Eni Komengs? (Any Comments?)

“Comment back or I’ll kick your ass.”
Kalau saya komen di blog Anda, berarti Anda HARUS komen balik di blog saya.

Asumsi ini kali ya yang ada di benak para narablog jaman sekarang. Sori, bukannya sok tua atau gimana, tapi fenomena yang akan saya ceritakan ini memang lebih sering saya temukan belakangan ini dibanding beberapa tahun lalu.

Dulu, orang ngomeng di blog orang lain karena memang pengen dan perlu untuk ngomeng. Kalau memang tulisan seseorang tidak perlu dikomeng, atau bingung mau ngasih komeng apa, ya tidak perlu memaksakan diri ngasih komeng. Tapi kayaknya jaman sudah berubah. Sekarang, aktivitas komeng-mengkomeng lebih seperti aktivitas jual beli, bukan aktivitas pertemanan.

Ai komeng yu komeng… yu tidak komeng balik, ai tidak akan komeng-komeng lagi.

*duh, kebanyakan nulis “komeng” nih. Masukin foto si Komeng dulu ah*

*Setelah foto ini, saya ga pake kata “komeng” lagi. Geli bacanya.*

Sah-sah aja sih kalau kita mau nganut paham ai komen yu komen. Tapi jangan sampai saking pengennya banyak orang yang ngunjungin balik blog kita, kita jadi mengurangi esensi aktivitas komen-mengkomen ini.

Pernah ga temen-temen nemu komen yang ga nyambung sama tulisan yang sedang dikomen? Saya cukup sering. Misalnya (salah satu yang paling saya ingat selama ini) di postingan saya tentang syukuran wisuda tahun 2007. Ga usah dilihat siapa-siapanya deh, intinya di situ ada orang yang ngasih ucapan selamat wisuda, padahal jelas-jelas sejak awal tulisan saya ga bilang bahwa itu acara wisudaan saya. Setelahnya, oknum ini acapkali memberi komen ga nyambung di blog saya.

Belakangan, setelah saya mencoba menulis blog lagi, saya semakin sering aja nemu fenomena semacam ini, baik di blog saya maupun di blog orang lain, yang mungkin jadi indikasi bahwa semakin banyak saja blogwalker yang asal komen tanpa membaca tulisan seseorang terlebih dahulu.

Selalu ada kemungkinan dari A-Z. Bisa saja orang tersebut ga baca suatu tulisan karena terlalu panjang. Terkadang saya juga melakukannya kalau saya lagi ga punya banyak waktu. Tapi minimal sebelum ngasih komen, saya akan mencoba menangkap dulu apa pokok pikiran dari tulisan tersebut, sehingga saya bisa ngasih komen yang ga bikin si empunya blog merasa gendok.

Bukannya asik ya kalau komennya jadi banyak?

Saya sih seneng-seneng aja komen yang masuk ke blog saya banyak.
Tapi kalau boleh milih, saya lebih suka komen yang saya dapat sedikit tapi tulisan saya beneran dibaca. Saya ga berharap tulisan-tulisan di blog ini dibaca banyak orang, karena toh ini adalah blog catatan pribadi yang ga penting. Tapi tetep, saya kurang suka kalau ada orang yang memanfaatkan blog ini tanpa mau membacanya terlebih dahulu.

Boleh dong saya bilang ‘memanfaatkan’? Kalau ada orang yang komen tanpa baca tulisannya dulu, kira-kira menurut temen-temen, apa sih tujuannya? Ya, kita sama-sama tau lah.. ga usah dibahas lagi.

Lebih aneh lagi kalau *ini kisah nyata nih* ada orang yang ngasih komen ga nyambung, udah gitu minta kita berkunjung ke blognya, lalu minta kita ngomen di sana, tapi ternyata di blognya ga ada fasilitas komen, lalu dia datang lagi ke blog kita, dan ngomen ga penting lagi, dan meminta KEMBALI kita berkunjung ke blognya sambil seolah-olah bilang “kok belum ngomen di blog saya?”

Jangan jadi bete dong kalau narablog yang blognya sudah kita komen ga balik ngomen di blog kita. Ini kan ga ada aturannya di UUD ’45 dan Al-Qur’an, hahaha….

Jan wessssss… Beneran pusing deh menghadapi narablog semacam ini…. -_-

Bagi saya, peradaban di dunia maya ga banyak beda dengan dunia nyata. Kita akan menilai sesuatu berdasarkan apa yang kita rasa, karena kita masih manusia, bukan robot. Saya akan bersimpati pada orang yang saya suka, dan saya akan (ehm) biasa-biasa saja pada orang yang membuat saya ilfil pada kesan pertama. Bagi saya, komen-yang-mengindikasikan-bahwa-si-pengomen-ga-baca-tulisan-yang-sedang-dia-komen adalah hal yang membuat saya ilfil. Kalau saya nemu hal kayak gini di blog orang lain pun, saya akan malas menjambangi blog si pengomen itu. *halah menjambangi…*

*pake istilah ‘komeng’ lagi ah…*

Kalau nemu pengomeng seperti ini di blog saya, saya akan tetap mengunjungi balik blognya, sesuai dengan apa yang dia harapkan, walaupun dia ga bilang “komen balik ya di blog saya” dan semacamnya. Saya akan membaca blognya dan memberi komeng secara manusiawi. Tapi jangan harap ke depannya saya akan berinisiatif blogwalking ke sana. Saya akan bilang “ai komeng yu komeng,” seperti halnya dua orang yang bertemu di pasar untuk bertransaksi jual beli, bukan bertemu di warung kopi untuk mengobrol dan saling berbagi cerita.

Lalu peradaban blog macam apa yang kita inginkan? Mari kita tentukan itu dulu, baru kita ngomeng-ngomeng secara membabi buta.

Saya sih lebih memilih peradaban blog yang seperti warung kopi, yang sederhana tapi manusiawi πŸ™‚

Advertisements

57 thoughts on “Eni Komengs? (Any Comments?)

  1. hai rime.. πŸ™‚
    kalau saya lebih milih jadi blogger “chemistry” saya komen karena saya pengen koment,, kalau gak ya gak coment,,
    sama halnya dengan BW,, saya juga BW karena saya suka sama tulisannya, memiliki chemistry sama penulisnya…
    gak mau melakukan coment atau BW krena terpaksa….

    kadang ada dua hal kalau kita liat tulisan orang banyak commentnya..
    a) tulisannya bagus dan emang banyak yg coment tanpa perlu dia BW kemana-mana..
    b) tulisannya biasa aja, banyak comentnya, karena dia sering BW, dan biasanya yang dateng kesana hanya karena hukum sebab akibat..

  2. meski saya baru belajar ngeblog, saya selalu belajar untuk sopan, kalo ga sempet baca ya ga usah komen yang “alakadarnya”.
    berusaha untuk ikhlas ngomeng aja, ga perlu ngarepin balasan orang ngomeng balik..
    *begitulah hikmah jumat kali ini*
    πŸ™‚

    • Coba kalau semua orang seperti Mas Gie… dunia blog ini pasti sangat indah, hehehe….

      Kalau ada yang nulis atau ngomong “hikmah Jumat”, saya jadi ingat masa SMA, waktu saya suka ikut keputrian saat para cowo solat Jumat πŸ˜€

  3. Pingback: #12 itikkecil dan komentar di blog | Itik Kecil

  4. Tulisanmu menginspirasiku kawan untuk membuat posting bertema serupa. πŸ˜€ Hmmm…. blog saya termasuk “blog anak kemarin sore”.
    Awalnya saya buat blog untuk belajar nulis, kalo dah pinter nulis mau saya jadikan blog yang bermanfaat bagi pembacanya. Intinya blog adalah sarana belajar saya untuk nulis. Cuman saya mungkin kurang paham adat blogging (di forum mana pun pastinya ada adat ya, hehehe). Saya sering mengunjungi blog yang isi komentnya minta dikunjungi balik bahkan ada yg langsung 2 de point tuker link… Akhirnya ikut pakem, begitu ada yg ngunjungi blog saya dan ngisi koment, saya juga mengunjungi blognya karena ketika saya blogwalking pun tanpa diminta dan tanpa berharap mereka datang balik ke blog saya. Tapi yg jelas saya belum pernah minta tuker link ato spamming… udah jelas tuh, nggak punya temen. Saya nge blog selain belajar nulis juga cari temen kok…

    WAhhhhh.. kepanjangan komentnya… hahahaha.. ga papa ya.. πŸ˜€

    • Saya malah senang kalau ada yang komen panjang2 di sini, yang penting sesuai konteks, hehehe…

      Sebenernya ga ada pakem dalam dunia perkomengan. Tapi walaupun ga ada, bukan berarti kita bisa seenak udel.

      Kita semua di sini saling diuntungkan.. dan biarlah keuntungan yang kita dapat sesuai dengan jerih payah yang kita semai.. ga usah dipaksakan..

      *kok saya jadi kaya orang tua gini ya bahasanya :p*

      Ditunggu tulisannya ya πŸ™‚

  5. Aih non,, galak amittt… jangan gitu dong, ai datang ai komeng, kalo yu gak komeng juga gak papa kok, yang penting yu ninggalin catatan manis d blog ai, halah sama aja,, hahahha…. πŸ™‚
    yang pasti, menurut saya, kita akan dihargai oleh orang lain, karena sikap kita, ya hukum timbal balik gitu deh, kalo kita udah komen asal2an, supaya banyak yang mampir doang, ya orang emang banyak yang mampir, tapi komen orang2 itu bakal asal2an juga, dan apa yang sebenere kita tulis di postingan kita, gak akan nyampe sama sekali manfaatnya sama orang2 banyak itu, karena yakin, pasti gak akan ada yang baca, ya gak sih??? hehe…

    kalo saya sih, modelnya lebih…
    gak mampir ke blog saya gak papa, kalo saya suka tulisan Anda, saya pasti rajin mampir kok… tapi tlg kalo mampir tempat saya, jangan asal2an komennya ya… hehe…

    eh, komenku panjang benerrrrrrrrrrrr… maap ya non manis.. πŸ™‚

    • yang marah-marah itu si Buttercup… si Rime sih nulisnya sambil cekikikan :mrgreen:

      setuju mbak… pokonya saya setuju aja deh sama mbak yang cantike pol iki πŸ™‚

  6. Sampe bingung gw, mo komeng apa disini πŸ˜›
    Komeng mengkomeng akan terasa indah bila didasari keihklasan, rasa berbagi dan keinginan silaturahmi.

    Salam.. .

  7. wah,,wah,,,lagi kesel banget kayaknya,,,,yang sabar ya bu,,,
    positif thingking aja,,,kembali keniat lagi,,tujuan kita ngeblog itu apa sie,,,kalo aku tujuan ngeblog,,,yang pasti melatih diri untuk menulis yang baik dan benar,,kemudian menambah wawasan trus bisa mengenal blogger-blogger lainnya,,,
    untuk masalah komentar yang gak nyambung,,dibiarin aja,,itu kan haknya dia,,,jangan sampai mereka membuat kita malas untuk ngeblog…

    (semoga komentarku nyambung dengan konteks) hehehe

    • Nggak kok, ga kesal… jangan2 karena gambar si Buttercup yang lagi sewot itu, saya jadi dianggap lagi marah2 hihihi… :mrgreen:

      pastinya semangat nulis ga ada hubungannya sama komen ngawur.. cuman males aja karena tulisan kita dimanfaatkan jadi ladang iklan πŸ™‚

      kalau baca tulisannya dengan benar, harusnya sih tidak keluar konteks πŸ˜‰

  8. Ha ha ha
    Iya Mbak…
    Makanya aku kalau cuma sempat mampir bentar, eh baca separuh aja gak berani ninggalin comment, yang punay galak :mrgreen:

    Bercanda….

    Aku kadang mendelete komen yang mampir ke mmoderasi kalau komen itu g nyambung, kalau nggak y abiarlah..orang yg nilai…
    tapi aku hobby ngommeni komen yang nggak nyambung di blog teman πŸ˜€

    Saya mah nggak kenal model barteran komeng πŸ˜€

    Yang pasti akan rajin berkunjung kepada mereka-mereka yang memang saya suka baca tulisannya….

    He he he

    • Mbak… aku iki ora nesu looooh… πŸ™‚

      wah, kalau saya sih ga kepikiran buat ngapus2 komen yang ga nyambung, karena mungkin kasusnya belum banyak kali ya, hehehe…

      asik-asik, berarti blogku disukai sama mbak Hani… hore… πŸ˜€

  9. ada juga yang to the poin:

    nice post..
    komen balik ya.
    blog kamu udah di follow, ditunggu follow baliknya..

    atau yang numpang promo..haha

    dan tipe yg maksa kayak yg kamu bahas tadi, aku tumben denger. tp..hm..kayaknya ada sih sekali ada yang kayak gitu.

    kita sih ga bisa nyalahin, mungkin itu cara mereka untuk ada yang mengunjungi situs mereka.

  10. iia bener emang gag ada aturannya di UUD ’45 dan Al-Qur’an, tapi kan ada etikanya mbak, walaupun dunia maya itu ada dan terjadi >> istilahnya karena ‘click by interest’ :p

    • iya, hehehe… itu maksudnya gini loh pak:
      sukur-sukur kalau orang mau balik berkunjung ke blog kita. tapi kalau ga mau ya jangan marah-marah, hehehe.

      kalau di blognya ga ada fasilitas komen, di mana ngomennya coba? pusing ga tuh? :p

  11. Buat saya kayaknya nggak ngaruh. Tapi kalo saya lagi blogwalking dan mampir d salah satu blog biasanya ada aja yang membuat saya harus memberikan komen πŸ˜€

  12. sebenernya yang perlu diperhatikan para blogger agar tulisannya dibaca semua adalah tampilan lay out tema,dan konten.
    Jika tulisan teratur dan alurnya bagus pasti dibaca.. .

    sabar aja,kayaknya blog ini termasuk yang oke lay out dan kontennya..

    keep spirit blogger

  13. Rime…saya udah baca posting ini sampe selesai, jadi boleh ikutan komeng kan… πŸ˜‰
    Buat saya, komen itu nilainya seperti silaturahmi. Tentu saja mudah bagi kita, mana komen yang basa basi, numpang eksis atau sungguh-sungguh menanggapi isi tulisan…hehe, saya usahakan komen balik, kalo komennya sopan. Terus buat komen duluan di blog orang lain, terus terang hampir tidak pernah. Bukannya gengsi, tapi takut ditolak aja silaturahminya… πŸ˜›

    • wah, kalau di blog ga penting ini mah, silaturahmi dari siapapun ga akan ditolak, beneran deh πŸ™‚

      cuman, saya agak sedikit ilfil kalau komennya ngasal. ga berbobot gapapa, yang penting ga ngasal :p

      *duh, banyak maunya ya… :p*

  14. saya sependapat, dan tadi saja saya diperjalanan berpikir [sambil waspada tentunya :D]…saya menemukan karakter blog saya, saya yakin bahwa tidak perlu berprinsip you comment i follow. Jangan mengacu seberapa banyak visitor yang comment, tapi seberapa besar pengaruh artikel kita, daya tariknya, kemanfaatannya, brp banyak sih org yang ‘copas’ artikel kita, itu menurut saya tolok ukurnya….

    blog sepi tanpa komentar saya kira nothing to loose….

    ya sudah, ingat komeng nih…mau googling dulu info ttg beliau…makasih artikelnya membantu sekali.

  15. saya setuju sekali pak… yang perlu diperhatikan adalah dampaknya, bukan apakah ramai atau tidaknya.

    silakan bertemu kangen dengan Komeng… uhuuuy….! πŸ˜€

  16. kalo saya pasti baca, kalo gak baca gak bisa komen yang bener… cuma ada beberapa artikel yang sudah sangat bagus penjabarannya, saya yang gaptek ini bisanya melongo.. kadang bingung komentar apa πŸ˜€

    • hehe.. sama mbak.. tapi biasanya kalau artikelnya sangat asing di mata saya, saya biasanya ga terusin bacanya.. daripada jadi bingung sendiri, hehehe…

      dan tentunya saya ga akan ngomen di artikel itu, hehehe πŸ™‚

  17. Hahahahhaha…. saya juga sebagai anak baru mulai ngerasa banyak kunjungan orang2 baru dengan komen yang out of topic… Mbak Rime tau kan artikel bioskop horor, ada komen begini:

    wah film horror itu sebenarnya seru sie,,,,penuh sensai dan tantangan,,,,,mengerikan,,paling tes mental sedikit,,,,heheh

    jelas2 saya nonton kartun pada sata itu! ketauan banget kan gak baca, wkakakakaka… ya sudah lha… saya mah mendingan gak komen dah daripada gak nyambung, atau komen begini,
    “I’ll be back to read this post”
    *songong gt deh, sok sibuk… wkakakkaaka

    • jyahahaha… itu mah ketauan banget ga baca, dan cuma nebak isi tulisan dari judulnya.

      saya jadi kepikiran untuk nyoba bikin tulisan yang ga nyambung sama judulnya.. pengen tau, kira2 orang akan ngomenin judulnya atau tulisannya ya? hihihi… :mrgreen:

      yap, itu bisa jadi alteratif yang bagus juga tuh Prim.. walaupun belum baca, tapi minimal kita sudah kunjungan balik, dan akan baca lagi lain waktu. dan yang terpenting: ga nyampah πŸ˜€

  18. sama mbak, di blog saya juga banyak tu yang komeng asal!
    taunya cuma bilang : nice post, thx gan, menarik, selamet ya, dll…
    basi ah! πŸ˜€
    Parahnya lagi, si dia minta tukar link pula tuh! padahal kenal pun kagak! πŸ˜†

    • ya, saya juga sering nemu komen cuma nulis
      “nice post. kunjungi blog saya ya…”

      beneran deh, paling males kalau nemu komen kaya gini.

      tapi sekarang udah mulai ada peningkatan lah, walaupun masih agak basi kalau menurut saya, misalnya di blognya Svkrawan ada yang ngomen begini:

      maksih mas infonya
      berguna banget bagi saya khususnya mas..
      happy blogging selalu yah mas
      jangan lupa kunjungi juga blogku di
      http://www.——-.com
      terimakasih sebelumnya

      padahal itu kan postingan lucu-lucuan tentang tante-tante yang roknya tipis sampe CD-nya keliatan :p

    • tergantung tujuan kita mas… kalau tujuan kita adalah semakin banyak orang yag baca, berarti mas sudah mendapatkannya. tapi kalau tujuannya adalah banyak yang komen, mungkin mas harus coba juga perbanyak komen di blog orang, tapi tenunya harus ngasih komen yang bermutu, hehehe πŸ™‚

  19. Hehe… tulisan tentang komeng-nya menarik
    Saya tidak selalu maksa untuk ngasih komen, bila pengen dan tertarik aja… *seperti di tulisan ini :mrgreen: **saya baca sampe abis lho… as always

    Btw perspektif yang menarik dgn gaya bahasa sendiri.
    Masing-masing kita mungkin punya komeng gak nyambung di tulisan kita masing2, ya dimaklumi aja :mrgreen:

    wajar aja Mas Komeng makin tenar

    • sama dong, mas………. πŸ™‚

      kenyambungan dan kenggaknyambungan komen kan bisa kita ukur. kalau terlalu ga nyambung, nah, berarti si pengomennya kudu belajar lagi, hehehe… atau si penulisnya yang harus belajar lagi, mungkin tulisannya sulit dimengerti.

      *jangan2 tulisan-tulisan saya sulit dimengerti ya? :p*

  20. Sama dengan Mbak Ira, saya lebih memilih untuk jadi silent reader daripada asal komen atau yah… saya memang gak berniat untuk komen. πŸ˜† Daripada kesannya maksa untuk meninggalkan jejak tapi komennya ternyata ngaco? Well, salam kenal ya. πŸ˜€

  21. lha trus mana suguhan kopinya ??
    β€œComment back or I’ll kick your ass.” –>> wkwkwkwkwwkwkwk. kuasar-e rekk… πŸ˜€

    Tapi kalau boleh milih, saya lebih suka komen yang saya dapat sedikit tapi tulisan saya beneran dibaca. Saya ga berharap tulisan-tulisan di blog ini dibaca banyak orang, karena toh ini adalah blog catatan pribadi yang ga penting. Tapi tetep, saya kurang suka kalau ada orang yang memanfaatkan blog ini tanpa mau membacanya terlebih dahulu.

    –> sama. mendingan dibaca utuh.
    klo kebanyakan komentar, kadang susahnya krn g enak klo g bales berkunjung. Tp biasanya ada bbrp org tertentu yg rutin dikunjungi dan dikomentari. Titik beratnya rutinitas tulisan dan oroginalitasnya.

    Jangan jadi bete dong kalau narablog yang blognya sudah kita komen ga balik ngomen di blog kita. Ini kan ga ada aturannya di UUD ’45 dan Al-Qur’an, –> tp di hadis ada :p
    β€œBarangsiapa yg diberikan kebaikan kepada hendaklah dia membalas dan jika dia tdk mendapatkan sesuatu utk membalas hendaklah dia memujinya. Karena jika dia memuji sungguh dia telah berterima kasih dan jika dia menyembunyikan sungguh dia telah kufur. Dan barangsiapa yg berhias dgn sesuatu yg dia tdk diberi sama hal dgn orang yg memakai dua Β­baju kedustaan.” –> hadisnya maksa ya??

    • terima kasih atas hadisnya… tapi tetap saja, di hadis itu dikatakan “hendaklah” bukan “wajib.”

      kalau dikunjungi balik bersyukur, tapi kalau ga dikunjungi balik ya ga usah marah2. jadi tetep aja ga ada keterikatan yang mutlak. hanya saja sebagai narablog yang punya tata krama, ya kita kunjungan balik lah ke blognya πŸ™‚

      oiya, yang kalimat pertama itu, saya dapet dari blog lain.. itu bukan kata2 saya sendiri

  22. Pingback: Pentingkah komentar itu? « yahuuu

  23. Hmm…entah kenapa apa yang ditulis di sini juga saya rasakan.
    Ada lagi, malah yang pake menyuruh….saya butuh bantuan untuk menulis skripsi, dan tolong dikirim ke email saya..bla…bla…segera ya.
    Yang hnulis seperti ini tak punya blog, dan tentu saja saya juga nggak menanggapi…hehehe….

    (hadir disini dari blog itik kecil)

  24. ai lop yu pull, daaah…

    kalo mau curhat, panjang nih. aku paling kenyang dibilang blogger sombong, ga mau komen balik. bukannya gimana, lha waktu juga terbatas, kalo semua dikunjungi balik dan harus baca, emangnya saya ngeblog 24 jam.

    padahal komen dia di blog saya juga basa basi doang, hihi.. serba salah. akhirnya yo wis ben aja dicap ini itu, dari pada repot sendiri.

    ini aja juga baru sempat blogwalking. padahal Rime udah bulak balik komen, hehe…

  25. ahaha ini mirip banget sama blog saya dulu
    banyak banget yang komen, tapi saya masih ngerasa itu cuma komentar para fast reader yang niatnya cuma sekedar ninggalin jejak

    saya lebih suka sedikit komentar tapi mereka membaca apa yang saya tulis.
    paling males kalo dapet komantar yang isinya
    “berkunjung, salam kenal”
    “nice post, nice article”

    menurut saya, kalo cuman mau komentar gitu doang ya mendingan gausah komentar deh, gapenting banget.

    hehehe

  26. saya lebih milih untuk jadi pembaca aja daripada kalo ngomen tapi ga nyambung. hehehe
    kalo mau komen, baru deh saya komen πŸ˜€
    saya ngerti sih, mungkin para “peninggal jejak” ini pgn blognya dikenal juga kali yah, tp seenggaknya berusaha sedikit untuk meninggalkan jejak yg lebih berbobot πŸ˜€ hehehe *sotoy saya πŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s