satunya ditandai dengan perubahan suhu. seperti waktu berakhirnya zaman es.global warming buat beliau ini juga ngga jauh beda. sebetulnya saya setuju dengan pendapat Pak, eh, Mr.Big ini,.. tapi gimana ya, kalo ternyata proses alami yang berlangsung ratusan ribu tahun, ‘dipercepat’ (thanks to us, human…), menjadi beberapa dekade? kalo ga salah, peningkatan suhu bumi mulai signifikan waktu jaman revolusi industri, kan?nah, bagian yang paling penting dari fakta-fakta yang sudah digali secara saintifik ini adalah menjawab pertanyaan penting, “kalo itu semua terjadi, so what, gitchu looohhh…??” hehehe…

  4. cta: iya juga ya.. gua ga kepikiran sama hal itu.. semoga Tuhan mengampuni kita,, Amin..obot: yak, benar.. spesies2 akan banyak yang punah.. dan manusia adalah salah satunya..piki: kalo semua itu terjadi ya tinggal ‘menghitung hari detik demi detik’ seperti kata Krisdayanti, hehe.. :pdanang: iya ember.. sama seperti prediksi di film ini, cuman di TDAT prediksinya udah kejadian. kalo ga salah sih, kedua film ini satu produksi.

  5. Hihi dulu bangeth jd inget seminar yang kuikutin dulu(waktu ku masih sma), gak percaya sih. pembicaranya bilang klo CO2 itu gak menyebabkan pemanasan global, tapi pemanasan global lebih disebabkan oleh uap air. Trus dia juga bilang klo bumi sekarang lebih panas itu bukan disebabkan oleh pemanasan global tapi karna emang aktivitas di bumi lebih banyak, jadi adanya pemanasan lokal di daerah2x tertentu di bumi yang berperan serta naikin suhu bumi.

  6. secara ga langsung, pernyataan itu emang bener. karena aktivitas di bumi makin banyak, banyak polusi yang dikeluarin, salah satunya CO2-nya. sebenernya CO2 juga ga segitu ngerusaknya kalo aja dia diserap lagi sama elemen2 di bumi, misalnya sama tumbuhan, karena apa yang diambil dari biosfer secara alami akan kembali ke biosfer. tapi kalo CO2-nya diambli dari BBM fosil, CO2 yang dikeluarin ga bisa diserap oleh biosfer, karena BBM diambil dari lapisan di bawah biosfer (apa-fer gitu lah namanya..)ga ta juga deng.. ini sih setau gua..

  7. mau komen sih.. cuma kepanjangan.. males aaahh.. hihihihi.. gw tulis di blog gw aja ntar..btw.. tas yang ketiga bentuknya beda banget.. tapi ga ada gambarnya.. gak sempet di poto..

  8. Bagaimanapun juga amerika penghasil uap air paling tinggi dengan pembangkit nuklir dan batubara mereka selain cina tentunya. Kebakaran di indonesia masih kalah jauh ama mereka. Memang ada perbedaan cara pikir antara negara berkembang macam kita yg ekplorasi terus, negara maju macam mereka yg gimana caranya menghidupkan mesin2 industri secara masal dan negara post modern kaya eropa timur yg berusaha hidup kembali dengan alam yg menggunakan bahan bakar fosil seefisien mungkin

  9. UpCZzzz….gawat jg tuch..!bisa jadi manusia akan berevolusi entah gimana bentuknya. Pa lebih kerdil, or berkulit lebih tebal. ehmmm utk nghindarin sinar ultra violet yang lg nyerang kita…semoga ALLAH g’ marah ma gw n kita semua… Kasian bgt anak, cucu, cicit kita nanti…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s