17

Menjayakan Kembali Sang Primadona Budaya Indonesia

Alangkah miris rasanya mengetahui bahwa wayang — warisan budaya asli Indonesia — sangat diapresiasi di negeri lain, tapi tidak di negeri asalnya… bahwa sementara di negeri lain seni wayang sudah resmi masuk ke dalam kurikulum pendidikan formal, di negeri asalnya para budayawan perlu beradu otot dengan pemerintah untuk memperoleh pencapaian yang sama.

Dalam sejarah perkembangannya, bangsa Indonesia pernah menciptakan puncak-puncak kreasi dan karya yang sampai sekarang masih dikagumi. Kreasi dan karya budaya tersebut merupakan  hasil akal, budi, dan pikiran manusia yang tak ternilai harganya.

(Ilustrasi dari jakarta.go.id)

Kesenian wayang adalah satu dari sekian banyak kesenian khas Indonesia. Di mata para pengamat budaya, kesenian wayang memiliki nilai lebih dibandingkan seni lainnya, karena kesenian wayang merupakan kesenian yang komprehensif yang dalam pertunjukannya memadukan unsur-unsur kesenian, diantaranya seni karawitan, seni rupa (tatah sungging), seni pentas (pedalangan), dan seni tari  (wayang orang). Di samping fungsinya sebagai hiburan, kesenian wayang juga memiliki fungsi estetika dan sarat dengan nilai-nilai luhur. Setiap alur cerita, falsafah dan perwatakan tokohnya, sampai bentuk pada kesenian wayang mengandung makna yang sangat mendalam.

Kita patut berbangga akan hal ini, karena kemajuan sebuah bangsa salah satunya ditentukan oleh peradaban budayanya. Bahkan UNESCO, lembaga yang membawahi kebudayaan dari PBB pada tahun 2003 menetapkan wayang — yang merupakan kebudayaan asli Indonesia — sebagai sebuah warisan mahakarya dunia yang tak ternilai dalam seni bertutur (Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity). Ironisnya, bukan rasa bangga dan tindakan melestarikan kebudayaan ini yang muncul, tapi anggapan bahwa kebudayaan ini kuno dan ketinggalan jaman sehingga generasi muda mulai meninggalkannya.

Sudah sebegitu lunturnyakah rasa kecintaan kita pada kesenian wayang?  Berkaca pada diri sendiri, mungkin saja jawabannya adalah “ya.” Saya terakhir kali menonton pertunjukan wayang hampir dua tahun lalu. Itupun karena tidak sengaja saya temukan di sebuah festival di kota tempat saya tinggal. Saya lupa siapa dalangnya, saya juga lupa bagaimana ceritanya. Mungkin saya adalah representasi dari generasi muda yang mulai acuh tak acuh dengan kesenian ini.

Saya pernah suka sekali dengan wayang, terutama wayang golek. Semuanya berawal saat orang tua saya membelikan saya “Si Cepot”, tokoh wayang golek yang memang merupakan idola saya pada kala itu. Walaupun sedikit menakutkan dengan mukanya yang merah dan giginya yang menonjol, kelucuan karakternya membuat saya jatuh hati. Kini Si Cepot entah berada di mana, saya sudah lama sekali tidak memikirkannya.

Pertunjukan mini wayang golek di Braga Festival 2010

Ketemu Cepot di Braga Festival 2010, langsung minta foto bareng 😀

Tak bisa dipungkiri, arus globalisasi dan modernisasi yang terlampau kencang menerpa negeri ini membuat kita melupakan budaya tradisional. Jika jaman dulu orang menyetel televisi untuk menonton pertunjukan wayang kulit/golek/orang di TVRI, kini ada banyak pilihan lain yang dianggap lebih menarik seperti sinetron atau sitkom. Tak heran jika semakin lama masyarakat semakin tidak mengenal wayang, apalagi tergerak untuk melestarikannya. Seperti kata pepatah, “tak kenal maka tak sayang.”

Jika generasi saya yang masa kecilnya diwarnai kesenian wayang saja kini bersikap acuh tak acuh terhadap kesenian ini, bagaimana dengan generasi anak-anak jaman sekarang yang mungkin sama sekali tidak pernah bersentuhan dengan dunia wayang? Lalu mau dibawa kemana warisan budaya ini? Pantaskah wayang tergeser oleh Naruto atau tokoh kartun lain? Memikirkannya saja saya sudah merinding. -_-

Saya merasa tergerak untuk kembali mencintai wayang. Saya tidak mau anak cucu saya kelak mengenal wayang hanya karena mengunjungi museum, lalu manggut-manggut saat membaca keterangan “ini adalah warisan budaya Indonesia.” Atau mengenal wayang karena menonton pertunjukan yang justru digelar oleh orang-orang yang bukan berkebangsaan Indonesia.

Mengeluh dan berharap saja tentu tidak akan menyelesaikan masalah. Sebagai bagian dari generasi yang sedikit lebih tua pada masa ini, saya merasa perlu ambil bagian dalam menemukan solusi untuk mengembalikan kejayaan kesenian wayang di mata anak-anak. Berikut adalah beberapa solusi yang sempat terpikirkan di benak saya terkait masalah ini:

Bagi Para Orang Tua

1. Mempelajari Dunia Wayang sebagai Modal untuk Mengajar dan Mendidik Anak

Selain memiliki cerita yang menarik, dunia wayang juga berisikan nilai-nilai luhur dan falsafah hidup yang penting untuk pembentukan karakter anak-anak. Jika kita masih kurang percaya diri membawakan nilai-nilai tersebut, minimal kita bisa membawakan cerita yang menarik dan menghibur untuk anak-anak.

Untuk mempelajari cerita wayang klasik, kita cukup sesekali menonton pertunjukan wayang. Atau kalau tidak, kita bisa membaca bukunya.  Sayangnya di dua cerita yang paling populr dalam dunia perwayangan yaitu Ramayana dan Mahabharata, terdapat beberapa bagian cerita yang kurang cocok untuk dikonsumsi anak-anak. Tapi kita bisa memilahnya dan hanya menceritakan bagian yang pantas untuk diceritakan. Saat kita sudah hafal ceritanya, kita bisa menggunakannya sebagai dongeng pengantar tidur atau media pembelajaran suatu materi.

Buku karya Rizem Aizid, cocok untuk pemula

2. Mengajak Anak-anak Mengunjungi Museum Budaya

Anak-anak memiliki rasa ingin tahu yang sangat besar. Kita bisa memanfaatkan energi ini untuk mengajak mereka menjelajahi museum yang menampilkan koleksi wayang. Memang belum banyak berdiri museum khusus wayang di negeri ini, tapi paling tidak terdapat beberapa museum di beberapa kota besar yang bisa kita dijadikan pilihan:

Koleksi wayang golek Museum Sri Baduga Bandung

Koleksi wayang beber Museum Sri Baduga Bandung

3. Menjadikan Wayang sebagai Objek Kreasi

Banyak kegiatan yang dinilai bisa merangsang kemampuan motoris anak, misalnya menggambar, mewarnai, dan berprakarya. Sambil merangsang kreativitas mereka, kita bisa memperkenalkan wayang pada kegiatan-kegiatan ini, misalnya:

  • Mewarnai gambar wayang. Gambar polos wayang bisa diunduh secara gratis misalnya di laman Facebook e-wayang.
  • Membuat wayang kertas. Cara membuatnya bisa disimak di blog Surfer Girl. Jika bentuk wayang asli (misalnya wayang kulit) dirasa terlalu sulit, bisa dibuat bentuk lain yang disukai. Selanjutnya wayang hasil karya bisa digunakan untuk mengadakan pertunjukan kecil-kecilan. 😀
  • Membuat papertoy  wayang. Cetakannya bisa diunduh secara gratis misalnya di blog Yapato dan Salazad.
  • Membuat wayang dari daun singkong. Cara membuatnya bisa disimak di blog Dey.

Wayang kertas (ilustrasi dari en.surfer-girl.com)

Papertoy Bima dan Sadewa hasil buatan sendiri ^,^

Wayang batang daun singkong (ilustrasi dari blog Dey)

4. Memanfaatkan Kemajuan Teknologi Informasi

Seiring kemajuan teknologi, kini inspirasi dan cerita estetis wayang dapat kita nikmati dalam bentuk digital. Salah satunya adalah komik e-wayang.org dan situs interaktif ramaya.na. Dengan gambar yang lucu dan menarik, diharapkan anak-anak akan bersemangat untuk menyimaknya. 😀

Komik e-wayang (ilustrasi dari e-wayang.org)

Situs ramaya.na (ilustrasi dari ramaya.na)

5. Menuansakan Wayang dalam Kehidupan Sehari-hari

Banyak barang-barang yang kita gunakan sehari-hari yang bisa kita manfaatkan untuk menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap wayang, misalnya: baju, tas, sepatu, mug, dan lain-lain. Diharapkan dengan interaksi setiap hari dengan wayang, apalagi jika sudah menjadi ikon bagi barang kesayangan mereka, anak-anak akan mencintai wayang dengan sendirinya. 😀

Kaos Srikandhi, hasil hunting di Jogja

Mug wayang (ilustrasi dari kaskus.co.id)

.

Bagi Para Pelaku Dunia Wayang

1. Mengembangkan Inovasi Pertunjukan Wayang Khusus Anak-anak

Jika biasanya pertunjukan wayang digelar semalam suntuk, menggunakan Bahasa Jawa atau Sunda secara full, dan terkadang berisikan cerita-cerita dewasa, maka perlu dibuat juga pertunjukan wayang khusus untuk anak-anak. Misalnya dibuat pada waktu siang hari dengan durasi hanya 2 jam, menggunakan Bahasa Indonesia, dan berisikan cerita khusus anak-anak.

Khusus untuk anak-anak jaman sekarang yang agak kebarat-baratan, kesenian wayang perlu punya nilai nyentrik, sehingga mungkin para dalang perlu bereksperimen dengan memasukkan unsur pop ke dalamnya. Sebenarnya ini bukan hal baru, karena sejak tahun 1925 sudah ada wayang kancil, dan sejak tahun 2010 ada wayang hiphop.

Wayang kancil (ilustrasi dari dongengwayangkancil.wordpress.com)

Wayang hiphop (ilustrasi dari Facebook.com)

2. “Memformalkan” Wayang

Seni wayang mengandung nilai-nilai luhur dan falsafah hidup yang baik untuk membantu pembentukan karakter anak-anak, oleh karena itu seni wayang sangat cocok untuk dimasukkan ke dalam kurikulum pendidikan nasional. Upaya ini telah dilakukan oleh PEPADI, namun sayangnya gayung belum bersambut.

Kita juga bisa mengusulkan adanya Hari Wayang Nasional. Sama seperti hari-hari perayaan lainnya, biasanya masyarakat akan melakukan hal-hal spesial pada hari-hari tersebut. Saya harap, jika ada Hari Wayang Nasional, stasiun televisi swasta akan tergerak untuk menampilkan pertunjukan wayang, dan masyarakat awam akan tergerak untuk berkontribusi memajukan dunia perwayangan nasional, misalnya para blogger menulis artikel tentang wayang. 🙂

3. Mengadakan Kelas atau Kursus Dalang Bocah

Sayang sekali rasanya jika apresiasi dan minat anak-anak terhadap wayang berhasil ditingkatkan tapi tidak tersedia cukup banyak fasilitas yang memungkinkan anak-anak berkecimpung lebih jauh dalam dunia wayang, misalnya tidak ada tempat kursus dalang dan sinden bocah. Untuk  menjadi seorang dalang dan sinden profesional tentulah tidak cukup dengan mengikuti kursus selama beberapa bulan. Tapi sebagai langkah awal untuk memfasilitasi kecintaan anak-anak terhadap wayang, sepertinya wadah-wadah semacam ini perlu ada dan dikelola dengan baik.

Sekolah Pedalangan “Sobokartti” (ilustrasi dari sobokartti.wordpress.com)

4. Mengadakan dan Mendukung Acara-acara Spesial Pewayangan secara Berkala

Salah satunya adalah Festival Dalang Bocah Nasional yang diselenggarakan setiap tahun di berbagai kota pada sejak 2008. Kegiatan ini diprakarsai oleh PEPADI dan didukung oleh Kementrian Pemuda dan Olahraga RI dan berbagai sponsor. Festival serupa tingkat daerah juga dilaksanakan oleh PEPADI provinsi dan kabupaten/kota setiap tahunnya.

Dalang bocah (ilustrasi dari festivaldalangbocah.com)

Ketua Umum PEPADI Pusat, Ekotjipto, mengatakan Festival Dalang Bocah diadakan untuk mendorong kecintaan anak-anak terhadap profesi dalang. PEPADI berada posisi mengawal tradisi seni wayang agar tetap lestari dan menjaga agar mata rantai generasi pedalangan tidak putus begitu saja. (Sumber)

***

Itulah beberapa hal yang menurut saya bisa kita lakukan mulai dari sekarang untuk menumbuhkan kembali minat anak-anak terhadap dunia wayang.

Kelestarian seni dan budaya wayang adalah tanggung jawab kita bersama sebagai bangsa pemilik sah kebudayaan ini. Dibutuhkan tekad dan komitmen yang kuat dari berbagai pihak untuk mengembalikan kejayaan wayang sebagai primadona budaya nasional, terutama di mata anak-anak Indonesia yang hidup di generasi instan seperti sekarang. Mengandalkan pemerintah saja tentu bukan hal yang bijak, karena sejatinya peran keluarga dan masyarakat bisa memberikan hasil yang lebih optimal.

Menggubah sedikit kesenian ini agar sesuai dengan perkembangan jaman menurut saya bukanlah sesuatu yang salah. Toh yang penting kita bisa menggiring generasi penerus kita untuk mencintai wayang. Biarkanlah mereka mencintai wayang melalui jalur yang mereka pilih sendiri. Bukankah yang terpenting dari seni wayang bukanlah kemasannya, tetapi nilai-nilai yang terkandung di dalamnya?

Semoga tidak ada lagi kata-kata sumbang yang mengeluhkan “kok wayang lebih diapresiasi di luar negeri ya?”. Semoga seni dan budaya wayang bisa kembali menjadi primadona di tanah kelahirannya sendiri. Tidak lagi dianggap ribet, tetapi agung… tidak lagi dianggap aneh, tetapi unik… dan tidak lagi dianggap kuno, tetapi antik…

Bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa menghargai budayanya. Jayalah selalu wayangku, primadona budayaku. 🙂

Advertisements
59

[Site Review] Diskon.com dan Hasrat Berburu Diskon

Saat saya menikah sekitar satu tahun lalu, saya membuat sayembara foto pada saat resepsi pernikahan. Ini hanya untuk iseng-iseng saja, sekaligus supaya banyak yang upload foto pernikahan saya di Facebook :D. Namanya sayembara pastilah ada hadiahnya. Saya sempat bingung memikirkan hadiah yang cocok untuk sayembara ini. Rasanya kalau hadiahnya berupa barang, kesannya kok agak-agak norak.

Lalu seorang teman memberi ide untuk menghadiahkan voucher makan gratis saja. Ide yang bagus, pikir saya. Saya pun kemudian mencari tahu bagaimana cara mendapatkan voucher makan gratis yang dimaksud. Tentu saja “gratis”-nya bukan untuk saya, tapi untuk si pemenang sayembara. Saya hanya bertugas mencarikan dan membelikannya saja. 🙂

Hasil pencarian melabuhkan saya pada sebuah situs daily deal. Beginilah awal mula saya mengenal situs-situs daily deal dan selanjutnya mulai sering berburu diskon di sana. Namun lambat laun kesenangan ini terpaksa harus hilang, karena satu demi satu situs-situs ini gulung tikar atau tidak lagi bekerja sama dengan merchant-merchant yang ada di kota saya, kota Bandung.

Sampai kemudian saya menemukan satu situs daily deal baru bernama Diskon.com yang memberikan pelayanan bagi pelanggan di Bandung. Sebenarnya situs ini tidak terlalu baru, karena situs ini telah beroperasi sejak Februari 2012 lalu, dan peminatnya sudah lumayan banyak. Syukurlah saya “dipertemukan” dengan situs ini oleh mesin pencari Google, sehingga hobi lama saya bisa saya hidupkan kembali. 😀

.

Apa Itu Situs Daily Deal dan Apa Itu Diskon.com?

Situs daily deal adalah situs yang memberikan layanan potongan harga atas produk-produk tertentu kepada pelanggan, seperti voucher di kedai makanan atau voucher jasa-jasa lain seperti salon, spa, kesehatan, toko perhiasan, dan lain-lain. Potongan harga ini didapatkan atas kerja sama dengan merchant-merchant pemilik usaha. Jadi di satu sisi situs ini memberi keuntungan kepada para pelanggannya, dan di sisi lain membantu merchant-merchant mempromosikan usahanya.

Diskon.com adalah situs daily deal dalam negeri terbaru saat ini. Berbasis di Yogyakarta, situs ini memberikan pelayanan kepada para pelanggannya yang tersebar di tujuh kota yaitu Yogyakarta, Bandung, Jakarta, Solo, Semarang, Surabaya, dan Denpasar. Sayangnya, karena masih baru, untuk beberapa kota deal yang ditawarkan masih terbatas.

Bagi kamu yang belum pernah menjadi pelanggan situs daily deal, cara menjadi pelanggan dan berburu diskon di Diskon.com sangatlah mudah. Cukup ikuti langkah-langkah berikut ini:

Nah, begitu pula jika kamu punya merchant di salah satu atau beberapa kota yang tadi saya sebutkan di atas, kamu juga bisa bekerja sama dengan Diskon.com untuk mempromosikan merchant kamu. Caranya adalah sebagai berikut:

.

[Layout] Kesan Pertama Begitu Menggoda

Untuk urusan goda-menggoda, situs daily deal yang satu ini bisa dikatakan jawara. Momen kritis suatu situs ditentukan oleh layout situs yang bersangkutan. Semakin menarik dan sederhana layout suatu situs, maka semakin besar pula peluang pengunjung tergoda dan akhirnya jatuh cinta dengan situs tersebut. 😀

Pilihan nama yang sederhana dan sangat pas dengan maknanya, membuat Diskon.com mudah sekali diingat. Apalagi ditunjang dengan logonya yang berupa keranjang belanja berlambang “%” yang sangat memberikan nuansa “diskon.”

Saat pertama kali kita menjejakkan kaki di Diskon.com, kita akan ditodong untuk menuliskan alamat email dan kota tempat tinggal kita. Tapi tenang saja, ini bukan paksaan. Jadi jika kamu tidak bersedia mendaftarkan email kamu tapi tetap ingin berselancar, cukup klik tulisan “sudah pernah daftar Diskon.com” :mrgreen:. Nanti kalau sudah jatuh cinta, barulah daftarkan email kamu untuk mendapatkan newsletter yang akan di-update via email secara berkala.

Pilihan warna yang lembut akan membuat kita nyaman berlama-lama di situs ini. Ukuran font-nya juga pas, tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil.

Saya yakin kamu tidak akan tersesat. Kita tidak perlu men-scroll terlalu banyak, link-link penting yang kita butuhkan untuk menggali informasi lebih jauh bisa kita temukan di halaman utama Diskon.com.

Ukuran situs ini juga tidak terlalu berat, paling tidak untuk saya. Tapi mungkin bagi pengunjung yang akses internetnya lebih terbatas, situs ini bisa dibilang cukup berat karena menampilkan banyak gambar.

Saya iseng-iseng mengecek kecepatan waktu loading situs ini di Pingdom.com, dan inilah hasilnya. Untuk data yang lebih lengkap, bisa dicek di link ini.

.

[Konten] Ternyata Bukan Hanya Kesan Pertamanya yang Menggoda..  

… tapi juga diskon-diskonnya! Kebanyakan diskon yang ditawarkan untuk produk-produk yang dijajakan adalah 50%. Tapi kalau kita beruntung, kita bisa juga menemukan diskon 100%. Kalau tidak percaya, nih saya kasih barbuk. :mrgreen:

Sebelum berburu diskon, pastikan kita memilih kota yang sesuai dengan kebutuhan kita. Setelahnya, tadaaaaa… beragam penawaran menggiurkan pun bermunculan. Dalam penawaran setiap produk, ditampilkan gambar ciamik beserta info detil terkait berapa besar diskon yang diberikan, berapa harga pasca diskon, dan berapa uang yang kita hemat jika kita mengambil penawaran tersebut. Dan karena ini bukan penawaran yang tak terbatas, ditampilkan pula batas waktu yang kita punya untuk menentukan mengambil penawaran tersebut atau tidak.

Untuk penawaran utama pada setiap kota, penampilannya adalah sebagai berikut:

Sedangkan penawaran-penawaran lain ditampilkan dalam ukuran yang lebih kecil, dan untuk bisa mengetahui batas waktu pengambilan penawaran, kita cukup mengarahkan kursor ke gambar produk.

Jika kita mengklik tombol “detil” atau nama produk, kita akan disuguhi informasi lengkap seputar produk ini, mulai dari profil, peta lokasi, harga-harga, ketentuan penggunaan deal, hingga foto-foto produk yang bisa membuat kita ngiler.

Kalau kamu kurang yakin dengan produk yang ditawarkan, kamu bisa cek dulu review produk-produk tersebut yang telah diujicoba langsung oleh karyawan Diskon.com. Tapi ini baru berlaku untuk produk-produk yang ditawarkan di Yogyakarta saja ya. Pelanggan dari kota lain harus bersabar dulu. 🙂

Kalau masih pusing dan bingung, kamu bisa buka FAQ yang link-nya terdapat di bagian bawah situs. Selain FAQ, ada juga fasilitas “kontak kami,” blog, dan informasi lowongan kerja. Tapi mungkin karena masih baru, situs ini belum menampilkan beberapa elemen lain yang biasanya ada pada sebuah situs, di antaranya:

  • Testimoni, baik testimoni tentang produk yang ditawarkan, maupun testimoni kesan-kesan menjadi pelanggan Diskon.com. Testimoni ini bisa dibuat oleh pelanggan maupun merchant. Semakin banyak testimoni positif, maka rasa percaya calon pelanggan atau merchant akan semakin besar.
  • Sitemap. Selain bisa mempermudah pengunjung mencari suatu artikel atau dealsitemap juga berfungsi mempermudah mesin pencari (seperti Google) mengindex keseluruhan isi situs. Lebih jauh, admin situs juga bisa dengan mudah melakukan pengecekan broken link pada situs bersangkutan.
  • Terms and Conditions. Ini merupakan salah satu elemen paling penting pada sebuah situs karena berisikan aturan main dasar yang harus disepakati oleh pihak-pihak yang terlibat, misalnya aturan copyright, syarat keanggotaan, ketentuan ganti rugi/pembatalan, dan sebagainya. Dengan adanya Terms and Conditions, masalah yang sewaktu-waktu datang bisa ditangani dengan cepat.
  • Privacy Policy. Sebagai situs yang melibatkan banyak pengguna yang menyertakan identitas pribadi mereka, Diskon.com sangat perlu memiliki privacy policy. Dalam elemen ini dijelaskan bagimana pengelola situs mengatur dan menggunakan database identitas pengguna, serta bagaimana komitmen pemilik situs menjaga keamanan data tersebut.
  • Profil Perusahaan Induk. Walaupun pada bagian bawah situs Diskon.com tertera tulisan yang menjelaskan bahwa situs ini berada di bawah PT. JC Indonesia, alangkah lebih baik jika situs ini juga memuat profil perusahaan induk tersebut (misalnya ada link ke laman ini). Selain itu, link artikel press release Diskon.com juga mungkin perlu ditampilkan untuk menegaskan bahwa situs ini benar-benar berada di bawah tanggungjawab PT. JC (misalnya ada link ke laman ini).
  • Mesin Pencari Internal. Layanan ini akan sangat membantu pengguna yang mencari produk dengan spesifikasi tertentu.

.

Beda Diskon.com dengan Situs Daily Deal Lain

Kalau ditanya apa yang membuat Diskon.com berbeda dengan situs daily deal lain, jawabannya: banyak!

  • Diskonnya lebih gila. Malah bisa sampai 100%!
  • Voucher diberikan dalam bentuk kode kombinasi huruf dan angka melalui email dan SMS. Jadi pengguna tidak perlu repot-repot memprint voucher.
  • Bisa dijadikan hadiah atau dipindahtangankan secara praktis. Cukup forward SMS atau email kode voucher. 😉
  • Kota “jajahan” lebih banyak.
  • Ada layanan live support 24 jam, dan ada fasilitas pengiriman transkrip chatting ke email pengguna.
  • Nominal harga yang ditawarkan cenderung lebih rendah, sehingga pelajar dan mahasiswa pun bisa merasakan keuntungannya.
  • Sementara situs daily deal lain biasanya menawarkan deal kuliner saja atau gaya hidup saja, Diskon.com menawarkan keduanya.
  • Ada klasifikasi penawaran “kuliner” dan “gaya hidup” yang memudahkan pencarian.
  • Tidak ada syarat minimum deal untuk menentukan apakah suatu tawaran jadi melepaskan deal atau tidak. Di situs daily deal lain, ada yang menggunaan sistem syarat deal minimum.

Tapi di balik kelebihan-kelebihannya, ada pula kekurangannya:

  • Belum ada beberapa elemen penting pada situs yang sudah saya bahas sebelumnya.
  • Belum ada fasilitas “remember me,” sehingga untuk masuk ke situs Diskon.com, pengguna harus memasukkan username dan password berulang-ulang.
  • Jumlah penawaran di luar kota Yogyakarta masih sedikit.
  • Belum ada versi mobile.
  • Belum ada sistem kredit. Sistem kredit akan memudahkan transaksi dengan nominal yang tidak terlalu besar. Dari ketiga bank yang digunakan untuk bertransaksi, hanya BCA yang mengijinkan transfer uang minimal Rp 10.000,00. Selebihnya, Bank Mandiri dan BNI hanya mengijinkan transfer minimal Rp 50.000,00 (kecuali jika transaksi dilakukan melalui SMS banking atau internet banking. Sistem kredit juga bisa dijadikan peluang bagi pelanggan setia untuk memperoleh keuntungan. Misalnya kredit Rp 25.000,00 bisa diperoleh dengan membayar hanya Rp 23.000,00.

.

Pengalaman Ber-Diskon.com

Kurang lengkap rasanya membuat review tanpa mencobanya sendiri menjadi pengguna atau pelanggan situs ini. Kebetulan sekali, deal yang ditawarkan di kota Bandung baru ada satu, yaitu Brew & Bite, sebuah kedai kopi di Trans Studio Mall… cocok sekali dengan saya sang pencinta kopi. 😀

Setelah mendaftarkan diri di Diskon.com dan mengklik tombol “BELI” pada deal yang kita pilih, maka akan muncul halaman seperti ini:

Setelah memilih bank yang akan saya gunakan untuk mentransfer uang, dan mengklik “complete order,” saya mendapatkan email dan SMS berisi nomor rekening tujuan dan nominal yang perlu dibayar, serta perintah untuk melakukan konfirmasi pembayaran.

Informasi via SMS

Potongan informasi via email

Setelah saya melakukan konfirmasi pembayaran, dan pihak Diskon.com melakukan approval, saya mendapatkan kode voucher melalui SMS dan email seperti ini:

Informasi via SMS

Potongan informasi via email

Saya senang sekali karena voucher pesanan saya bisa saya dapatkan dalam hitungan menit. Biasanya situs daily deal lain melakukan proses ini minimal selama satu hari.

Tapi ada hal yang membuat saya cukup bingung. Di SMS, tanggal penggunaan voucher yang tertera adalah 1 Juli – 1 Agustus 2012, sedangkan di email, tanggal penggunaan voucher ada 2 versi, yaitu 1 Juli – 1 Agustus 2012 dan 24 Juli – 6 Agustus 2012.

Saya kemudian menghubungi customer service yang sedang bertugas di layanan live support pada situs Diskon.com. Sesaat setelah chatting selesai, transkrip chatting langsung dikirimkan ke email.

Ternyata memang terdapat kesalahan pada sistem mereka. Atas kekeliruan ini, mereka mengajukan permohonan maaf baik secara langsung saat chatting maupun secara resmi melalui email beberapa menit setelah chatting selesai. Ternyata, petugas Diskon.com benar-benar cepat tanggap, padahal saat itu hampir tengah malam, hehehehe… 😀

Dari pengalaman pertama ini, saya bisa menyimpulkan bahwa bertransaksi dengan Diskon.com sangatlah mudah, cepat, dan nyaman. Sebagai pengguna, saya merasa sangat dibimbing untuk melakukan langkah-langkah yang harus saya ambil secara runut. Ditambah dengan penyelesaian masalah yang sangat cepat dan mengusung sportivitas, menurut saya pelayanan Diskon.com sangatlah memuaskan.

.

Saran untuk Diskon.com

Walaupun banyak yang gulung tikar, dewasa ini banyak bermunculan situs daily deal baru yang tak kalah inovatif dibanding Diskon.com. Iseng-iseng saya mencari tahu popularitas Diskon.com dengan mengetikkan kata kunci “diskon” di mesin pencari google.co.id.

Pada hari-hari biasa, Diskon.com berdiri dengan gagahnya di posisi kedua. Namun pada saat weekend, misalnya pada Minggu 15 Juli 2012, sekitar pukul 13:50 WIB, posisi Diskon.com merosot ke posisi ke-4. Fluktuasi ini menunjukkan bahwa persaingan di antara situs daily deal Indonesia ternyata cukup ketat.

Agar tidak kalah saing dengan situs-situs serupa lain, Diskon.com perlu melakukan perbaikan-perbaikan dan inovasi-inovasi baru, salah satunya adalah melengkapi situs dengan beberapa elemen penting yang saya sebutkan di atas. Diskon.com juga perlu melakukan perbaikan sistem/manajemen sehingga kasus “salah tanggal” seperti yang menimpa saya tidak terjadi lagi di kemudian hari.

Usulan inovasi-inovasi lain seperti pembuatan sistem kredit dan situs versi mobile juga tak kalah penting untuk dipertimbangkan. Lebih jauh, untuk mempertahankan loyalitas pelanggan, Diskon.com bisa berinovasi dengan melakukan bagi-bagi hadiah atau memberi reward untuk pelanggan setia, misalnya pelanggan yang sudah 10 kali bertransaksi di Diskon.com akan mendapat voucher gratis makan di lokasi X (disesuaikan dengan kota domisilinya).

Terakhir, jangan lupa untuk memperbanyak penawaran deal di Bandung ya. :mrgreen:

Semoga Diskon.com bisa bertahan lama, sehingga hasrat berburu diskon saya tidak perlu dinonaktifkan, hehehe… 😀

Kamu punya hobi dan hasrat yang sama seperti saya? Tunggu apa lagi? Ayo gabung dengan Diskon.com dan sambar diskonnya! :mrgreen: Catet, daftar jadi member Diskon.com GRATIS loh! (Klik link-link di bawah ini untuk terhubung secara langsung dengan Diskon.com).

      

***

Keterangan:

Review situs Diskon.com pada tulisan ini didasarkan pada pengamatan pada tanggal 13-15 Juli 2012, dengan menggunakan sistem operasi Windows 7  dan browser Google Chrome versi 20.0.1132.57.