Brutality at the Resto


Shabu2
: Woi… elu Cumi..! Ngapain lu ada di situ? Tempat lu di sini. Terendam dalam panci bersama para mi, baso ikan,udang, kepiting, dan kerang hijau. Lu mau coba-coba kabur ya?

Yakiniku: Apaan sih lu, ribut aja. Biarin dong si Cumi menentukan sendiri jalan hidupnya. Lu ga usah ngatur-ngatur dia. Pikirin aja tuh mehong-mehong yang mulai muncul di pantat lu…!

Cumi: Aku bingung… justru aku tidak bisa menentukan jalan hidupku sendiri. Manusia-manusia ini yang menjodohkanku dengan Pak Yakiniku. Mereka tidak mengerti bagaimana perasaanku.

Para mi, baso ikan, udang, kepiting, dan kerang hijau: Mimimimimimimi…

Kuah: Blubub.. blubub.. blubub… blubub…

Manusia: Kalian ini ribut aja..! Sebenernya kalian masih pengen dimakan ga sih? Kalo masih, tolong dong.. berikan atitud yang baik..!

Shabu2: Tapi kan….

Manusia: Diem lu panci! Di sini gua pemegang sumpitnya, jadi gua yang berhak nentuin sama siapa si Cumi bakal dijodohin: sama lu, sama si Yakiniku, atau sama sepatu gua. Udah deh, kalian diem aja… Dengan berisik gitu kalian udah ngegganggu kenyamanan makan gua, tau!

Cumi: Stop…!!!! Sudahlah… aku bosan dengan semua keributan ini. Mr. Shabu-shabu, kamu harus merelakan aku pergi. Tolong jaga teman-temanku di sana, aku akan baik-baik saja di sini bersama para daging dan ikan.

Shabu2: Tidak Cumi… tolong kembali….

Cumi: Manusia.. tolong makan aku…

……
Hening… sumpit bergerak…. dan am nyam nyam….

* * *

Saking ribut dan brutalnya acara makan-makan kemarin, perkelahian antara Mr. Shabu-shabu dan Pak Yakiniku hampir tak terdengar. Mungkin hanya manusia-manusia autis dan sumpit-sumpit bisu saja yang menyadarinya.

Peristiwa ini terjadi di satu titik di Jalan Dago. Ketika para mahasiswa Bio-Mikro angkatan 2003 sampai 2005, beserta para dosen dan alumni, berbondong-bondong menuju tempat itu. Pada saat itu–tanggal 4 Januari 2006 pukul 17.00–mereka dengar akan diadakan acara syukuran Bioexpo 2006.

Dan apa yang terjadi, semuanya terangkum dalam formula ini:

All u can eat + gratisan + orang2 ga tau malu
= BRUTALITY


Termasuk yang satu ini: di akhir acara, Ibnu maju ke depan, mendekati MC, mengambil mik, dan kemudian berkata “Makasih ya buat mas-mas yang udah melayani kita dengan baik. Maaf ya kami udah ngerepotin….”

Dan anak-anak lain, terutama para cewek berteriak “Adeuuuhh… Yang mana Nu… yang mana…?”. Hahahahahaha… 😀 (U know what we mean lah ya… :p)


The resto


The mostah..


The people


Novi dan Ibnu, Ibu dan Bapak Brutal Nasional


Para dosen bersama Wildan dan Lendy


Semeja dengan Fajar


Brutal kaaaaannn…?


Foto bareng.. yang motonya teu baleg.. haha xD

Advertisements

9 thoughts on “Brutality at the Resto

  1. miyazaki setahu saya, tidak ada sertifikat halal dari MUI…demikian juga Hanamasa.dengan kata lain, resto2 all you can eat itu (setahu saya) tidak mempunyai sertifikat halal..padahal di foto, banyak yg berjilbab ikut makan..apa tidak takut barang haram masuk perut?? 😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s