WWF Forest Friends Uckermark Trip – Day 6: Berlin, Berlin…!

Berlin, Jerman, 29 Juli 2011

Pindah dari Lychen menuju Berlin, sama seperti pindah dari kesunyian menuju kegaduhan, atau dari kedamaian menuju kesibukan. Ya, Berlin adalah kota sibuk yang akan kami jelajahi hari ini.

Salah satu sudut kota Berlin yang sibuk.

Sama seperti cuaca di Lychen kemarin, hari ini Berlin diguyur hujan sejak pagi hari. Dari Motel One— tempat kami menginap semalam—kami berjalan kaki menuju kantor WWF Jerman yang lokasinya tidak berjauhan. Di sana kami bertemu tiga orang perwakilan WWF Jerman yang membagi pengetahuan dan pengalamannya dengan kami seputar dunia konservasi. Masing-masing dari mereka menjelaskan tentang profil WWF Jerman, FSC (Forest Stewardship Council), dan peta GIS hutan-hutan Kalimantan dan Sumatera.

"Surat" dalam bentuk gelondongan kayu berisi boneka orangutan ini dikirimkan kepada para profesional di Berlin, sebagai satu bentuk kampanye FSC - WWF.

Di sana saya juga berkesempatan mempresentasikan kondisi pohon-pohon yang kami tanam di Taman Nasional Tesso Nilo 4 (empat) bulan lalu. Pohon-pohon tersebut kini semakin tumbuh besar. Saya juga mengabarkan tentang pemindahan lokasi penanaman pohon Forest Friends seluas 30 hektar dari Desa Pontian Mekar ke desa lain. Penanaman di Desa Pontian Mekar terpaksa dibatalkan, karena masih terdapat konflik antara penduduk setempat dengan pihak Balai Taman Nasional Tesso Nilo. Hal yang paling dikhawatirkan jika penanaman ini dipaksalakukan tanpa persetujuan masyarakat adalah masyarakat justru merusak pohon-pohon tersebut, bukan menjaganya.

Telepon berdering tidak lama setelah sesi presentasi berakhir. Di ujung telepon, terdengar suara seorang wanita berbicara dengan bahasa Jerman. Dialah jurnalis yang kemarin Silke katakan hendak mewawancara saya dan Lena. Untuk kesekian kalinya kami menceritakan kembali tentang program Forest Friends yang kami jalani. Walaupun begitu, kami tidak pernah bosan menceritakannya, karena kisah Forest Friends ini benar-benar unik dan menarik.

Sisa waktu di Berlin kami manfaatkan untuk berjalan-jalan keliling Berlin. Di Berlin terdapat cukup banyak penyedia paket wisata, di antaranya adalah kapal-kapal wisata yang bergerak hilir mudik di sepanjang Sungai Spree yang membelah kota Berlin. Di sepanjang pelayaran, kami mendapat penjelasan dalam Bahasa Inggris tentang bangunan-bangunan yang sedang kami dilewati. Karena hari sedang hujan, kami tidak bisa duduk di bagian atas kapal yang tidak beratap, kami hanya diperbolehkan duduk di bagian bawah kapal.

Interior kapal.

Kapal wisata lain, dilihat dari dalam kapal.

Tahukah kamu, Berlin adalah salah satu kota dengan jembatan terbanyak di dunia? Di pelayaran kapal wisata in,i kami melewati banyak sekali jembatan. Sayangnya tidak semua jembatan bisa kami lalui, karena rute wisata kami terpotong akibat ditutupnya salah satu kanal di sungai tersebut.

Salah satu jembatan di Sungai Spree.

Gedung Pemerintahan, salah satu bangunan favorit saya di Berlin 😀

Pendeknya rute wisata dan buramnya kaca jendela kapal akibat guyuran air hujan membuat kami sepakat untuk mengambil paket wisata lain menggunakan bus. Terdapat 16 (enam belas) titik persinggahan pada rute bus wisata. Masing-masing tempat memiliki sejarah masing-masing yang menarik.

Saking banyaknya informasi yang saya dapat pada hari itu, saya tidak bisa mengingat semuanya. Titik-titik yang paling saya ingat adalah reruntuhan Tembok Berlin dan Check Point Charlie (yaang dahulunya merupakan pos perbatasan bagian Jerman yang dikuasai AS dan bagian Jerman yang dikuasai Uni Soviet).

Bus wisata.

Check Point Charlie.

Selama di Berlin, Astrid dan Silke mengajak kami bersantap di beberapa tempat makan yang cukup populer di Berlin, juga bersama Lena membantu kami memilih oleh-oleh khas Berlin. Aha.. inilah yang sangat saya suka dari Forest Friends! Walaupun secara harfiah Forest Friends diartikan sebagai “sahabat hutan”, tapi persahabatan kami tidak melulu berkutat pada urusan hutan dan konservasi, tetapi juga menyangkut hal-hal berbau sosial, budaya, serta hal-hal menarik lain yang pantas untuk dibagi.

Interior Ständigen Vertretung, restoran favorit saya dan Annisa.

Saya dan Annisa.

Silke dan Lena.

Sayang sekali kunjungan saya di negara Lena harus berakhir hari ini. Tapi kami tidak bersedih hati, karena kami berjanji untuk terus saling menghubungi dan memberi kabar. Saya dan Lena juga berjanji, suatu hari nanti kami akan berkunjung ke Tesso Nilo bersama untuk memeluk pohon-pohon yang kami tanam 4 bulan lalu, seperti kami memeluk Pohon Oak di Hutan Uckermark.

Berakhirnya kunjungan saya ke Jerman memang menandakan berakhirnya program WWF Forest Friends, tapi kami yakin, semangat Forest Friends tidak akan pernah redup. Semangat Forest Friends akan terus hidup untuk menginspirasi anak-anak muda lain di seluruh dunia untuk melestarikan hutan sebagai penyokong kehidupan makhluk hidup. Viva Forest Friends! 😀

Advertisements

5 thoughts on “WWF Forest Friends Uckermark Trip – Day 6: Berlin, Berlin…!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s