Mau Tato yang Mana?

Ngeblog ah…

Di awal tahun 2011 ini, saya memutuskan untuk pindah “lagi” ke WordPress. Hah, lagi? Yup, dulu saya pernah pake WordPress juga.

Saya pertama kali mengenal dunia blog tahun 2003, saat masih kuliah tingkat 1. Saya suka baca-baca blog orang, tapi masih enggan untuk bikin blog sendiri, sampai akhirnya iseng bikin blog pada tahun 2005. Bisa ditebak lah, isinya super ga penting… tentang keceng-mengeceng, jerawat yang jarang muncul, dan sarana marah2 sambil banting-banting barang kalau lagi kesel sama dosen, atau satpam sok-sokan, atau rektor di kampus saya yang menyebalkan itu.

Saat itu belum banyak penyedia jasa blog gratisan, dan yang populer jumlahnya bisa dihitung dengan jari: blogger, blogsome, blogspirit, blogdrive (Friendster ga saya itung sebagai populer :p). Itu juga ga populer-populer amat. Dari ketiga jasa gratisan ini, saya milih Blogger, karena kayanya paling lumayan.

Setali tiga uang dengan narablog-narablog pada jaman itu, blog adalah ajang curhat, bukan media sharing informasi seperti sekarang. Sehingga yang perlu saya pikirkan pada saat itu adalah bagaimana caranya supaya saya nyaman untuk ngeblog. Dan untuk urusan ini, Blogger sangat sudah memenuhi tugasnya.

Empat tahun berlalu, makin lama makin banyak orang mengakses situs blogger dari kampus, seperti halnya Photibucket dan Friendster (entah kenapa saya senyum-senyum sendiri waktu mengingat tentang hal ini… Friendster gitu looooooh…). Sepertinya admin-admin di kampus mulai resah dengan “penyelewengan” penggunaan bandwidth gratisan yang seharusnya digunakan untuk kepentingan akademis ini. Jadilah para pengguna kedua situs ini dipersulit dengan lemotnya akses. Ini adalah kondisi yang lebih lumayan dibanding “blokir” (seperti untuk situs-situs pornografi dan hosting film seperti Rapidshare dan Megauploads).

Mau ga mau saya harus pindah rumah lain, saat itu yang lagi rame adalah WordPress. Layaknya anak kecil yang ga mau disuruh pindah rumah dari rumah yang dicintainya, saya agak kehilangan semangat untuk ngeblog. Entah kenapa, rasanya malas sekali untuk nulis, walaupun tulisannya ga penting (seperti biasa). Mungkin karena saya ini tipikalnya suka ngutak-ngatik, sementara WordPress ga bisa diutak-atik. Jadi saya agak pundung.

Waktu pun berlalu. Dua tahun setelah lulus kuliah, ketika saya ingin kembali ngeblog namun dengan kondisi sudah lepas dari belenggu admin kampus yang pelit bandwidth itu, saya balik lagi sama mantan saya, si Blogger. Saya cukup senang, apalagi setelah si Blogger mempercantik diri dengan fitur ini-itu dan tampilan yang bisa di-mix-and-match sendiri. Tapi sayangnya ada yang masih kurang, yaitu fasilitas komentarnya. Kenapa sih Blogger ga bisa bikin fasilitas komen yang bikin kegiatan komen-mengkomen jadi lebih nyaman…? Yang simpel gitu, ga ribet…

Baru belakangan ini saya jadi rewel sama masalah ini. Kenapa saya jadi rese dengan masalah komeng-mengkomeng ini, adalah karena saya sangat menjunjung tinggi arus informasi 2 arah di dalam suatu blog, yaitu dari yang punya blog dan dari yang baca blog. Itung-itung ikut menyukseskan Millenium Development Goals lah… walaupun sebenernya agak-agak jauh :p

Terlepas dari komen yang sifatnya nge-junk, atau yang sifatnya pamrih (pengen blognya dikunjungin dan dikomenin balik), dan spam, menurut saya kegiatan komen-mengkomen ini sangat baik untuk perkembangan si pengomen (halah bahasanya…). Bagaimana si pengomen ini memilih kata-kata yang tepat, dan yang lebih penting: BERANI BERPENDAPAT. (Bagi saya, “nice,” “pertamax,” “salam kenal,” dll itu hanya bumbu, bukan komen yang sebenarnya :p). Rasanya narablog-narablog Indonesia lebih gemar ngerame-ramein doang, tanpa memberi komeng yang benar-benar bermutu. Kalaupun ada yang berani konfrontasi, biasanya mereka bersembunyi di balik label “anonim.”

Nah, sekarang kalau sarana berkomeng ria-nya aja bikin orang males ngejunk, gimana orang mau ngomeng dengan cerdas?

Maka dari itulah saya pindah “lagi” ke WordPress. Kali ini tanpa paksaan. Jadi walaupun blog ini ga penting dan ga bermanfaat secara konten, tapi minimal bisa bermanfaat secara proses untuk menunjang perkembangan orang yang baca, hehehe…. Walaupun ini adalah visi yang kelewat jauh dengan realita. Tapi gapapa lah, namanya juga visi… bebas dong 😀

Just call me plin-plan or whatever.. saya ga peduli. Yang saya pedulikan adalah bagaimana semua orang bisa berkembang sebagai manusia yang punya hak berpendapat.

Buat pengguna Blogger, jangan pundung ya. Setiap penyedia jasa blog punya kelebihan dan kekurangan masing-masing, tinggal kita sesuaikan saja mana yang sesuai dengan kebutuhan kita.

Sama halnya dengan minum kopi. Rasa kopinya akan sama saja jika kita meminumnya menggunakan tangan kanan atau kiri. Tapi sensasinya akan jauh lebih nikmat kalau kita minumnya pake tangan favorit 🙂

Jadi… tinggal pilih tatonya saja. Mau tato W atau tato B? Kebetulan saat ini saya pilih tato W. Mungkin kalau tukang tatonya bisa memperbaiki tato B jadi lebih bagus, bisa saja ke depannya saya akan minum kopi pake tangan bertato B lagi.

Hidup itu hanya berkutat pada proses pilih-memilih. Dan kita akan rugi kalau kita ga nyoba semuanya 😀

Gambar saya ambil dari sini.

Advertisements

45 thoughts on “Mau Tato yang Mana?

  1. Bener juga, komen di B memang sedikit kurang nyaman ya
    Aku suka tampilan yg sekarang, ‘putih’ lebih cerah berasa jadi “kopipakesusu”

  2. Welcome to “W”, saya jdi lebih gampang kalo komen, hahahhaha.. jujur mbak, sebelumnya saya harus pake kesabaran lebih, belum lagi kalo inet lagi lemot, bisa2 gak keluar tuh kolom, wkakkakakaka….

  3. kalau aku ngeblog awalnya karena ngekut ngekut teman, eh begitu bikin trus ketagihan, eh trus sekarang mulai bosen..hehe

    tapi begitu ada uneg uneg yang musti di keluarkan, aku sangat sangat menghargai adanya blog yang bisa menampung segala macam isi pikiran kita tanpa bisa komplen….so sampai saat ini, aku cinta blog hihihihi

    salam kenal juga=)

  4. Saya punya Tatto B
    Saya pun punya Tatto W

    Masing-masing punya fungsi yang berbeda …
    Untuk minum cangkir punya orang … saya pake media Tatto B
    Untuk bikin kopi sendiri … saya pake media Tatto W

    Blog utama untuk Tulisan … pakai W
    Blog hub untuk blog walking … pakai B

    Salam saya

  5. Jujur … saya gak suka yg namanya tatto …
    entah mengapa – saya lansung anti pati … padahal apa urusannya dgn saya … yakan? tangan, tangan dia … badan, badan dia … tapi saya jijik … maaf, karakter orang beda2 … 😀

  6. selain masalah komentar, si W menyajikan versi mobile sedang si B belum, menguntungkan untuk yang koneksinya agak menyedihkan :mrgreen:
    di manapun yang lebih nyaman untuk tuan rumah deh 😀

  7. ow pantesan dicari2 di BS ga nongol, ternyata mainnya pindah ke WP to…

    pengalaman ngeblognya luas euy,
    sy br di wp, fs, dan BS.
    berkali2 bikin di BS sering kelupaan password dan pusing nyetting layoutnya krn wkt itu akses terbatas jd ga sempet belajar2 ttg nglayout blog.

    tato yg WP saja..
    *btw, gmn nikhanya?

  8. 1. saya lebih nyaman di blogspot krn bisa utak-atik template secara gratis, kalau di wp.com ga bisa
    2. soal kotak komentar memang sudah banyak yg usul agar blogspot memperbaikinya
    3. trik berkomentar di blogspot adalah dgn menekan tab berkali-kali bila tombol submit komentar belum/tidak kelihatan

  9. Welcome back to WP… Hihihi
    Denuzz sedari awal ngeblog udah ke WP. Sempet belajar Blogger, saking senengnya utak-atik akhirnya pusing sendiri deh… 😀
    Ya… Menurut Denuzz tetap WP CMS yang terbaik… 😀

    Salam sayang dari BURUNG HANTU… Cuit… Cuit… Cuit…

  10. Iya, aku jg sempet ga bisa2 komen di blogspot. Huhuhu… Ga nongol-nongol gitu pilihan user nya. Jd ga bisa-bisa komen, deh. 😦 Syukurlah dirimu akhirnya pindah. 😛

    • saya juga gitu…. tapi kayanya sekarang jamannya sudah berubah.. blog jadi ajang sosialisasi, jadi sedikit banyak penampilan jadi sesuatu yang diperhitungkan 🙂

    • Saya juga… apa aja yang pengen ditulis, ya ditulis..

      cuma karena sekarang ada yang baca *ceileh, sok tenar kali pun*, mau ga mau kata-kata dan sikap perlu dijaga 🙂

    • Wah, jangan iri mas… ngeblog 5 tahun juga isinya ga bermutu..

      Ngeblog itu yang penting konsisten nulis… jangan kaya saya yang timbul tenggelam, hehehe 😀

  11. Hehe… judulnya menipu.
    Padahal tadi saya udah siap2 nyerang ngapain pake tato-tato segala :mrgreen:
    Eits, rupanya tentang history dan pilihan ngeblog…

    Sy juga selalu merekomendasikan WordPress untuk teman2, rasanya cocok aja. Meskipun saya juga punya blogger.

    • Ya, saya terkadang suka kasih judul yang agak menipu.. supaya saya bisa identifikasi dari komen-komen yang masuk, kira2 orang baca tulisan saya apa nggak…. tapi ternyata ada aja kok yang bahas tatonya, hahaha…

      B dan W punya kelebihan masing-masing. Tapi untuk urusan kenyamanan, W-lah yang juara 🙂

  12. Di B emang fasilitas komennya belum bersahabat. Makanya saya pake Disqus, tapi pake Disqus ternyata bikin lemot. 😆 ah sudahlah tak apa. Kalau disuruh pindah lagi saya sudah malas, soalnya pindah-pindah mulu. Labil banget deh macam abg saja. Hahaha…

    Jadinya yaaaa…. sementara ini setia deh di B. Sambil nunggu fasilitas komentarnya dibagusin, terus bisa mobile, terus bisa lebih bagus dari W! *dikeplak sama blogger pengguna wordpress*

  13. punten, mampir nih.

    aku dulu pertama ngeblog langsung pake wp, tapi baru setelah lulus kuliah 😀 sebenernya pengen nyoba si bs tapi . . . males jadi ampe skarang ga terlaksana juga.

    nggg . . . itu yang komen tentang tato, lucu yak :))

    • saya kadang suka iseng bikin judul-judul yang aneh, yang kadang ga nyambung sama tulisannya, biar ketuan orang2 pada baca tulisannya apa nggak, hehehe 🙂

  14. mpok, aku baru mau mulai pake W nih, tapi kemaren pas bikin dipake berjam2 buat ngotak-ngatik themenya doang (itupun belom bisa). alhasil belom disentuh lagi sekarang. ajarin dong mpok rimeeeeh…

  15. emm….gue lama ninggalin blog eh pas blogwalking banyak yang dah pada pindah alamat. btw sensasi masing-2 aroma kopi pasti berbeda,bukan karena pake tato B or Tato W.

  16. track recordnya sama kayaknya.
    berawal dari sebel dengan sistem comment blogspot. Mulailah migrasi ke wordpress.com
    sekarang akhirnya make wordpress.org+disqus.
    Sebenarnya pengen sich dapet feed back gimana disqus itu, ramah ngga buat pengguna

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s