Drunken Monster, Kapan Sekuelmu Keluar?

Setelah membaca buku ini –buku karangan orang gila ini– saya baru menyadari bahwa saya telah terlalu serius menyikapi hidup. Saya juga sering menjahili orang lain, tapi saking seriusnya, saya hampir selalu memastikan –pada akhirnya– kepada orang yang terjahili dengan kata-kata “Hey, gua becanda doang kok..”. Beda sekali dengan Pidi Baiq, yang sepertinya –bukannya tidak peduli– membiarkan si orang terjahili pada akhirnya menyadari bahwa dia telah dijahili.

Jika ini adalah kisah fiksi, mungkin reaksi saya akan datar-datar saja saat membaca buku ini, dan saya akan berkomentar “Belebai kali pun pengarangnya”. Tapi ini kisah nyata, dan menurut saya, cerita-cerita yang ditulis dengan bahasa yang katanya bukan bahasa dewa ini sangat-sangat lucu untuk ukuran kisah nyata. Salah satu bagian yang paling lucu menurut saya adalah saat Pidi dan 10 karyawannya pergi ke Lembang untuk mandi air panas. Setelah berkata “Kami dari rombongan Rumah Sakit Jiwa” dan berbohong kepada petugas penjaga tiket dan satpam bahwa masih ada 2 bus lagi menuju ke sana, dia pura-pura menelepon:

“Sudah sampai mana, Pak? … Cileuwi … oh … Ciluni … Apanya…? Busnya? … Digulingkan gimana, sih? … Sama mereka digulingkan gitu? … Ah … Sekarang gimana? … -dst”

Saya ga berani ngebayangin apa yang ada di benak si penjaga tiket dan satpam saat itu. Dan saya lebih ga berani lagi ngebayangin apa yang ada di benak si Pidi. Jail pisan, dan kepikiran pisan ngejailin orang-orang dengan cara itu.

Sejak mendapatkan buku ini dari Sawung, tidak ada yang bisa menghalangi saya untuk terus membaca buku ini sampai selesai, kecuali rasa kantuk tak tertahankan yang dianugerahi oleh Tuhan. Dan saya tertawa terguling-guling sampai sakit perut dibuatnya. Ini benar-benar kumpulan catatan harian yang layak dibaca oleh jiwa-jiwa yang merasa bosan dengan monotonnya kehidupan.

* * *

Oh, Pidi, saya mencintai kehidupanmu yang konyol, sama seperti mencintai The Panasdalam-mu yang lagu-lagunya dianggap tidak enak didengar dan tidak pasaran oleh narator di sampul buku bagian belakang. Saya telah terinspirasi secara sukses bahwa hidup memang hanya main-main 🙂

Advertisements

12 thoughts on “Drunken Monster, Kapan Sekuelmu Keluar?

  1. oo…mas pidi itu punya buku juga y? kirain cuma ada the panas dalamnya…dapetin bukunya dimana? kyknya liat2 di toko2 buku di sby g ada..jangan2 khusus di jual di RSJ juga.

  2. #cewektulen: ini bukan komik Jepang kok mbak.. ini catatan harian seorang Indonesia#okky: udah, diapdet tiap hari malah :D#freethinker: yee.. emang ni orang gila beneran.. ceritanya emang seperti dibuat2, tapi ini beneran loh..#marcuz: ho oh, realistis tapi gila#sawung: emang goblog.. emang fiksi.. nuhun bukunya wung..#arnold: pasti bakal ada, tungguin aja. kalo ga ada, coba cari di toko buku penjual terbitan DAR! mizan, pasti nemu deh.. selamat mencoba 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s