8

It was not that Bored to Be a Volunteer

Beberapa hari lalu, ketika seorang teman bertanya “So, what are you doing now?”, gua menjawab “I’ve been enjoying my lazy days”. Hahaha lazy days. Meski penilaian terhadap kata “malas” akan sangat bervariatif, tapi kalo kamu tau bagaimana sibuk dan menderitanya gua waktu kerja di pedalaman Mentawai, kamu pasti setuju.

Jadi apakah definisi lazy days yang gua singgung? Jawabannya adalah hari di mana gua ke luar rumah dengan alasan yang tidak produktif secara ekonomi, tapi sangat produktif (mungkin) bagi orang lain secara manusiawi, termasuk di dalamnya adalah pacar, tukang jualan makanan, supir angkot, dan orang-orang YPBB. Loh, kok orang-orang YPBB? Iyaaaaaaaaa… gua sekarang lagi aktif jadi volunteer di YPBB.

Bukannya ga butuh duit ya.. tapi ga tau kenapa gua sekarang lagi hobi banget kerja sosial dibanding maksa kerja serabutan sambil nunggu panggilan kerja idaman. Gua ngerasa lebih berguna aja jadi manusia (halah lebay banget sih). Eh, tapi bener loh, ada rasa puas di hati yang ga akan kita dapet dengan cara lain.

Hal lain yang menyenangkan adalah gua jadi bisa jalan-jalan gratis, hahahaha… Misalnya waktu gua jadi super jenius notulis di Rapat Tahunan YPBB bulan lalu di Ranca Upas. Tempat yang sebenernya ga bagus2 amat ini adalah tempat spesial bagi gua karena ini adalah tempat gua dipelonco waktu OSPEK dulu…. waktu masih bego mau aja digituin. Gyaaa.. gua bernostalgillllaaaaa… Di sana gua menyusuri jalan setapak yang juga gua susuri 5 tahun lalu jam 12 malem. Hoho, ternyata ga ada banyak perubahan.




Di sini juga gua makan stroberi yang dipetikin Gundil entah dari kebunnya siapa, hehehe…

Dan karena letaknya deket sama Kawah Putih, pas gua balik ke Bandung, gua dan si pacar mampir aja dulu di Kawah Putih.. secara gua belum pernah ke sana hahaha… (duh, skandal nih, jangan disebar2 ya)

Kegiatan lain yang gua volunteerin (halah bahasa naon ieu?) di YPBB adalah proyek biogas di Lembang, di mana gua jadi translator seorang mahasiswa S2 dari Swedia bernama Isak yang lagi melakukan penelitian untuk tesisnya. Berhubung si gua pengen banyak belajar juga tentang biogas dan memperlancar cas-cis-cus bersama bule, kegiatan volunteering ini sangat bermanfaat bagi gua. Ow, selain bahasa Inggris, yang juga terlancarkan adalah bahasa Sunda, secara gua udah seabad ga make bahasa Sunda sebagai bahasa persatuan (halah naon sih..).

Ini nih yang namanya Isak

Nah, kalo yang ini namanya Wawa, teknisi biogas lokal dari Desa Cicalung, Lembang

Ini laboratoriumnya…

Kemaren gua ke sana lagi untuk jadi translator untuk ke-tiga kalinya. Dan tumben-tumbenan, pasca pulang dari Lembang gua pake acara nongkrong-nongkrong dulu di atap koskosannya Isak, bareng si Dom. Dan inilah buah dari keisengan kami, hahaha…



Tuh kan, jadi volunteer tuh menyenangkan. Sebenernya jadi pemulung juga menyenangkan sih, asal kita bisa mencoba narik manfaat dari segala sisi aja 🙂

PS: Tulisan ini didedikasikan untuk Anil yang sejak beberapa hari lalu berharap gua mendeskripsikan kesan-kesan menjadi volunteer di YPBB. Biar pada kabita ya Nil, hehehe… :p

Advertisements