Pilih-pilih Lokasi Resepsi (My Wedding Preparation – Part 2)

Percaya ga bahwa pemilihan lokasi resepsi pernikahan yang tepat akan sangat berpengaruh pada keseluruhan acara? Ya eyaaaaa lah… ngapain ditanya sih?

Sebenarnya mama saya pengeeeeen banget menggelar resepsi pernikahan putrinya yang bandel ini di rumahnya. Di rumah yang sudah 25 tahun saya huni dan ga pernah ditinggalkan lebih dari 4 bulan. Kayanya emang asik juga kalau gelar resepsi pernikahan di rumah… Kalau suatu saat nanti saya udah ga tinggal di sini lagi, saya akan selalu mengenang romansa pernikahan setiap kali mudik ke kampung. Tapi sayangnya impian itu terlalu sulit untuk diwujudkan. Rumah saya agak jauh dari pusat kota, dan mungkin akan sangat menyulitkan para tamu undangan yang ga punya kendaraan pribadi. Ke undangan naik odong-odong? Wat de heeeeeelll….. keburu luntur aja deh itu bedak dan maskara.

Ya, akan jadi terlalu mahal bagi saya untuk menerima bahwa resepsi pernikahan saya tidak dihadiri oleh sebagian teman saya, hanya karena lokasinya terlalu jauh dari pusat kota. Akhirnya saya dan sang pacar memutuskan untuk menyewa gedung saja. Tapi teteup, namanya ibu-ibu, maunya ngatuuuur aja. Mama saya bilang jangan gedung yang begini lah jangan gedung yang begitu lah, jangan kejauhan lah, dst. Nah, dari sekian banyak syarat tersebut, hanya ada satu gedung yang bisa jadi pilihan, dan itu adalah Galeri Cinde.

Minggu lalu saya sama si pacar coba liat-liat dulu. Selain posisinya yang memang dekat dengan rumah saya dan pusat kota, harga sewa lokasi ini juga ga terlalu mahal, dan area parkirnya luas. Dan yang paling membahagiakan adalah….. desain gedungnya unik, banyak barang-barang ornamen Jawa-nya, dan di kawasan outdoornya ada banyak tanaman. Jadinya resepsi pernikahan bisa dibuat semi outdoor gitu deh. Ngebayanginnya aja udah seneng, hihihi…

Di sana ada 3 lokasi yang bisa dipilih, masing-masing punya kekurangan dan kelebihan masing-masing. Yang pertama adalah Gedung Restoran. Kayanya dulu ini memang sebuah restoran, soalnya banyak pilar dan korsi-korsinya gitu. Kelebihannya adalah ada air mancurnya, jadi berasa kaya di Eropa-Eropa gimanaaaa gitu. Ini dia foto-fotonya. (Karena diambilnya pake hape butut, maka hasilnya juga butut :p)

Air mancur Eropa-Eropaan. (Eh, apa Bali-Balian ya?) 

Kafe
 Gerbang menuju kompleks restoran.

Jalan dari gerbang utama menuju kompleks restoran. 

Ayo tebak apa ini? Ini adalah musholla. Keren ya, berasa di jaman Robin Hood. 

Ini toiletnya… agak ga nyambung sendiri desainnya.  

Keseluruhannya kira-kira seperti ini.

Sebenarnya di sini cukup asik, tapi sayangnya kebanyakan pilar. Kayanya agak ga enak dilihat gitu. Kata mas-mas penjaga gedungnya, para undangan akan makan di kafe, sedangkan pelaminan berlokasi di bar. Di antara kafe dan bar, ada sebuah ruangan terbuka yang ada kolam air mancurnya. Ini bakal keren banget kalau cuaca lagi cerah. Tapi bakal jadi bencana kalau ujan, karena kalo pake tenda kayanya bakal jadi rada aneh, hehehehe….

Yang kedua adalah Gedung Galeri. Pilihan ini harganya paling murah, tapi menurut saya paling oke. Gedungnya berbentuk persegi panjang, dengan atap plafon yang sangat tinggi. Di bagian depannya ada panggung yang tidak begitu tinggi, dan di bagian belakangnya ada lantai 1,5 berisi barang-barang antik. Ruangannya agak sempit, jadi gedung itu hanya dipakai untuk pelaminan, musik, meja VIP, dan meja makanan utama. Sedangkan makanan-makanan lain yang sifatnya perintilan disimpen di luar, pake tenda. Jadi kesannya kaya utdor-utdor gimanaaaa gitu. (Hahahaha “utdor”…!)

Karena saya dan sang pacar terlalu asik lihat-lihat gedung ini dan album foto berisi rekaman pernikahan-pernikahan yang pernah diselenggarakan di sini, saya jadi lupa foto-foto deh. Ini adalah beberapa foto yang saya dapat dari blog orang:

Gedung Galeri Cinde. (sumber
 Suasana “utdor.” (Sumber)
Tenda centil. (Sumber)
Suasana di malam hari. (Sumber)
Yang ketiga adalah Gedung GSG. Karena harganya ada di luar jangkauan kemampuan kami untuk membayar, kami ga mencoba melihat tempat itu. Kayanya gedung ini ga jauh beda deh sama GSG pada umumnya: besar dan membosankan.  
 Kaya singgasana raja ya…. (Sumber)
Daaaaaan…. berdasarkan penilaian terhadap kelebihan dan kekurangan masing-masing gedung, kami memilih Gedung Galeri. Horeeeeee……! Untungnya si mama juga setuju dengan pilihan ini. Jadi langkah selanjutnya adalah booking dan bayar uang muka 25%. 
Walaupun nanti bakal pake tenda, tapi saya tetap berharap bahwa hari itu matahari akan bersinar dengan terik. Ada yang sedia jasa pawang hujan? πŸ˜€
Advertisements

9 thoughts on “Pilih-pilih Lokasi Resepsi (My Wedding Preparation – Part 2)

  1. wih, baca blog rime surprise liat ada post tentang wedding preparation. selamat ya rime, kapankah perhelatan akbar ini akan digelar? πŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s