11

[Wedding Preparation] Undangan… Undangan…

Maaf ya teman-temaaaaaan…. saya libur blogwalking dulu ya sekarang-sekarang. Sementara jadi selfish blogger dulu. Boro-boro blogwalking, blogposting aja ga sempet :p

Minggu kemarin, akhirnya undangan rebes juga. Undangannya bikin sendiri… biasa lah, sok-sok-an, hehehe.. pengen yang sesuai keinginan tapi tetap pengen low budget :mrgreen:

Beginilah bentuknya…

Halaman undangan bagian dalam

Halaman undangan bagian luar

Terus, supaya ga saru, undangannya dipakein baju, tapi karena anak nakal, bajunya baju transparan, terbuat dari kertas kalkir lokal :mrgreen:

Sebenernya awalnya pengennya pake baju dari kertas daur ulang. Tapi booooooo… susah banget bikin yang kualitasnya rapi. Perlu screen sablon yang lebih lebar, dan juga skill yang lebih jenius, hehehe… 😀

Beginilah bentuk dummy amplopnya…

Ini bajunya, dan juga dalemannya.. *ups*

Tapi ini bukan desain akhir amplopnya. Yang ini masih terlalu ribet. Desain baru ga ada fotonya, soalnya kamera saya lagi dipinjem.

Nah, kalau udah dibajuin, jadi begini nih… 🙂

Undangan yang udah pake baju

Selanjutnya adalah bikin 350 amplop kalkir. Mudah-mudahan saya ga sakit lagi kaya minggu ini 😀

***

Review biaya:

– Biaya cetak offset full color kertas jasmine Rp 2.500/lembar (minimum 500 lembar, kalau cuman 350 lembar jatuhnya jadi Rp 2.850/lembar)

– Biaya bikin amplop Rp 1.000/lembar + tenaga dan waktu untuk bikin amplopnya. Kalau punya printer laser sendiri, jatuhnya akan jauh lebih murah, hehehe.. 😀

Advertisements
11

[Wedding Preparation] Akhirnya Foto Prewedding Juga

*Ga sempat update euy… hectic schedule….!*

Saya hanya mau mengabari bahwa akhirnya kami foto pre-wedding juga. Kok pake “akhirnya”? Iyaaaaaa, karena susah banget nyari tempat yang oke… Cerita-ceritanya nanti aja ya, hehehe… 😀

PS: Ini adalah hasil editan saya sendiri yang sedang belajar ngedit foto 😉

79

Plastik Oxium: Inovasi yang Absurd

Pernyataan bahwa “plastik merupakan bahan yang tidak ramah lingkungan” mungkin sudah sangat melekat dalam benak teman-teman. Ada banyak alternatif yang ditawarkan untuk mengurangi konsumsi dan dampak buruk plastik bagi lingkungan. Tapi apakah kita sudah benar-benar paham dengan isu ini, terlebih lagi dengan solusi yang sudah kita lakukan?

Anti Plastic Bag Campaign-nya HMTL ITB

Plastik telah menjadi isu lingkungan paling hot abad ini. Plastik dianggap sebagai bahan yang paling bermasalah di dunia. Bukan hanya waktu urainya saja yang terlampau lama–mencapai ribuan tahun karena terbuat dari sumber daya yang tidak terbarukan–, tapi juga di dalamnya terdapat campuran racun-racun yang berbahaya bagi kesehatan makhluk hidup. Kelemahan inilah yang memaksa masyarakat dunia menjauhi plastik. Tapi kemudian pertanyaannya adalah: apakah kita bergerak ke arah yang benar, ataukah kita justru memperburuk keadaan?

Ada banyak solusi untuk menghindari penggunaan plastik, salah satunya adalah menggunakan plastik oxium, yang sering difitnah sebagai “plastik ramah lingkungan.” Benarkah plasik oxium ramah lingkungan?

Salah satu contoh plastik oxium

Continue reading

21

Santika Bogor Hotel: Green, But So Terrorism Paranoia

Pengen cerita pengalaman unik setahun lalu ah… Mungkin menurut temen-temen ini ga unik-unik amat, tapi bagi saya, disangka sebagai “teroris” di hotel berbintang 4 adalah sesuatu yang mmmm… bisa dikatakan ga wajar.

Saya lupa tepatnya, tapi sekitar bulan Desember tahun lalu, saya dan beberapa rekan kerja saya menginap di Hotel Santika Bogor. Hotel ini pasti ga asing lagi di telinga dan mata anak gaul kota Bogor, karena letaknya di pusat kota, dan bersebelahan dengan Botani Square Mall Bogor. Ga perlu diceritain lah ya ngapa-ngapainnya, intinya kami punya kegiatan di sana selama satu minggu.

Saya dan teman-teman merasa cukup nyaman menginap di sini, terlebih lagi, hotel ini sudah menerapkan beberapa prinsip zero waste. Misalnya tidak menyediakan tisu di meja makan, tapi menggantinya dengan serbet, dan juga tidak mengemas makanan ringan dengan kertas atau plastik, tapi menggantinya dengan piring kaca kecil. Begini nih penampakannya:

Nira sedang makan spaghetti, liat dong di depannya ada serbet, bukan tisu 🙂

Ini dia kue pie tanpa alas kertas.

Continue reading

11

[Wedding Preparation] Batik dan Kebaya, Indonesia Sekali…

Tanggal 7 April 2011 lalu, saya dan Lica (tetangga saya yang membantu saya menjahitkan kebaya) berbelanja bahan kebaya di Pasar Baru. Lagi-lagi Pasar Baru… Pasar Baru memang tempat gacoan bagi orang yang tinggal di Bandung membeli bahan-bahan tekstil berharga miring dengan pilihan yang sangat beragam.

Seperti layaknya perempuan pada umumnya, acara belanja kali ini berlangsung lama, kira-kira 3 jam hehehe… sampe kaki kita berdua pegel-pegel. Kata Lica, kalau ga nemu bahan yang bener-bener sreg di hati, dia jadi kurang semangat ngerjain kebayanya. Karena saya juga kuat berbelanja lama-lama, saya sih hayu-hayu aja.. 😀

Dan inilah hasil belanjaan kami pada hari itu:

Continue reading