Why, why, why?

Why?

Why people only see what they want to see?

Why when I said “A,” some people heard it as “f*cking A”?

Why when I said “the sky is blue,” some people heard it as “OMG, I f*cking love the sky!”?

Why when I said “I think…..,” some people heard it as “You must be wrong…!”?

Why? Don’t people really know about the differences between fact, opinion, and judge? It is so simple, actually.

Can anyone give me the answer except “people only see what they want to see”?

Advertisements

6 thoughts on “Why, why, why?

  1. Maafin saya mba. Maaf sekali. Kemarin saya membuat “kritik atas kritik” itu sepulang kerja. Jadi mungkin kurang fokus dan menggebu-gebu. Saya ngaku saya salah besar Mba. Saya terjebak oleh pikiran saya sendiri –padahal sudah lama sekali saya tak percaya pada pikiran. Saya menyesal sekali membuat kritik itu. Udah sekarang Mba yang tenang ya? Jangan terlalu diambil hati. Salam buat ponakan yang sekarang sudah berumur 28 minggu. Dan, satu lagi: kita akur ya? Hehehehe

    • Loh, ada apa ini ribut-ribut? 😀

      Tenang aja Mas Khoirul, spt yang saya tulis pada komen, pandangan saya terhadap seseorang ga cukup hanya lewat 1 kali pengalaman. Kalau pengalaman pertama buruk, itu bukan jadi penentu buat saya ga suka sama seseorang, hehehe… piss 🙂

  2. Jadi galau setelah ditanya tiga kali Why Why Why. 😦
    Fact, opinion, dan judge memang berasal dari satu sumber tapi diterjemahkan oleh banyak orang. Perbedaan itu indah..

    • Sebenernya ga sama-sama amat, kaka Gie..

      Fakta adalah pemaparan data yang sesuai secara logika.
      Opini adalah pendapat yang belum tentu merupakan fakta.
      Judge adalah opini yang didasari paradigma/mindset tertentu.

      Terkadang pola pikir logis seseorang tidak runut sehingga ketika ada orang yang lain mengatakan suatu fakta, langsung dicap sebagai sebuah opini (atau lebih parah lagi sebagai sebuah judge) sesuai dgn paradigma masing-masing. Padahal fakta dengan opini apalagi judge itu tingkatannya berbeda.

      Misal: ketika saya bilang “banyak orang bilang lagu Lady Gaga enak didengar” –> orang bisa langsung menjudge bahwa saya fans Lagy Gaga atau pengikut aliran setan dan seterusnya (tergantung seberapa liar mindsetnya, hahaha…)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s