28

Donna is Back


(gambar diambil dari blog Imoth)

Setelah dikabarkan alih profesi menjadi penjual panganan di depan kampus Universitas Kristen Maranatha beberapa bulan lalu, Donna kembali ke ITB.

Ada apa gerangan? Banyak hipotesis. Menurut gua sih, ada 2 hal. Yang pertama, Donna “dirilis” kembali karena saat ini mahasiswa sedang jadi musuh pemerintah terutama polisi. Tidak semua sih, tapi paling tidak sudah ada 2 universitas yang dipergunjingkan dalam berita selama 3 hari terakhir ini, yaitu UNAS dan UKI.

Yang kedua, sedang ada manusia berbahaya di ITB, bernama Sawung (Mbak Yuni tenang aja ya, dia pasti baik-baik aja :p). Menurut berita di harian Tribun Jabar, dia telah membocorkan rahasia polisi dengan memaparkan foto2 intel BIN, bla bla bla… Tapi kalo menurut gua sih, intelnya aja yang bego… jadi intel kok narsis, pake acara nyatet-nyatet segala.

Terlepas dari apa misi Donna kali ini, gua sih welkam-welkam aja, asal dia ga banyak tingkah seperti nyolong barang-barang mahasiswa atau mecahin blender seperti dulu. Asal dia bertindak layaknya orang normal yang berpura-pura sebagai orang gila, tidak merusak dan meresahkan -_-

Tampaknya Sawung harus menambah satu foto intel lagi di blognya, yaitu Donna si intel polisi di ITB.

70

Bao Chun Lai Kya Kya

Hari ini adalah tepat 100 tahun Hari Kebangkitan Nasional, juga peringatan Hari Waisak — kalo ga salah

Tapi berhubung gua ga merayakan Waisak, dan juga sepertinya akan menjadi sangat membosankan apabila gua menulis tentang Boedi Oetomo karena ribuan blogger lain juga akan menulis topik yang sama hari ini, gua ga akan tulis tentang keduanya.

Yang akan gua bahas adalah Mas Bao Chun Lai. Tentang “kya kya”, itu adalah ekspresi ngeceng…

Kalo sempet menyaksikan event Thomas Cup minggu lalu, para wanita yang jeli matanya pasti menangkap sosok ganteng ini saat bertanding maupun saat memegang Piala Thomas. Bao Chun Lai memang mendominasi tampang di Istora Senayan Jakarta sejak 11 hingga 18 Mei 2008 lalu.
Inilah citra makhluk ganteng yang gua maksud…

Bao Chun Lai
Bai Chun Lai serve

Bao Chun Lai - Thomas Cup
Saat memegang Piala Thomas


Saat menjadi model


Bahkan saat sedang biasa-biasa saja

Duh, makin kya kya nih…
Bao Chun Lai… Bao Chun Lai… Bao Chun Lai…

18

I Wanna Be Like Spongebob

Beberapa minggu lalu, gua dapet lagu ini dari si pacar. Judulnya Psychic Wall, yang nyanyi The Flaming Lips. Begini liriknya:

Patrick, you see I’m growing a mustache
And though i know, I must ask you
Does it really make me look like a man?
Spongebob, being a man is just a tough job
I hope you’re picked to be the best sponge boss ever had
Working like a dog at the Krusty Krab

Now wait a minute
I think we hit a wall
I think we hit a psychic wall

Maybe, we’re just young
And we won’t know till we’re old
Too young to free ourselves from this lonely fishbowl

Some kind of wall
Some kind of psychic wall
Some kind of wall
Some kind of psychic wall
We can get a burn

Come on
Let’s find a way to be happy
Not like Plankton, he’ll never be satisfied
Always complaining about his life
To his computer wife
You think he would’ve found by now
To be thought of as a king, you don’t need a crown

***

Coba perhatikan kata-katanya. Untuk ukuran lagu sontrek film makhluk-makhluk bodoh seperti Spongebob dan Patrick, lirik lagu ini sangatlah bijak. Bahwa kedewasaan akan datang dengan sendirinya tanpa diminta, juga tentang betapa indahnya hidup.. terlalu indah untuk waktunya dihabiskan menggerutu dan mengeluh.

Gua jadi mawas diri. Selama ini hidup gua ga rileks. Jikapun terlihat rileks di luaran, tapi bukan itulah yang sebenarnya di dalam. Terlalu banyak tuntutan dalam hidup gua yang membuat gua jadi seperti ini. Ah, gua jadi seperti Squidward 😦

Gua harus bertransformasi menjadi Spongebob.. kalo belum bisa, jadi celana kolornya aja dulu 😀

spongebob

Senangnya menangkap ubur-ubur… Ayo kita ke Bikini Bottom…!!! 🙂