My Friends in Different Species


Ini dia, makhluk-makhluk berharga yang kadang dipandang sebelah mata. Mereka mewarnai kehidupan gua selama tahun 2006…

Ini adalah kucing piaraan gua di rumah. Namanya Duff, kadang dipanggil Fifi kadang dipanggil Dodo. Gendut, kerjaannya makan mulu dan ngerusuhin orang yang lagi makan. Ga tau malu. Punya keahlian ngebuka pintu, kulkas, dan tudung saji. Punya kebiasaan buruk pipis deket tong sampah. Ganteng, tapi harus pasrah pada kenyataan bahwa pasangan hidupnya adalah kucing betina kampung, karena di komplek rumah gua ga ada kucing betina yang oke.

Kalo yang ini namanya Djadji. Nama panjangnya Djadji Djudjedjo. Nama ini terinspirasi dari nama ketua LP*M (lembaga yang paling dibenci sama unit-unit di ITB, tapi paling diharapkan bantuan duitnya, haha :D). Tinggal di Sunken Court, dan diklaim sebagai kucing milik sel.

Djadji berhasil membuat gua mengeluarkan 18.000 rupiah dari kocek pribadi buat beli biskuit Whiskas ukuran medium. Sebenernya niatnya mau patungan sama Sigit dan Gugum, tapi mereka janji-janji tinggal janji bulan madu hanya mimpi. Sama seperti kucing-kucing lainnya di muka bumi ini, Djadji adalah kucing yang ga tau malu dan ga tau terima kasih. Dia minggat dari sel gara-gara cemburu sama Geboy.

Entah didapat dari mana, tiba-tiba kucing ini ada di aquarium kosong yang ada di sel. Dikasih nama Geboy, sebagai nama junior dari Gemen (seperti Superboy dan Superman, haha..). Walaupun kami memberinya susu bayi dan bubur tim, dia ga selamat dan bertahan hidup karena terlalu dini meninggalkan ASIK (Air Susu Ibu KUcing). Emaknya kucing ini ke mana sih? Ga bertanggung jawab amat jadi emak-emak.

Empat sekawan ini nongol di depan sekre PERSMA pada suatu hari. Sebelum sempet dikasih nama, mereka udah pada kabur dari Sunken Court. Berhubung berempat, kita kasih nama Deri, Komar, Eman, dan Ginanjar aja yah..

Ini adalah kucingnya Rangga yang suka seliweran di Sunken Court dan jadi rebutan banyak orang. Kucingnya jinak-jinak babi eh jinak-jinak merpati. Matanya yang biru membuat semua manusia yang melihatnya terpesona dan bertekuk lutut (ga ketang, berlebihan..). Awalnya gua ga tau ini kucing punya siapa. Gua baru tau waktu jadi relawan di Jogja bareng si Rangga, waktu gua liat foto Boyd di HP Nokia 6600-nya yang dijadiin wallpaper. Dan hancurlah harapan orang-orang yang berminat menjadi adopter, hahaha… 😀

Lucu kan kuda nil-nyaaaaaa… warna pinky lagih.. Ini adalah pin yang gua beli di Pasar Seni 2006. Semua orang pecinta pin pada ngiri sama gua. Tapi sayang pin ini jatoh di jalan. Sayang banget ya… emang kaga jodoh kali gua sama ini pin.

Nah yang ini binatang fiktif. Setiap kali masuk ke kampus lewat jalan Ganesha, semua orang pasti ngeliat patung gajah. Ya iya lah.. wong kampus ini namanya Kampus Gajah Duduk, ya patungnya pasti gajah lah, masa babi? Walaupun gua udah empet banget sama lambang Ganesha, gua ga bisa membohongi diri bahwa binatang ini mewarnai hidup gua tahun ini. Dan berhubung gua ga sudi masukin lambang Ganesha di blog ini, sebagai gantinya gua masukin lambangnya Pasar Seni ITB 2006 aja ya.. Sama-sama gajah ini…

Burung ini namanya Domi Kecil, karena ditemukan oleh Dominic di sekitar Oktagon. Nama lokalnya Kacamata biasa, dan nama ilmiahnya Zoosterops palpebrosus. Lutuuuuu banget. Believe it or not, nyokapnya ngejemput dia sore hari pada hari ia ditemukan. Model melet: Rangga.

Namanya Cookies, tapi tulis aja Kukis lah.. biar sedikit meng-Indonesia. Anjing lucu ini punyanya Epin. Mirip anjing gua dulu yang dicuri orang, hiks hiks.. Dia punya keranjang rotan pribadi, yang digunakan oleh Epin untuk mengajaknya jalan-jalan keliling kota..

Warnanya seperti sapi, tapi bentuknya seperti kebo, jadi panggil aja dia Sabo. Dia adalah souvenir dari suatu daerah di Indonesia (entah dari Sumatera, Kalimantan, atau Sulawesi). Sudah ada di sel sebelum gua. Karena usianya yang sudah tua dan perlakuan maintenance yang buruk dari para penghuni sel, kedua tanduk Sabo ini copot, dan entah di mana rimbanya sekarang. Yang cukup mengherankan adalah dia punya foto pribadi yang miriiiiip banget sama dia.

Kucing anonim ini gua temukan sedang tertidur di atas spanduk di depan sel suatu pagi.

Kucing anonim 2.0 ini juga cuman beberapa hari nongol di sel. Ga betah kali ya diucek-ucek terus sama manusia :p

Anjing ini gua dan temen-teman temuin di Pintu Angin, pertigaan Situ Lembang-Burangrang. Wajahnya inosen, namanya juga anjing kampung..

Kucing empat sekawan versi 2.0. Punya bulu yang panjang dan haluuuuus banget, padahal emaknya kucing kampung. Jadi kita prediksikan bokapnya ada keturunan bangsawan. Tidak diketahui secara pasti yang mana bokapnya, karena di sekitar labtek biru ga ada kucing berbulu gomplok seperti mereka. Mereka susah banget dipegang, apalagi difoto. Satu di antaranya mati, satu diambil orang gila, dan dua lainnya masih hidup bersama emaknya. Kalo pengen liat, dateng aja ke labtek biru, sampe sekarang masih ada kok..

Yang ini mana hewannya ya? Pokonya ada di suatu titik deh.. Warnanya coklat aga-agak item gosong, dan rasanya enyak-enyak-enyak… Namanya kambing guling. Ini adalah acara Dies Natalisnya KMPA tahun ini.

Yang terakhir ini adalah hewan pemakan tulang yang masih diteliti kebenaran dan keberadaannya. Hahaha.. ga deng.. dia bukan hewan, dia manusia. Namanya Anna, teman terbaik gua sejagat raya. Memiliki kesibukan ekstra karena mengambil mata kuliah berpraktikum dua tingkat di TL, dengan kata lain anak ini sedang TA (Turun Angkatan, haha..). Dia mengisi hari-hari gua di KMPA, termasuk mengorganisir upacara penyiraman pake minyak jelantah yang dicampur dengan seplastik Rinso waktu gua ulang taun. Thanks ya Na.. Love you so much.

Advertisements

11 thoughts on “My Friends in Different Species

  1. ini semacam animaloscope yah?eh, kecuali anna.. hueheuehuehuehuehepi nu year, Ma.. gua lagi terdampar di sekret kalian ga jelas tujuan hidupnyah.. ahak ahak

  2. mata: masalahnya sekarang kucing2 ini udah entah berada di mana.. kecuali si duff sama kucing yang paling terakhir ntuh…dimas: ah kamu sih emang bukan penyayang binatang, tapi penyayang si itu tuh… hihihi.. *gosip mode ON*cta: iya.. ini semacam animalocsope.. belum ada yang pernah bikin kaaan…? sama-sama hepi nyu yir.. maap ya kita ga jadi jalan2 bareng.. T_Tbodhi: waduh sayang sekali kukis udah ada yang punya..

  3. Those animals, I am sure have contributed a great deal to complete your days and life in general. They must have been the center of your care pouring out and later making you a caring person,indeed. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s