Robin Hood Kini Brewokan

Saya tidak pernah berpikir yang aneh-aneh tentang Robin Hood, kecuali sosoknya yang cungkring, berbaju hijau ngejreng, bertopi bulu, bersepatu boot lancip, berbusur dan anak panah, cengengesan, dan gemar merampok untuk tujuan mulia. Sama sekali bukan sosok berbadan sixpack, berlengan kekar, berkostum perang, brewokan, dan bersifat romangtis

Saat menonton film versi terbaru Robin Hood tadi malam, sejak menit pertama saya terus berharap bahwa sosok hijau cengengesan itu lama kelamaan akan muncul. Sayangnya tidak. Bisa dipastikan bahwa film karya Ridley Scott ini “mengecewakan” para penggila Robin Hood karena tidak menampilkan sosok legendaris yang mereka idolakan.

Robin Hood versi Disney’s

Robin Hood versi Douglas Fairbanks

Robin Hood versi Errol Flynn

Robin Hood versi Cary Elwes

Robin Hood versi Kevin Costner. Kyaa… kyaaa…

Robin Hood versi terbaru: Russell Crowe

Pada awal film, Robin Hood belum menjadi “Robin Hood.” Dia adalah Robin Longstride, seorang anggota pasukan Inggris pasca Perang Salib di Yerusalem, yang mampir di Perancis untuk meruntuhkan benteng Raja Philip. Saat itu Robin belum jadi bangsawan Inggris, dia bahkan tidak punya alas kaki. Dia juga belum menikah dengan Marion, belum punya pengikut yang belakang bernama kelompok “Merry Men,” dan belum tinggal di Nottingham apalagi di Hutan Sherwood. Oh ya, satu lagi: dia belum punya kebiasaan merampok. Pokoknya belum jadi Robin Hood banget deh! Menurut saya, film ini lebih cocok diberi judul “The History of Robin Hood.”

Belum banyak memang kenangan saya dengan Robin Hood. Semasa kecil saya pernah mendengar dongengnya, membaca komik Disney-nya, dan mungkin menonton kartunnya. Saya ingat sosoknya, tapi saya tidak begitu ingat kisahnya. Beranjak dewasa, saya baru mulai mengenal lebih jauh kisah legendaris Inggris ini setelah menonton Robin Hood: Prince of Thieves yang dibintangi oleh Kevin Costner (itu pun telat nontonnya). Dan cerita itulah yang menempel dalam memori saya. Memori yang membuat saya berpresumsi yang—katakanlah—“aneh-aneh” saat saya menonton film tadi malam, sehingga berujung pada kesedikitkecewaan.

Walau kecewa karena tidak menemukan banyak aksi perampokan dalam film ini, saya cukup senang, karena bisa dikatakan Robin Hood tidak menanggalkan sifat “pahlawan nyentrik”-nya. Hanya saja pada film ini sifat tersebut diejawantahkan dalam perilaku yang berbeda dengan cerita-cerita sebelumnya. Tidak terang-terangan merampok, tapi berperan sebagai agent of change yang menyuarakan hak kerajaan-kerajaan kecil di Utara Inggris. Dia juga berhasil menyatukan mereka dalam melawan pasukan Perancis di pesisir Selatan Inggris. I think it’s far more worth than being a thieve, Rob!

Jangan khawatir.. Kelompok Merry Men, Hutan Sherwood, dan aksi panah-memanah tetap muncul di film ini, walau hanya secuil di akhir film. Wibawa Robin Hood yang keren pun lama-kelamaan akan muncul, walau tanpa baju hijau ngejreng, sepatu boot lancip, dan topi bulu. Saya boleh kecewa karena si hijau ngejreng tidak muncul, tapi saya patut bersyukur, karena dari film ini saya bisa mengambil cukup banyak pelajaran tentang nilai-nilai kepahlawanan dan kepemimpinan. Overall, I think it’s a worth to watch movie. Saya kasih rating 7/10 deh

PS: Kalau dipikir-pikir lagi, ternyata Robin Hood telah mengalami evolusi. Dulu rubah, sekarang Russell Crowe :p

PPS: Buat yang dulu sempat tergila-gila dengan film Robin Hood versi Kevin Costner, pasti ga lupa dengan lagu ini: Bryan Adams – Everything I Do, I Do It For You

Advertisements

32 thoughts on “Robin Hood Kini Brewokan

  1. kopi satu bok…..wach ngopi sambil nonton nich,,,asyikkkkk…. oya,pa lagi dibarengi udutan wahhh mantep,,,!!! ya dah tak beli udud dulu ya?monggo pinarak,,,,hmmmm

  2. @danuakbar: wah, sayang sekali, padahal seru loh :)@tommy: yang mana pak? kalo yang jadul sih wajar culun :D@imam: wah, di dalam bioskop tidak boleh ngudud, jadi sambil minum kopi aja 🙂

  3. hm..rubah sampe russel crowe..?hm…luar biasa ya perubahannya…hm..gimana bisa ya….?-berpikir keras sambil bawa canglong rokok-Jadi pengen nonton..hm…

  4. Robin Hood menurut gw lebih pas yg versi Cary Elwes.iya, gw ga terlalu "greget" nonton yg versi terbaru ini.bayangin ya, me… gw tuh jarang2 loh bisa tidur di bioskop.eh, pas nonton film ini kemarin… bisa2nya loh gw tertidur di tengah2 film ini! 😐

  5. Roobinhood hari ini di Google trend ada diuritan paling atas lho, kayaxnya blog ini juga bisa ikut ngetop nih…Film g menarik tentunya…Salam kenal…btw: sy suka lagunya Bryan Adam yg ini.sukses!

  6. Taunya robin hood itu merampok untuk orang miskin.. ternyata ada versi lainnya ya…makasih infonya ..aq jarang nonton cerita robin hood hehheeh

  7. saya lebih suka Robin Hood versi Kevin Costnerwalaupun saya belum nonton Robin Hood versi barunyaRussel Crowe lebih cocok jadi gladiator saja deh…review Robin Hood-nya lengkap banget…

  8. lebih bagus hollywood yang lama.hi… salam kenalteman teman datang dan follow ya ke blog ku…terima kasih banyak atas perhatiannya…your blog is nice

  9. Kata adik saya emang film ini menceritakan sebelum jadi robin hood yang "asli". 😀 Belum nonton nih.. hiks… :(Iya lho, Robin Hood di benak saya ya seperti yang ada di gambar di atas. Pake pakaian serba hijau, bawa panah, dan pake topi runcing gitu. Ahahahaha~Tapi saya percaya film besutan Ridley Scott pasti bagus. Yang bikin "Black Hawk Down" gitu lho… 😀

  10. waktu aku kecil dulu, aku suka banget sama soundtacknya..everything i do i do it for you..mantab dah..kalo pelemnya, juga suka sih apalagi yang sekarang TOP…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s