Indonesia Raya Merdeka Merdeka



Sejak dua hari kemarin, jika menonton berita di televisi, dapat dipastikan Anda melihat cuplikan rekaman video lagu Indoesia Raja yang ditemukan oleh Roy Suryo dan kawan-kawan di Belanda melalui media maya. Dikatakan pula bahwa selama ini baik kaum muda maupun tua dinilai ‘salah’ karena hanya menyanyikan lagu ini secara sepenggal.

Ah.. tapi menurut Saya, hal ini bukanlah sesuatu yang menggemparkan. Karena sejak SD Saya sudah mengetahui hal ini, bahkan sampai cerita tentang berubahnya Indones Indones mulia mulia menjadi Indonesia Raya merdeka merdeka. Dan Saya yakin, pada saat itu bukan Saya saja anak SD yang tahu mengenai hal itu. Yang baru bagi Saya adalah fakta bahwa ternyata terdapat beberapa jenis irama yang berbeda dalam penyanyian lagu ini.

Dalam rekaman video tersebut, lagu Indonesia Raya dinyanyikan dengan irama cepat, sesuai dengan derap langkah para pejuang yang dicitrakan di sana. Sama sekali berbeda dengan irama yang selalu kita nyanyikan dalam upacara bendera setiap Senin dan Sabtu. Kalau boleh memilih, Saya lebih memilih irama versi asli yang diciptakan oleh Wage Rudolf Supratman, yaitu irama Oepatjara, Djangan Terlaloe Tjepat.

Tidak terasa, sudah genap 4 tahun Saya tidak pernah mendengar dan menyanyikan lagu ini. Pertama, karena sekarang berada pada tingkat yang lebih tinggi sejak 4 tahun lalu, yaitu sebuah tingkat dimana Saya bebas dari belenggu seragam putih abu-abu. Kedua, karena selama 4 tahun ini Saya tidak tertarik untuk menyimpan lagu ini dalam playlist MP3. Dan saat pertama kalinya mendengarkan kembali lagu ini dengan segala keaktualan sejarahnya, Saya merinding dan merasakan sesuatu yang berbeda.

Ternyata lagu ini begitu indah, begitu kuat, begitu megah. Coba dengarkan dengan khidmat, dan kemudian pikir… tidak ada lagu kebangsaan lain yang melebihi kemegahan lagu ini. Mungkin Anda berpikir bahwa penyataan tersebut hanyalah sebuah efek nasionalisme dadakan sesaat setelah mendengarkan lagu ini, tapi tidak menurut Saya.

Mungkin jika dilakukan survey terhadap pelajar-pelajar muda Indonesia tentang apresiasi mereka terhadap lagu ini, sebagian besar hasilnya akan mengacu pada “lagu ini membosankan”. Bagaimana tidak, setiap hari Senin atau Sabtu kita harus menyanyikan dan mendengarkannya, mengantarkan sang merah putih mencapai puncak tiang atau kembali ke tangan pasukan pengibar untuk dilipat kembali. Bagaimana tidak, saat mendengar lagu ini, tangan kita harus merasakan pegal karena kaku berada di depan pelipis.

Tapi, jika kita mau meluangkan waktu untuk berpikir dan merenung sejenak, membayangkan bagaimana perjuangan dan perjalanan lagu ini sampai pada waktu di mana guru SD kita mengajarkannya pada kita, maka niscaya apresiasi kita terhadap lagu ini akan berubah. Mudah-mudahan para pelajar yang memiliki pemikiran yang sama dengan Saya-4-tahun-yang-lalu kini memiliki pemikiran yang sama dengan Saya-sekarang.

Merdeka…!

Advertisements

10 thoughts on “Indonesia Raya Merdeka Merdeka

  1. Hmm…..gue tambah merinding klo denger lagu Indonesia Raya di kumandangin pas event2 internasional…kyk macem AFC kmrn..gue smpt rekam…[taro di MP]walo hasil nya gak bagus2 bgt..tapi klo lu ada di sana pas seluruh penonton nyanyiin tuh lagu..asliee bikin merinding ^_^S 03 CI

  2. Tanggal 17 ini aku upacara di sini. Me-refresh kembali darah perjuangan yang mengalir.Tiap tahun kita peringati tapi kok lambat sekali semangat juang bangsa ini tumbuh. Apa mungkin setiap tanggal 17 semua orang harus upacara ya…

  3. setubuh, eh, setuju sama soechi…lebih terasa geregetnya waktu dinyanyiin di stadionbadan merinding semua…om Roy mah nggak usah dipikirin, emang suka begitu dia :-Psaya?? biasanya pake kata ganti orang pertamanya : gua

  4. #mata: ya udah ntar tanggal 17 Agustus lu ikut aja upacara di alun-alun *sotoy, padahal mah alun-alun solo aja gua ga tau letaknya di mana, hihihi..*#m fahmi aulia: monggo-monggo.. toh postingannya berhubungan kan?#soechi: mungkin karena kita bangga ngedengerinnya, makanya jadi berasa gimanaaaaa gitu. beda sama kalo lagi upacara jaman SD.#frl: sepertinya emang kudu begitu. wah, hebat euy, masih suka upacara 17-an ya? gua sih sejak lulus SMA ga pernah nyengajain diri ikutan upacara 17-an.#dzaia-bs: abisnya kalo pake ‘gua’ kesannya ga serius.. ini gua lagi pengen serius, heuheuheu.. :p

  5. deuh, mpok.. kayanye postingannya prematur nih.. harusnya dibikin pas 17-an.. x)btw, gue parah juga ya.. bahkan udah sampe kuliah gini belum pernah denger tentang berubahnya Indones Indones mulia mulia menjadi Indonesia Raya merdeka merdeka.. huhuhuuuu T.Towya, kalo pas upacara biasanya dulu gue sama temen2 gue suka pura2 sakit ato ngobrol haha hihi berdirinya di blakang..argh, rasa nasionalisme anak2 jaman skarang memang smakin memprihatinkan..*sok2an jadi anak jaman skarang.. SMU nya kapaaaannn coba’..? xP*

  6. Rim, skrg nih apa2 yg bakal bikin heboh kyknya selalu dimunculkan. ada org2 yg pengen ngancurin bangsa ini dgn segala cara. padahal utk jadi versi yg skrg selalu kita dengar,pasti ada pertimbangan2nya oleh para founders.Aku selalu getol kalo upacara bendera, makanya sering jadi petugas upacara dgn sikap sempurna…upacara 17-an di istana juga selalu kutonton…anak kolong gitu loo…

  7. do NOT believe whatever that suryo person says.. just.. DONT.waktu guru sd gw ngajarin lagu ini, dia pake penggaris kayu segede gaban, getok2in tu penggaris ke papan tulis sebagai pengganti metronom.

  8. #nona nieke: gua emang suka yang prematur-prematur (halah.. apaan sih?). ttg lu ga tau ttg perubahan itu, itu mah wajar, da ga semua guru IPS di Indonesia sekeren guru IPS gua, hahahaha… xD#mba endang: setuju bu..!! btw, dulunya paskibra ya? sama dooooong.. :p#bodhi: kalo gua sih percaya aja sama dia, toh ternyata memang dia kan yang menemukan file itu. yang ga gua suka adalah ke-sok-sok-an dia sebagai refounder-nya itu loh..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s