Bawa Kempis? Why Not?


Orang mengangkut sampah botol kemasan air minum

*Saya hampir lupa bahwa hari ini adalah Blog Action Day. Setelah googling, Saya kemudian menemukan sebuah topik yang cukup unik, penting, dan terabaikan*

Pernahkah kamu bayangkan berapa jumlah botol air minum dalam kemasan yang kamu konsumsi selama hidup? Pernahkah terbayang pula bagaimana nasib botol-botol itu sekarang? Saya berani bertaruh, pasti tidak pernah. Karena ukurannya yang relatif kecil dan harganya yang relatif murah, botol minuman memang jarang diperhatikan ‘kehidupannya’ oleh si empunya.

Menurut situs Union of Concerned Scientist, dibutuhkan sekitar 1,5 juta barel minyak bumi (cukup untuk menjalankan 100.000 mobil selama setahun) untuk menghasilkan botol-botol plastik di Amerika Serikat, dan untuk mendistribusi botol-botol ini dibutuhkan ribuan galon BBM tambahan. Selain itu pembakaran bahan bakar fosil untuk menjalankan mesin produksi memiliki peran dalam percepatan pemanasan global karena menghasilkan emisi gas rumah kaca ke atmosfer.

Berkembangpesatnya produksi air dalam kemasan menyebabkan turunnya kadar air pada tanaman yang hidup di area penyedotan. Hal ini akan berpengaruh kepada petani dan konsumen tanaman tersebut. Untuk menghasilkan 1 galon air dalam kemasan, 2 galon air terbuang untuk proses purifikasi (pemurnian). Betapa mubazirnya sistem ini.

Permasalahan tentang air minum dalam kemasan tidak terbatas pada proses produksi, tetapi juga pada tahap pascakonsumsi. Seperti yang kita tahu, plastik membutuhkan waktu ribuan tahun untuk dapat terdegradasi oleh mikroba dekomposer. Dan dalam kurun waktu tersebut Bumi harus menampung berton-ton sampah botol tersebut dengan segala resiko racun yang akan diserapnya.

Lalu langkah konkrit apa yang bisa kita lakukan?


Hindari sebisa mungkin membeli air minum dalam kemasan. Usahakan membawa air minum sendiri dari rumah
dengan menggunakan tempat air minum khusus atau botol minuman bekas. Jika di kampus kita disediakan air tap, manfaatkanlah fasilitas tersebut sebaik mungkin. Air tap sangat aman untuk dikonsumsi karena telah melewati uji klinis.

Selain berkontribusi terhadap lingkungan, dengan membawa air minum dari rumah, kita juga bisa menghemat uang jajan.. 😀

*Saya jadi ingat kempis (tempat minum) Saya waktu TK.. yang warnanya pink.. :D*

Advertisements

3 thoughts on “Bawa Kempis? Why Not?

  1. kalau isi ulang botol aqua dari dispenser kantor (untuk dibawa pulang tentunya), termasuk salah satu aksi nyata penyelamatan lingkungan nggak yah.hehe. yang jelas gw sering banget tuh melakukan hal itu 😀

  2. #cecep: hehehe.. sebenernya saya juga sering kek gitu.. tapi gpp.. refil pake dispenser kan lebih baik daripada beli botol kecil baru. air minum dalam kemasan galon kan hanya ‘bersalah’ pada pemborosan air untuk purifikasi, sementara untuk masalah pencemaran dia ga terlalu bersalah.. (apaan sih? hahaha…)

  3. jarang banget diriku membeli air dalam kemasan. biasanya bawa dari rumah. kebetulan, salah satu alasannya ya seperti yang dikau tuliskan disini ini rim. tapi alasan lainnya lagi karena aku nggak bisa minum air yang dingin sekali. padahal setiap beli air kemasan disini, banyakan dinginnya. jadi males deeh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s