Berenang: Menangis Awalnya

5 months 17 days 

Akhirnya kolam renang baby spa yang sudah teronggok lama di rumah ini dipakai juga. Sebenarnya bisa aja sih kalo mau dipake sejak kemarin-kemarin, hanya saja saya menunggu si pops pulang dari Balikpapan, maksudnya supaya ada yang bantuin mompa kolam anginnya. Kelihatannya memompa kolam angin seperti ini sepele, cuma tinggal tarik tuas pompa trus turunin lagi. Well, tapi kenyatannya tidaklah semudah kelihatannya.

Sayangnya, karena si pops pagi ini ada deadline ngumpulin laporan proyek, akhirnya ujug-ujungnya sayalah yang harus mompa. *sigh*

Setelah berpeluh dan ngos-ngosan selama 15 menit, akhirnya kolam baby spa Tiara siap digunakan. Hal berikutnya yang perlu dilakukan adalah mengisi air. Karena saya ga tau kalo di rumah ini ada selang (jangan tanya kenapa :mrgreen: ), saya bolak-balik ngisi air pake ember. Masukin ke kolamnya pun ga pake gayung, tapi embernya diangkat ke atas. Udah berasa Lisa Rumbewas aja :mrgreen:

Setelah 2/3 penuh, pengisian air dihentikan. Bukan karena sayang air, tapi karena saya udah kecapean. Biarin lah, trial and error… cobain aja dulu segini, siapa tau cukup, hihihi.

Supaya ga kedinginan, saya masukin air panas ke kolamnya. Lumayan juga tuh, saya bikin 3 panci gede air panas. Tapi air kolamnya angetnya segitu-segitu aja. Gapapa lah, dari pada dingin 😛

Di percobaan pertama, Tiara ga pake baju renang, bugil aja seperti mandi. Setelah dipasang swim trainer warna pink (kyaaaaa warna pink), Tiara diceburin ke kolam. Pertama kakinya dulu, trus lama-lama seluruh badan masuk ke dalam air. Reaksinya? Dia langsung mewek dan langsung “lari” ke pinggir kolam, minta digendong.

Sepertinya dia masih kaget. Akhirnya acara berenang pagi ini batal. Tiara akhirnya mandi air anget.

Sore harinya, saya coba ceburin lagi Tiara ke kolam, kali ini pake baju renang. Sebenernya bukan baju renang beneran sih, tapi jumper Carter’s yang kebetulan bentuknya sama dengan baju renang, hehehe.

Di percobaan kedua ini, awalnya Tiara juga masih takut. Ga nangis sih, cuma tangannya mencengkeram tangan saya kuat sekali, dan mukanya masih takut-takut gitu. Tapi lama-lama Tiara melepaskan cengkramannya, lalu memegangi ban renang. Muka tegangnya berubah menjadi sumringah, kaki dan tangannya pun digoyang-goyangkan, lalu Tiara meluncur ke segala arah.

Ternyataaaaa… nangis di awalnya doang, setelah itu kesenengan :mrgreen:

Rencananya saya akan memberenangkan Tiara minimal seminggu sekali. Katanya, berenang bisa melatih dan merangsang kemampuan motorik anak. Biar ntar gedenya jadi gesit dan terampil bisa melakukan segala sesuatu 😀

Sekian pengalaman renang hari ini. Sampai jumpa di acara renang minggu depan ^,^

Pops dan Tiara

Pops dan Tiara

P1450644

P1450646

P1450649

Pegangan sama uti

IMG03108-20130311-1446

Di percobaan kedua, akhirnya mulai menikmati berenang 🙂

TIPS:

– Jika dana memungkinkan, sebaiknya pilihlah pompa listrik ketimbang pompa tekan atau pompa injak. Atau jika memungkinkan, kolam angin bisa juga diisikan angin di tukang tambal ban 😀

– Agar tidak mubazir bahan bakar, jangan dulu memanaskan air di kompor sebelum air dingin terisi seluruhnya di dalam kolam. Mengisi air ke dalam kolam membutuhan waktu yang cukup lama.

– Masukkan bayi secara perlahan ke dalam air, dimulai dari kakinya. Jika bayi menangis, jangan dipaksakan untuk tetap di dalam air, karena dikhawatirkan bayi menjadi trauma.

– Bisa digunakan juga mainan-mainan (yang tahan air tentunya) untuk menemani bayi berenang.

– Jangan tinggalkan bayi di kolam tanpa pengawasan orang dewasa. Siapkan peralatan pasca renang (seperti handuk dan lain-lain) sebelum memasukkan bayi ke kolam.

– Sebaiknya hindari penggunaan neck ring karena beresiko menyebabkan cedera leher. Katanya sih neck ring sudah tidak direkomendasikan. Sebagai gantinya, bisa menggunakan swim trainer 🙂

 

FEATURES (Siapa tau ada yang butuh):

kolam

Kolam Baby Spa Rp 195.000

pompa tuas

Pompa tangan Rp 90.000

swim-trainer-pink

Swim Trainer Rp 41.000

Advertisements

2 thoughts on “Berenang: Menangis Awalnya

  1. wah asyik udah belajar berenang. Setuju, Rim. Harus sedini mungkin karena saya terlambat ngajak anak-anak berenang (langsung les renang di kelas 2 SD), sehingga anak-anak jadi ngga nyaman kalo berenang. Seperti ritual khusus gitu. Padahal banyak manfaat berenang: utk kesehatan (membantu Iyo sembuh dari gangguan pernafasan) dan melatih konsentrasi anak. Banyak anak kurang maksimal sewaktu sekolah karena kesulitan konsentrasi (istilahnya konsentrasi pendek).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s