[Wedding Preparation] Batik dan Kebaya, Indonesia Sekali…

Tanggal 7 April 2011 lalu, saya dan Lica (tetangga saya yang membantu saya menjahitkan kebaya) berbelanja bahan kebaya di Pasar Baru. Lagi-lagi Pasar Baru… Pasar Baru memang tempat gacoan bagi orang yang tinggal di Bandung membeli bahan-bahan tekstil berharga miring dengan pilihan yang sangat beragam.

Seperti layaknya perempuan pada umumnya, acara belanja kali ini berlangsung lama, kira-kira 3 jam hehehe… sampe kaki kita berdua pegel-pegel. Kata Lica, kalau ga nemu bahan yang bener-bener sreg di hati, dia jadi kurang semangat ngerjain kebayanya. Karena saya juga kuat berbelanja lama-lama, saya sih hayu-hayu aja.. 😀

Dan inilah hasil belanjaan kami pada hari itu:

Karena nuansa pernikahan saya nanti adalah coklat tua, jadinya ya belanjaannya serba coklat. Cuma ada satu warna lain yang nyempil di sebelah kanan, itu akan dipakai untuk kebaya akad nikah.

Kami mencari berbagai macam warna cokelat. Ini sengaja dilakukan supaya tiap peran punya identitas yang unik.

Yang ini buat para ibu.

Yang ini buat para adik.

Kalau yang ini untuk saya, hehehe...

Dan yang ini untuk saya juga, khusus untuk akad nikah.

Sedangkan untuk para saudara dan pager ayu, saya ga pake bahan brukat, tapi pake bahan katun semi sutra yang sudah mengandung bordir dari sononya (jadi tinggal dijahit aja). Sengaja ga pake brukat, karena biasanya kebaya brukat ga bisa lagi dipake buat acara-acara lain, jadinya mubazir deh cuma menggantung di lemari.

Kalau sudah dijahit, kira-kira beginilah bentuknya:

Kebaya untuk para bude dan bule.

Kebaya untuk para pager ayu.

Terus buat kebaya saya bagaimana? Kira-kira beginilah desain kebaya resepsi yang saya buat. Sok-sokan gaya ngegambarnya kaya desainer.

*Warnanya agak salah nih, harusnya coklatnya lebih tua. Saya pake pensil warna murahan sih, coklatnya paling tua segitu. Terus supaya lebih keliatan seperti desainer, di bagian bawahnya dikasih signature, hehehehe…*

Bawahan yang akan saya kenakan nanti adalah kain batik bermotif “sido mukti”. Sido berarti terus menerus atau menjadi dan mukti berarti hidup dalam berkecukupan dan kebahagiaan. jadi dapat disimpulkan motif ini melambangka harapan akan masa depan yang baik, penuh kebahagiaan untuk kedua mempelai.

Motif batik Sido Mukti

Sedangkan untuk kebaya akadnya, saya belum kepikiran. Saking simpelnya, saya jadi males mikirin desainnya, hehehe..

Oiya, saya punya dua tips dalam membeli kain kebaya pernikahan:

– Kalau kita bukan orang yang paham betul tentang seluk beluk perkainan, berikut harga-harganya, sebaiknya jangan beli kain sendiri, tapi bawa serta desainer atau orang yang akan membantu menjahitkan kebaya kita. Saya pernah dengar dari Lica, ada seorang ibu yang “ditipu” oleh penjual kain brukat yang membandrol kain berkualitas buruk seharga Rp 1 juta/meter.

– Kalau kita berencana bikin kebaya berpayet, sebaiknya kita beli bahan yang sudah mengandung payet, sehingga biaya operasional pembuatan kebaya bisa ditekan. Salah satu faktor yang membuat suatu kebaya mahal adalah komponen payetnya. Kata Lica, biaya pemasangan payet bisa sampai jutaan. Waaaaks.. :mrgreen:

Sekian sharing hari ini, semoga bisa menginspirasi teman-teman yang sedang mempersiapkan pernikahan juga.. 😀

Sumber:

http://batikpekalongan.wordpress.com/2007/11/28/batik-untuk-pengantin/

Advertisements

11 thoughts on “[Wedding Preparation] Batik dan Kebaya, Indonesia Sekali…

  1. wheee … belanjanya ampe 3 jam, saya kalau gg pingsan *hiperbola* ya minimal rewel deh, tapi demi yang terbaik maju terus ya.
    warna coklat emang keren banget deh.
    salam kenal ^^

  2. wah sae pisan. bagus nih pas artikelnya kebetulan lagi moment nya sama, persiapan pernikahan. hehe. untung saya udah ada orang tua yang lebih paham soal kebaya batik dan lainnya, hehehe.

    semoga sukses ya teh.

  3. Pingback: Rima’s Wedding | SugarLessCoffee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s