21

Toleransi dalam Dunia Persilatan

yoko1

Kalo sering nonton Derings bangun-kikuk-bangun-kikuk, kalian pasti tau apa yang dimaksud dengan “KIKIL”. Dan KIKIL of the week kali ini adalah sontrek Return of the Condor Heroes yang dipopulerkan oleh Yuni Shara.

Seketika gua langsung teringat masa kecil gua dulu waktu jadi bocah yang hobi banget nonton Yoko. Gua masih inget tuh dulu, saking ngefansnya, sampe-sampe bahan obrolan di sekolah pun (waktu itu gua kelas 4 SD) ga jauh dari urusan Yoko, Bibi Lung, Cupetong, dan tokoh-tokoh lain, serta intrik-intrik yang ada di dalamnya. Dulu kami sempet protes kenapa Bibi Lung-nya diganti. Tentu saja karena Bibi Lung yang asli lebih cantik daripada Bibi Lung imitasi.

Dulu, saat buku diari-yang-wangi-tapi-wanginya-ga-jelas-itu masih berjaya jauh sebelum orgi apalagi binder, geng gua punya salinan lirik lagu sontrek Yoko di diarinya. Untuk apa? Yaitu untuk dinyanyiin bareng-bareng saat istirahat makan siang. (Yo oloh, masa kecil gua ga jelas banget ya.)

Suatu hari, saat tumben-tumbenan gua yang bersuara sember ini ikutan nyanyi bagian refrain-nya, tiba-tiba temen gua nyeletuk “Eh, bentar-bentar, apaan tadi? Tendangan?”

“Iya, tendangan indah pun meeeeemudaaaaar…”

Seketika itu juga geng ga jelas dengan aktivitas ga jelas itu pun tertawa terbahak-bahak, “Woi, kenangan indah bukan tendangan indah…!!!”

Loh, ini kan film silat, wajar dong ada kata-kata tendangan-nya. Harusnya masih bisa ditoleransi lah… Kalian ga belajar PPKn ya?

Sayangnya saat itu gua ga kepikiran buat ngomong kayak gitu.

Pesan moral: Lakukanlah toleransi pada tempatnya.

Advertisements