Paradigma Jongkok: Yang Lain Nothing


*ini hanya uneg-uneg, tidak ada tujuan untuk mendiskreditkan jurusan apapun*

Saya sempat terkejut saat selesai membaca tulisan pada blog seorang mahasiswi Gajah Duduk tentang pendiskreditan salah satu jurusan di kampus ini. Tulisan tersebut ditulis pada tanggal 19 Agustus 2007, namun kemudian dihapus dan disubstitusi menjadi ‘Pernyataan Permohonan Maaf’ pada tanggal 22 Agustus 2007. Salinan tulisan asli dapat dilihat di blog milik M. Fahmi Aulia.

Yang ingin saya bahas di sini bukanlah unsur-unsur intrinsik tulisan tersebut, tapi perbincangan yang terjadi setelah saya melemparkan topik ini kepada teman-teman sebagai bahan rumpi diskusi.

Apalagi pilihan keduanya dia milih jurusan kelas menengah ke bawah… P********..


*dalam perbincangan ini, persepsi tentang frase ‘menengah ke bawah’ adalah jurusan dengan passing-grade rendah*

Hmm, jika jurusan yang menurut saya cukup ‘berkelas’ saja dianggap sebagai ‘jurusan kelas menengah ke bawah’, lalu bagaimana dengan jurusan saya? Mungkin akan dianggap sebagai ‘jurusan yang sangat rendah dan terseok-seok’.

Tapi emang bener sih, jurusan itu emang kelas menengah ke bawah.

Komentar itulah yang terucap oleh seorang mahasiswa jurusan Teknik S**** angkatan 2004. Mendengar jawabannya yang lugas dan blak-blakan, iseng-iseng saya kemudian bertanya tentang ‘status’ jurusan saya di mata dia, apakah senasib dengan jurusan P, ataukah mungkin lebih buruk.

Lu mau jawaban jujur apa pura-pura?


Jujur.

Jujur sih, iya.


Oke. Sekarang coba beri alasan mengapa jurusanmu berstatus ‘menengah ke atas’.

Karena para lulusan jurusan kami akan sangat berguna dalam membangun bangsa, dan yang lain tidak.


Membangun bangsa? Ya, ya, membangun bangsa. Oke. Terus terang saya geli mendengar jawabannya. Percaya diri sekali calon insinyur yang satu ini. Apa dia tidak pernah mengetahui betapa rumitnya definisi ‘pembangunan Indonesia’? Apa menurut dia pembangunan terbatas pada pembangunan gedung-gedung, jembatan-jembatan, atau infrastruktur lain yang notabene mereka kuasai secara teknis? Apa dia tidak mengetahui eksistensi disiplin-disiplin ilmu lain seperti hukum, ekonomi, dan politik? Apa dia tidak mengetahui bahwa lulusan ITB hanya akan menjadi kuli dalam pembangunan bangsa?

Mental membangun, mental merusak, mental menjatuhkan, mental Orde Baru.

Ya, memang benar setiap orang berhak menyuarakan pendapatnya. Jika boleh membanding-bandingkan antar lulusan jurusan, saya juga punya pendapat. Dalam penilaian saya, profesi yang lebih berguna dan lebih worth to exist adalah profesi yang tidak merusak lingkungan, buka profesi pembangun dan perusak lingkungan. *jangan panas, ingat, ini hanyalah pendapat pribadi*

Bocah bermental Orde Baru ini ternyata tidak berbeda dengan mahasiswi yang secara terang-terangan menulis tentang ketololan jurusan lain di blognya: masih melihat dunia dengan kacamata kuda. Parahnya lagi perilaku ini dibarengi dengan chauvinisme: merasa jurusannya sendirilah yang paling superior. *kalo bahasa iklannya sih “Yang lain nothing”*

Kurang bergaul dan sok tahu. Menurut saya kedua anak bangsa tersebut pantas diberi cap ini. Mereka terlalu cepat mengambil kesimpulan tanpa mengumpulkan data secara lengkap terlebih dahulu. Saya jamin, mereka pasti tidak akan percaya cerita tentang seorang pemulung yang menjadi milyarder, karena otak mereka tidak akan sampai pada pemikiran itu.

Ternyata kampus ini berisi mahasiswa ber-IQ ‘loncat’ tapi ber-paradigma ‘jongkok’ terhadap pluralitas.

————————

Update:

Setelah tadi berbincang-bincang dengan Aan (Fisika ’99), ternyata yang dimaksud dengan ‘jurusan menengah ke bawah’ dalam tulisan tersebut adalah ‘jurusan yang diincar oleh kaum berstatus ekonomi menengah ke bawah’. Dalam pandangan masyarakat kampus, lulusan Teknik P******** memiliki kesempatan besar menduduki jabatan ‘pengambil keputusan’ dalam pemerintahan.

Tapi karena terlanjur sudah ditulis, yo wis lah rapopo.

Advertisements

52 thoughts on “Paradigma Jongkok: Yang Lain Nothing

  1. Hhhh… malas berkomentar untuk hal (postingan) ini =)…tapi, gara2 mbaca ini:…Setelah tadi berbincang-bincang dengan Aan (Fisika ’99),…Jadi pengen nitip salam buat Aan… halo Aan, apa kabar? *lho, OOT berat…

  2. salah, me!! jurusan gw tu paling atas..nggak tau sih atas apaan sebenernya… . emang atas apaan coba?! begitulah nasib anak itb…suka rada2 rusak otaknya gara2 didudukin gajah mulu! ehehehe santai me, santai…

  3. ini nulisnya pas kepala lagi panas ya?emosi banget sih, santai aja lagi…daripada ngurusin begituan, mendingan kerjain deh tu TA.jangan sampe nambah satu semester lagi…kasian tuh ortu, pengen cepet2 liat anaknya pake toga di Sabuga 🙂

  4. ehm, kepada orang2 yang merasa mereka terlalu pintar dan orang2 lain itu bodoh, dan mereka merasa sangat berguna dalam membangun bangsa dan negara daripada orang lain yang bukan dari jurusannya atau dari luar kampusnya, atau orang SELAIN DIRINYA:get out from the shell, dunia itu luas. belajar yang bener ya nak.

  5. setuju dengan ikram paling tinggi itu astro.paling depan SR sama sipil :D.Dah sarjana itu padahal yang bikin blog. Kalo menurut seniro2, begitulah mutu lulusan itb sekarang

  6. #kangtatantakwa: naon ieu teh? iklan? ngiklan mah di blog sendiri atuh kang, jangan di blog orang :p#goio: iya nanti disalamin sama Aan.. dia lagi sibuk kuliah ‘kebijakan’ tuh semester ini, ehehehehe.. #ikram: yeah, i know what you mean.. dan jurusan yang paling hidup adalah biologi, if you know what i mean, kram.. xD#mandakriting: ember.. bukan bikin patah hati lagi ini mah, bikin orang marah2.. (liat aja komen di blog orang bersangkutan). orang yang pengen kuliah karena pengen belajar? masih ada, contohnya akyu dan kamyu.. sukses kuliah di UGM ya sist..! :)#m fahmi aulia: hahaha.. kata2nya sama persis sama kata2 nyokap gua :p (iya nih, secara gua waras, makanya gua posting tulisan ini di blog gua, biar kalian pada ga ketularan gila 2 bocah ini)#muthe: hey, gua santay kale dari kmaren2, hahaha.. *kok pada nyangka gua emosi sih?*#olfix: ya gitu deh.. makanya bung begol dong… begol.. :p#dzaia-bs: kepala panas? enggak. gua ga mau ngulang kesalahan ketika gua menulis dalam keadaan panas. lu ga kenal gua siy.. jadi pasti nyangkanya gua lagi marah2 ya? hahahahaha… makanya baca postingannya jangan sambil ngebayangin gua lagi marah2 dong, bayanginnya gua yang lagi ‘sok menggurui’ gitu.. kan kayanya lebih asik tuh.. xD#bodhi: SATUJU AING BODH…!#sawung: hm, benar juga ya. SR dan sipil kan paling depan.. pantesan..*eh, paling depan bukannya pos satpam ya?* :p

  7. kalo dibaca lagi, di tulisan ini ternyata banyak sekali didapat kesalahan penulisan..maklum lah.. kmaren postingnya buru-buru, bisi pulangnya keburu malem dan ga dapet angkot, hehehe..kayanya ikram gatel pengen ngritik tuh, hehehe..sok lah mangga kritik aja ^^

  8. aduh gimana jurusan gue ya..bio dah gitu UNPAD pula..huhuhu, eh salam kenal ya..rime ini yg ikutan milist ypbb bukan..soalnya pernah baca di milist yppb postingan rim bioitb03

  9. hahaha.. lucu2.. di itb masih ada yang sok tahu karena kurang gaul.. tau darimana jurusan itu lulusannya paling berguna kalau yang bersangkutan aja belum lulus? jangan-jangan nanti begitu lulus saking putus asanya nggak terbukti paling berguna sampe gantung diri lagi.. 😆

  10. #ikram: oke deh kram, selamat berlibur dari kritik-kritikan..#uknee: yah mbak, jangan termakan omongan bocah2 itu dong.. semua jurusan sama aja kok.. btw, iya ini rima bio itb ’03#pebbie: iya, gua juga heran.. otaknya lagi di-switch off kali ya, hahaha.. jadi inget peristiwa beberapa bulan kmaren

  11. ah, soal menerima keberagaman sih masalah jam terbang euy. kalo orang yg hanya bergaul di kalangan itu-itu aja dan punya paradigma yg gitu-gitu aja mah jelas aja stagnan dan gak berkembang. makanya, mari mulai belajar menghargai perbedaan. *naon sih, urang*huhu, blogwalking!

  12. BEUUUHHHHHHHHHHHHH…………….Sangar ni si teteh,..Ampun me,..ampun,…..sadar urang, kalo urang di jurusan paling merusak,..ampunn me…tapi mau gimana lagi,..demi,..”demi PEMBANGUNAN BANGSA”…. :pPendapat AAN, itu adalah dari segi ekonomi,..tapi yang gue tahu beda, sama dengan cara pandang lu,..(gue tahu, karena yaa gue tahu.. :p ) paradigma “kelas tengah atas bawah” di ITB adalah jurusan yang keren, grade SPMB tinggi, kumpulan orang2 pinter.. dan lulusan yg bakal kaya nantinya…Pengaruh grade keilmuan yang diciptakan Pendidikan Kita emang najonk siah,.. tambah lagi si ITB tea sekarang make nge-grade TPB untuk jurusan dengan IPK.. mungkin bocah2 yang berotak jongkok kayak 2 orang itu bakal nambah di ITB di tahun2 mendatang…Apa mereka ngga pernah mau bergaul dengan jurusan lain apa,..duduk , ngobrol, liat tugas2 mereka, liat TA mereka, liat KP mereka, liat cara pikir mereka,.. THaTs the REal Heaven in ITB…When you know something else that you never known…Hmmfff………kok gue juga jdi emosi ginih ya..*Comment terpanjang gue dalam sejarah…..huahaha

  13. blah!!! adapani!!??pa ustad bilang.. masi ada langit di atas langit..pa lurah bilang.. masi banyak orang bodo yang pengen kuliah tapi ga punya dwit..juragan batik bilang… jadi orang kaya juga gak ada syarat harus kuliah ko..ikikiikikikkkkkikikik…

  14. Huahaha..ada-ada aja nih orang ya..Bangunlah, jangan tidur aja..hehe..Intinya sih semua ilmu bisa sangat bermanfaat kalo paham ilmunya dan tau cara penerapannya..Aneh aja ada kelas atas kelas bawah..Rime, did you see her ? Huahaha

  15. hehehe….halo, ini gw salah seorang personil dari 2 bocah yang rima sebutin di postingan ini kawan… ada juga nih gw di blog lu ma…dan sampe detik ini gw masih kagak bisa utak atik blog gw sendiri ;(tapi gw mo klarifikasi nih…”Karena para lulusan jurusan kami akan sangat berguna dalam membangun bangsa, dan yang lain tidak”… gw tidak mengucapkan kalimat terakhir ini yak…. pantesan waktu itu lu serius betul ma.. padahal gw kan cuman bermaksud narsis dan “sing-demi-na-oge” gak ada maksud buat under estimate jurusan laen…sebenernya gw cuman bilang “salah satu indikator kemajuan ekonomi suatu negara adalah pembangunan infrastrukturnya”–> ini gw nyatut omongannya dosen struktur kayu gw loh…mungkin waktu itu kondisinya “panas” kali yeee….ditambah lagi si koko yang ikutan ngasih suara… di jero hate urang teh :”lah..lah… naha jadi kieu… pan urang mah hayang mere nyaho eta hungkul…” tapi ya sudahlah… sugan teh moal di seriuskeun…begitulah kakak… punten ah upami seueur kalepatan… abdi mah masih kencur, da teu maksad… eta obrolan teh no heart feeling tea geuningan…

  16. Duh rime emosi nih.Kasihan gw ama si penulis itu.Bebas berpendapat sih boleh, tapi sayang pendapatnya itu loh.Mana ampe menghina-hina lagi.Dia harus belajar membuka pikirannya.

  17. saya ikut nimbrung ya. bolehkan? saya punya pendapat begini, ternyata di kampus Rime pun ada ya ego-ego jurusan. yang mengaku paling top lah. yang mengaku paling inilah dan lain-lain.saya pernah dapet pencerahan dari materi seorang dosen dari sebuah universitas negeri dari kota Malang, Jogjakarta, dan Bogor saat ada acara sharing Pimnas XX di kampus saya tentang menumbuhkan bidang penalaran mahasiswa. cukup membuka wawasan dari mereka itu.budaya kompetisi memang harus dimunculkan, tapi bukan berarti harus memunculkan ego-ego pribadi yang sebenarnya tidak perlu. saya kira dengan bersikap rendah hati itulah yang lebih baik. kampus dan jurusan bolehlah top, tapi tetap harus low profile dan jauh dari ego-ego kebanggaan.ups, sori kalau kebanyakan berkomentar 🙂 *mudah-mudahan kita bisa saling berefleksi bersama.

  18. seru juga nih ngebahas si nona nita dengan postingan kontroversialnya. blognya jadi forum hina menghina antar sesama blogger. tapi hikmahnya, si nona nita ini jadi tekenal loh me. hehehe…

  19. alah siah.. banyak komentar.. gini nih akibatnya kalo nulis sesuatu yang kontroversial, hahaha…#veinz: setuju!!!#leksa: selamat atas komentar terpanjang anda dalam sejarah :p#frans: iya, yang paling penting adalah HOKI, hahahah xD#FRL: setuju juga pak! btw I don’t see her..#sawung: iya, Ponti vs Paloh, hahaha.. kocak, kocak..!#anonymous: ember..!#mandakriting: hahaha… gpp kali de.. :p

  20. #jupri: *ga emosi mode ON*ALAH… PEMBENARAN SIAH… UDAH JELAS-JELAS LU NGOMONG GITU. TANYA AJA SI KOKO SEBAGAI SAKSINYA, HAHAHAHA…pantesan waktu itu lu serius betul ma –> secara saat itu gua lagi ngajak diskusi serius.. dan kalo gua liat dari ekspresi muka lu, lu juga serius.. *pemojokan jupri mode ON*santey we, da saya juga lagi ga emosi nulisnya juga. SECARA YA JUP, waktu gua mencoba nyeramahin lu, tapi lu-nya ga mau denger gitu.. ya udah we gua ceramahin di blog. pan sakalian biar jurusan S**** jadi tambah terkenal..kita semua di sini bau kencur, makanya jangan ngerasa hebat dari yang lain.. oke dik.. 😀

  21. #bram: gua lagi ga emosi Bram.. emang begini cara nulis gua: terlihat seperti emosi. padahal mah biasa aja ^^#eriek: oke Pak Eriek, terima kasih atas komentarnya :)#hendricus: alo juga.. lagi belajar komen ya? hihihi..#mr. cappuccino: iya, tapi terkenal sebagai ‘terdakwa’.#FRL: gapapa.. bebas nyampah kok di sini :p

  22. Fiuhh…abis liburan dpt postingan kyk gini… (“,)pdhl td baca-nya mata agak kriyep2..eh jadi malah melotot skrg…well…udahlah…mau jurusan atas-menengah-bawah kyknya itu gak penting deh, yang penting itu..gmn caranya agar bangsa ini dpt maju dgn kordinasi masing2 jurusan di kampus masing2…begitu… ^_^Ssstt…..Rim’ komen gue nyambung gak ? maap nih klo gak…gpp ya yg penting komen **alaahhh…. :pS 03 CI

  23. #gredinov: ya sih, enaknya dibikin ujian per jurusan aja. tapi kayanya ITB belum mampu nyampe sana, karena banyak hal yang harus dipertimbangkan..

  24. um….gw setuju pendapat atro paling tinggi, oceano paling rendah hahahahahah……..planologi menurut gw keren abisssshahahah jadi narsis gw, yang jelas mah semua ilmu itu harus saling kerja sama.ga ada yang dibawah ga ada yang diatas, sejajarsipil tanpa plano apa daya…..semua kan harus berdasarkan keputusan…plano tanpa yang lain pun ga bakal sempurnajadi harus saling mengisi:)

  25. poor nita,tapi kayaknya wajahnya lumayan juga yah huahahahahaha….jd inget si panca dan si miing, nyaris gue (n temen2 gue) abisin tuh 2 bocah…btw, rim, loe suka ngobrol sama Aan? wah wah wah…

  26. #tribas: panca sama miing mah beda perkara atuh bang sama yang ini. iya, gua suka ngobrol sama Aan, pan sekarang gua ma dia sejurusan, cuman bedanya gua S1 dia S2, haha.. btw, dirimu anak PSIK juga ya?

  27. Beuh me…ni anak satu (yang eta lah pokona mah)kayaknya gak pernah hidup dengan keadaan susah!!! Kita semua ini cuma “beruntung” bisa kuliah di ITB. Kita semua masih ngegunain keringat rakyat cuy..Walo ITB dah BHMN, ttp aj masih disubsidi duit rakyat bouy… Jadi gak usah ngerasa kepedean bisa ngebangun bangsa deh…Ko bangun dulu aja etika dan moralitas ko, baru bicara bangun bangsa…Humpfhhh…sori ni me, jadi ikutan panas bouy…Wajar….banyak perusahaan yang bilang lulusan ITB “sombong”, jangan lah kawan, tak baik tu….Lebih baik hidup dengan pandangan yang murni, dan berusaha menilai semua hal tanpa pretensi…(ni gw kutip dr Angga tua me…)Hehe, blog lu makin populer aje me…anak2 05 aj sampe pd rutin berkunjung. (wah panjang pisan comment urang :))

  28. Me, pernah ga merasa bahwa sebagai mahasiswi “kampus menengah atas”, sering juga secara nggak sengaja mengunderestimate mahasiswi “kampus terseok seok” yang otaknya pasti lebih dodol [walopun setelah lulus belum tentu mereka “nggak kurang berguna buat bangsa”]?

  29. @tribas,..Beda cuy,.. justru kalo kasus si Ivan itu, kalo mau disama2in ama kasus nita, bisa aja sama… sama nya dimana? ya itu, si ivan ngomong apa untuk anak SR di blognya?? inget ga situ? itu baru punya korelasi yang pas..ivan = nita…”jangan sombong…entah karena jurusan,..entah karena merasa diri paling benar …ga pantas di hadapan Bangsa dan Almamater,..apalagi Tuhan…,.. sighhh…..”

  30. #ridwan: satuju pak.. satuju!!#isnuansa: mungkin pernah, tapi kalaupun iya, itu bukan karena kapasitas otak, tapi karena perilaku misalnya: DANDAN ADALAH SEGALA-GALANYA –> gua kurang respek sama mahasiswi yang kek gini. piss ah.. ;)#anonymous: tolong dong mas/mbak, kalo mau berkomentar pake identitas yang jelas.. gua ‘no comment’ untuk masalah ivan dan miing

  31. @ anonymousBlog yang mana? loe confirm dulu ke Ketua KMSR (?)..si darto… tulisan itu tidak pernah ada bung…fitnah belaka iyah…toh kalo lu orang gentle, seperti kata rima, jangan anonymous donk… hehehe.. Pake maksa Ivan telanjang (pake CD doank) didepan umum pula… dah salah, sok jagoan pula… eeeee nge-gebukkin pula (katanya temen??? kenal???)jangan-jangan anonymous = nita?comment tanpa tau fakta alias absurd huahahahaha 🙂 piss ah..@ rimaiyah, gue anak (alumni sekarang) PSIK.To: anak2 meteorologisumpah deh, gue pernah baca salah satu literatur meteorologi, susah betz… kalo akurasinya kurang dalam menakar gejala cuaca (langit) ya wajar saja, lha wong ternyata theorinya juga susah betzzz.. salut lah sama kalian yg belajar metorologi… keep fighting man!!!Indonesia sangat butuh kalian!!!

  32. @tribassi anak SR yang minta pertanggungjawaban aneh ke Ivan emang salah, gue tahu itu ga pantes,.. apalagi pake acara gebuk..Tapi apakah tulisan blog itu ada atau ngga? fitnah kah?? heheh.. i know.. gue baca seblom di hapus…

  33. #tribas dan mas anonymous: dengan tidak mengurangi rasa hormat, tolong ya mas-mas berantemnya jangan di sini.. cari tempat lain aja.. pis.. 😀

  34. Masa gara-gara kayak gini ampe ada yang telanjang n digebukin itu gimana ceritanya..Wadoh, apa enggak ada yang lebih penting lagi yang bisa dikerjakan ya..Makes me wonder..

  35. WAH! gw pernah posting yang serupa. Rime, inget pepatah Tong Kosong Nyaring Bunyinya kan?bagi gw -yang sangat mengagumi profesi ilmuwan, dlm bidang apapun ini-, ilmuwan itu ada di level teratas derajad makhluk intelek di muka bumi. Bayangkan! mendedikasikan hidupnya demi perkembangan ilmu di muka bumi, menguak misteri Tuhan dengan sains. Isn’t that sweet? sejatnya kita semua ini serantai.. hilang satu, pincanglah dunia.. tenang, Ma.. lu tetep idola gw! Begini seharusnya remaja Indonesia tumbuh berkembang.. ;p-cta-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s