15

If we just try try try… Just to be ni-ni-nice…

Ada yang tau Peter Senge? Kalau tadi malam kita nonton Face2Face-nya Desi Anwar, ya itulah Peter Senge.

Jam 7-8 tepat tadi malam adalah waktu yang sangat berharga bagi saya, karena berkesempatan “mengobrol” dengan beliau tentang world sustainability. Ada banyak poin penting yang sangat inspiratif (sayangnya saya tidak mencatatnya), salah satunya adalah tentang pendidikan:

Ilmu yang paling penting adalah memahami diri sendiri, dan memahami bahwa kita perlu menjaga hubungan yang baik dengan orang lain. Ini jauh lebih penting dari belajar matematika dan sains. 

Saya jadi ingat kampus saya dulu… *ceileh, berasa udah tua, padahal baru lulus 2 tahun* Namanya Kampus Gajah Duduk, yang duduknya di Jalan Ganeca, Bandung. Kampus ini (katanya) diisi oleh orang-orang pintar, tapi sebagian besar (faktanya) orang-orang ini ga tau gimana cara berhubungan baik dengan orang lain.

Kayanya memang kita harus pilih salah satu, mau otak rasional yang dominan, atau otak emosional yang dominan. Tapi kita bisa berusaha menyeimbangkannya. Buat yang EQ-nya lebih dominan, IQ bisa diperkuat dengan latihan dan baca buku. Sedangkan buat yang IQ-nya lebih dominan, EQ bisa diperkuat dengan belajar menjaga hubungan baik dengan orang lain.

Sebenarnya menjaga hubungan baik dengan orang lain itu tidak sesulit yang kita bayangkan. Kita hanya perlu menjadi “nice.” Bagi setiap orang, tantangan untuk menjadi nice mungkin berbeda. Kita biasanya sulit menjadi nice person karena kurang mampu mengendalikan emosi. Dan biasanya kalau udah emosi, kita gengsi untuk ngaku salah, atau gengsi untuk baikan, atau gengsi untuk mengakui bahwa kita menyesal karena terlalu cepat emosi.

Ini adalah satu hal kecil yang berdampak sangat besar. Saya pernah baca di suatu situs: jika kita sadar darah kita naik, yang perlu kita lakukan adalah: stop, ambil nafas panjang, lalu pergilah tidur…. karena mungkin kita kurang tidur 🙂

Ngomong-ngomong tentang nice attitude, ada lagu bagus nih… Ini adalah karya Jason Mraz yang ditulis untuk Michael Squire. Kalau teman-teman pernah dengan lagu ini versi suara Jason Mraz, itu adalah sampel lagu yang bocor. Saya lebih dulu denger yang versi Mraz, jadinya versi Michael Squire agak kebanting deh, hehehe…. Tapi tetep asik kok… apalagi yang nyanyinya ganteng banget, hihiy….

If we just try try try… just to be ni-ni-nice…
Then the world would be a better place for you and I

http://www.youtube.com/v/zqbNluBxsGY?fs=1&hl=en_US&color1=0x3a3a3a&color2=0x999999

Advertisements
18

I Wanna Be Like Spongebob

Beberapa minggu lalu, gua dapet lagu ini dari si pacar. Judulnya Psychic Wall, yang nyanyi The Flaming Lips. Begini liriknya:

Patrick, you see I’m growing a mustache
And though i know, I must ask you
Does it really make me look like a man?
Spongebob, being a man is just a tough job
I hope you’re picked to be the best sponge boss ever had
Working like a dog at the Krusty Krab

Now wait a minute
I think we hit a wall
I think we hit a psychic wall

Maybe, we’re just young
And we won’t know till we’re old
Too young to free ourselves from this lonely fishbowl

Some kind of wall
Some kind of psychic wall
Some kind of wall
Some kind of psychic wall
We can get a burn

Come on
Let’s find a way to be happy
Not like Plankton, he’ll never be satisfied
Always complaining about his life
To his computer wife
You think he would’ve found by now
To be thought of as a king, you don’t need a crown

***

Coba perhatikan kata-katanya. Untuk ukuran lagu sontrek film makhluk-makhluk bodoh seperti Spongebob dan Patrick, lirik lagu ini sangatlah bijak. Bahwa kedewasaan akan datang dengan sendirinya tanpa diminta, juga tentang betapa indahnya hidup.. terlalu indah untuk waktunya dihabiskan menggerutu dan mengeluh.

Gua jadi mawas diri. Selama ini hidup gua ga rileks. Jikapun terlihat rileks di luaran, tapi bukan itulah yang sebenarnya di dalam. Terlalu banyak tuntutan dalam hidup gua yang membuat gua jadi seperti ini. Ah, gua jadi seperti Squidward 😦

Gua harus bertransformasi menjadi Spongebob.. kalo belum bisa, jadi celana kolornya aja dulu 😀

spongebob

Senangnya menangkap ubur-ubur… Ayo kita ke Bikini Bottom…!!! 🙂

11

Goodbye Amanda

Walaupun banyak yang mencibir dan memandang sebelah mata ajang-ajang pencarian bakat menyanyi atau apapun istilahnya, saya tidak menyangkal bahwa saya suka American Idol. Tolong jangan samakan acara ini dengan AFI, Mama Mia, Stardut, apalagi Super Mama Seleb Concert (yang dari penulisan namanya saja sudah salah).

Mari kita ke sampingkan dulu permasalahan politik internasional. Saya suka American Idol karena para pesertanya mampu memberikan suguhan yang menarik bagi mata dan telinga. Dan yang pasti tidak bertele-tele seperti acara jiplakan yang ditayangkan di Indonesia. Sayangnya penilaian ajang ini masih menggunakan sistem SMS pemirsa yang sifatnya sangat subjektif dan berpotensi bermuatan manipulasi.

Setiap orang pasti memiliki orang yang dijagokan dalam ajang-ajang seperti ini. Dan sayangnya pada American Idol tadi malam, Amanda Overmyer, peserta yang saya jagokan sejak tahap 24 besar yang lalu, tereliminasi karena mendapat SMS pemirsa paling sedikit.

Sedih sih, tapi tidak masalah karena saya masih punya 2 jagoan lagi: Jason Castro dan David Cook yang pasti akan masuk 3 besar, hahahahaha…

Jason Castro dan David Cook, kyaaaa… kyaaa…

Jagoan kamu siapa?

PS: Ga usah malu untuk mengakui kalau kamu suka American Idol

12

Si Lumba-lumba VS Ada Apa Denganmu


Setelah membaca tulisan Bung Fahmi di blognya, saya jadi inget jaman kecil dulu. Saya suka sekali nonton tivi untuk mengapdet lagu-lagu anak-anak terbaru. Walaupun jarang ada lagu-lagu baru, tapi setidaknya setiap kali menonton acara tersebut, saya bisa melihat sang idola beraksi kembali di layar kaca.

Salah satu yang masih sangat saya ingat sampai sekarang adalah Bondan Prakoso dengan hits Si Lumba-lumba. Si Lumba-lumba.. nyam-nyam.. bermain bola.. nyam-nyam.. Si Lumba-lumba.. nyam-nyam.. bermain api.. nyam-nyam..

Lirik yang aneh memang. Kenapa mesti nyam-nyam ya? Kenapa ga yo-yo to the left to the right..? Hahahahaha..

Makin lama kualitas penyanyi cilik di negeri ini makin buruk. Saat saya SMP (di mana jiwa kanak-kanak masih sangat kental dan saya sering menonton acara “Dunia Anak” ), lagu-lagu anak-anak yang bermunculan mulai aneh-aneh, salah satu yang paling aneh adalah lagu Kebelet Pipis. Apa-apaan tuh, kebelet pipis kok dijadiin lagu.. kek ga ada kata-kata lain aja. Plis deng dong..

Tapi masih mending lah anak-anak jaman dulu nyanyi lagu-lagu aneh kayak gitu, daripada anak-anak jaman sekarang… nyanyinya Ada apa denganmuuu…
7

Februari Watch


Duh, makin lama makin males aja si gua ngapdet blog.. Jadi mumpun sekarang lagi nganggur, gua bikin aja rangkumannya, hehehehe… Cem kuliah aja ya pake rangkuman, hahaha…

6 Februari 2008 – Gathering Junker + Nonton D’Cinnamons di Anti Plastic Bag Campaign-nya TL

Udah lama gua ga nonton acara musik kek beginian.. Kebetulan pisan kmaren ada event rame-rame di kampus, D’Cinnamons pula bintang tamunya.. Kyaaaa… kyaaa… Berita lengkapnya bisa dibaca di blognya Arif.

fuzzbubble, dodol_garut, !nfinity, matasapi parz, marshmallow, inday, dechan, rima, alexey erukovitch, ajag -kidtonk-, sevotarthe


Kyaaa… kyaa…. D’Cinnamons (Photo by Arif)


9 Februari 2008 – Pelantikan Gladi Mula XVII KMPA ‘Ganesha’ ITB

Yah, ini dia skrinsyut anak-anak yang dilantik.. Ga keliatan emang.. Karena kalo fotonya jelas, kasian yang liat… Itupun masih mending kalo ada yang mau liat, hahaha…

Kebayang lah.. 10 hari ga mandi baunya apa.. Hohohoho… Total ada 18 peserta, tapi sampe sekarang gua masih belum hafal orangnya siapa aja dan mukanya yang mana aja, secara gua kan senior murtad…

Met lamet lah… Satu yang harus kalian ingat: PEMBANTAIAN BELUM BERAKHIR, HAHAHAHA…

11 Februari 2008 – Nonton CJ7

Ceritanya lagi kencan pertama..


16 Februari 2008 – Nonton Ayat-ayat Cinta

Ceritanya lagi pacaran…


Padahal belum beredar di bioskop loh… Tapi gua dah nonton. Ngeri ga kalian?

Trus malemnya ada Speaker First ma NAIF juga di kampus, acaranya anak minyak.. Tapi gua cuman denger aja dari belakang, abis males berdesak-desakan dengan orang sih, heuheuheu…

-Udah ah, mau ke bank dulu, ngurus bayaran SPP-

19

Demi Nasi Kebuli, BBM, Idol, dan Kangen Band

Ahh.. asiknya wiken… apalagi wiken sambil makan nasi kebuli, hyahahahaha… pasti mantap..!

Gua punya 4 cerita di wiken ini..

Yang pertama, tentang nasi kebuli. Sebagai orang yang ga begitu up to date (halah) dalam dunia kuliner, sampai tanggal 27 Juli 2007 kemaren gua belum pernah makan makanan yang namanya ‘Nasi Kebuli’. Sampai akhirnya Nova mengajak gua buat main ke rumahnya di Jakarta sekalian buat mencicipi nasi kebuli buatan nyokapnya.

Emang nasi kebuli apaan sih, Nov? –> (katrok banget ya?)

Nasi yang ada kambingnya.

Untung saja ini bukan komik. Karena jika ini adalah komik, maka yang terbersit dalam kepala gua tentang nasi kebuli adalah seperti ini:

(gambar nasi diambil dari sini dan gambar kambing diambil dari sini)

Dan ternyata nasi kebuli buatan nyokapnya Nova tuh enak banget. Gua ma Nova sampe makan 2 ronde, hahaha… xD

Selain nasi kebuli, gua juga diperkenalkan dengan makanan bernama ‘Tahu Guling’. Ahaha.. apa pula tahu guling ini. Susah deh buat dijelaskan dengan kata-kata.. pokonya ma’nyusss lah… (ngiler, ngiler dah kalian :p)

Yang kedua, tentang lalu lintas Jakarta. Jadi ceritanya berhubung rumah Nova tuh deket sama rumah bude gua (masih daerah-daerah Cipinang), gua putuskan buat berkunjung ke rumah bude aja. Daripada bolak-belik ke Bandung ngabisin ongkos, kan mendingan gini aja.

Untungnya ini hari Sabtu, hari lengang kota Jakarta, di mana sebagian penduduknya ngungsi ke Bandung. Di angkot yang sedang gua tumpangi bersama ibu-ibu pengajian yang sedang asyik berbincang-bincang tentang Adang dan Fauzi Bowo, gua melihat segerombol pengemudi mobil dan motor meneriakan yel-yel khas kampanye. Hmpff… ternyata sedang ada kampanye di siang bolong.

Dan kemudian gua bertanya-tanya, apakah orang-orang itu tidak menyadari bahwa dunia sedang krisis bahan bakar fosil?

Memang terdengar ekstrim, tapi gua jadi sebel sama mereka. Kampanye kan ga melulu harus pawai kendaraan.

Yang ketiga tentang Indonesian Idol. Yes… akhirnya Rini jadi juara, hahaha… xD Kalo kata sepupu gua sih, kemenangan Rini ini adalah berkat keculametan dia mintain SMS ke temen-temen kantornya (haha, gelo).

Eh, lu ada pulsa ga?

Nih… mau ngapain?

SMS doang, sama miskol…

*beberapa detik kemudian*

Loh, kok ke 9288?

Hehehe… terima kasih, anda telah mendukung Rini untuk menjadi the next Indonesian Idol.

Pas liat result show, perbedaan perolehan vote antara Rini ma Wilson kan tipis banget tuh, cuman beda sekitar 2%. Dan sepupu gua itu yakin banget kalo dialah yang berperan dalam 2% itu, halah halah…

Yang keempat tentang Kangen Band. *sebelumnya, ijinkan saya untuk muntah terlebih dahulu*. Kalian tau kan betapa jijinya gua sama Kangen Band? Coba baca komen gua di tulisan Nieke yang ini. Hah.. hah…? Ada apa dengan Kangen Band?

Akhirnya kemarin gua ngeliat video klip Kangen Band yang judulnya ‘Selingkuh’. Ah.. gua miris melihatnyah karena yang jadi model dalam video klip itu adalah model favorit gua. Itu tuh yang di iklan HEX*S yang kaaaaasiiiirrr (yang jadi suaminya). Gua kan fans murtad, ngaku ngefans tapi ga tau namanya :p

Trus yah, abis video klip yang Selingkuh itu, video klip selanjutnya yang diputer di tipi adalah video klip yang ‘Tentang Aku, Kau, dan Dia’ atau apalah judulnya I don’t care. Tapi ini yang versi bajakannya, yang diremix dengan suara pas-pas-an, lebih pas-pas-an daripada suara vokalis aslinya deh…

Arrghh.. tidaaakkk… apa yang terjadi dengan duniaaaa..???

*btw, kok postingannya antiklimaks ya? argh.. gara-gara kangen band nih ah..*

24

Musik Sore 300507: Dari Dangdut Sampai Techno


*Ini adalah Acara Musik Sorenya APRES tanggal 30 Mei 2007 di lapbas CC kampus gajah bengkak. Gua nonton acara ini bareng Kanya, Imoth, Sawung, Oki, Dimas, ma Diva*

Gimana ya jadinya kalo para dosen-gajah-duduk ngeband di depan para mahasiswanya? Whew… pilihannya bisa dua: bakal aneh banget atau keren banget. Namun pada sore itu, pilihannya hanya satu: keren banget, kesimpulan ini diambil dari respon para mahasiswa yang sangat EXCITING saat itu.

Bandos, dengan para vokalis dari kalangan mahasiswa

Para dosen

The audience


Band yang dimotori oleh para dosen Elektro, Sipil, dan Kelautan ini, sore itu memang menyajikan tontonan yang menarik. Selain karena memang menampilkan kualitas musik yang baik, mereka juga memiliki daya tarik tersendiri… Ya karena mereka itu para dosen. *Coba bayangkan dosen-dosen di kampus lu pada nge-band… lu juga pasti penasaran kan?*

Yang rada mengecewakan dari band ini adalah vokalisnya. Yang cewe-cewe sih pada oke suaranya… tapi yang cowok, alamakjang… ancur kali pun…! (Pak Budi Rahardjo, abis baca blog ini, langsung marah2in aja itu vokalisnya Pak, hehehehe… becanda deng…)

Setelah Bandos, band berikutnya yang tampil adalah bandnya Rangga—si pemilik Boyd—dengan lagu andalan: Mind Trick-nya Jamie Cullum dan Hey You ciptaan Rangga sendiri. (Sori Ngga, gua lupa nama band elu, hahaha). Lagu Hey You ini pernah Rangga nyanyiin di depan gua dan temen-temen lain, waktu kita sama-sama jadi relawan di Jogja.

Rangga ga usah sok jaim gitu deh…

Selain Rangga dan beberapa anak APRES lain, di band ini tampil juga Jeff sebagai additional flute-player. Jeff (Biologi 2005) adalah temen sekelas gua di kuliah biokim, tempat gua minta contekan resume kalo gua datengnya agak-agak telat, hehehe… Adik kelas yang baik…

Abis penampilan bandnya Rangga yang slow mellow kaya marsmellow itu, kadar adrenalin para penonton kembali meningkat saat Bandos kembali tampil menghibur para penonton dengan pilihan lagu-lagu yang semakin najong. Lagu yang paling gua suka adalah You-nya Sky.

Setelah lagu ini dibawakan dengan sangat keren oleh Bandos, posisi organ digantikan oleh player baru, yaitu seseorang yang memiliki jabatan DEKAN FSRD ITB. (Whew, Pak… dirimu keren sekali). Beliau tampil dua kali: sekali bareng Bandos dan sekali secara solo. Penonton pun terhipnotis oleh suaranya yang ma’nyussss….


Dekan FSRD, Mr. Biranul Anas Zaman nyanyiin lagu Sixty Years On-nya Elton John (kalo ga salah)


Setelah Pak dekan turun panggung, arena panggung kemudian diisi oleh beberapa mahasiswa berseragam SMA (dua di antaranya make kemeja abu-abu… ah, gimana sih, ngga kompak nih kostumnya…). Merekalah OSD, orkes dangdut para mahasiswa Tambang yang sudah berdiri sejak tahun 70-an, dan diwariskan secara turun-temurun sampai sekarang.

“Mbak, jangan turun… kita jarang banget kaya gini nih”

Anak SMA gadungan


Saat OSD tampil, pemandangan panggung terhalang.

Jadi ceritanya begini: tau kan kalo OSD tuh punya pasukan goyang dangdut? Nah pasukan berjaket merah inilah yang kemudian menghalangi pandangan kita yang lagi nonton sambil duduk. Jadi aja OSD-nya ga keliatan…. kehalangan sama pantat-pantat yang sedang berjoget asoy geboy bakcoy itu.

Pasukan joget berjaket merah


Ah, gapapa lah kehalangan juga, secara gua ga ngepens sama OSD (ngga ngepens-ngepens amat maksudnya). Malam itu OSD ngebawain lagu-lagu yang emang selalu dibawain setiap kali OSD tampil: kalo ga Elisa ya Cinta 25 Karat. Ga ada lagu baru…. BOSEN.

Seiring dengan berakhirnya orkes yang disertai dengan kepulangan para penjogetnya menuju alamnya masing-masing (yang katanya pada mau belajar soalnya besok ada ujian), maka secara berangsur-angsur heninglah areal lapangan basket malam itu. Ah ga asik…!

Sebagai penutup acara Musik Sore kali ini, Souldelay tampil di depan para penonton yang jumlahnya udah tinggal seucrit. Mungkin ga lebih dari 20 orang. Saking kosongnya tempat duduk penonton, kita yang awalnya duduk di paling belakang sekarang jadi duduk paling depan…

Souldelay tampil dengan seorang vokalis dan gitaris (dengan para techno musicians-nya tentu saja). Untuk dapat menyajikan musik techno, mereka telah menyiapkan tiga unit laptop lengkap dengan alat-alat elektronik lainnya buat nyiptain efek musik sik sik sik… (Sawung banget, haha). Selain itu mereka juga nampilin video grafis di screen.

Vokalis Souldelay


The techno musicians


Oiya, kata Oki, si vokalisnya ini dosen DKV loh…. wuuu… keren kaka… Souldelay keren abis. Gua suka ^^

* * *


Overall, gua nilai acara Musik Sore kali ini MANTAB pake B… Karena selain bandnya asik-asik… Musik Sore kali ini ada gorengan dan kopi gratisnya… (lumayan lah bisa menarik minat para penghuni kosan yang lagi kelaparan untuk dateng ke sini, hahaha… Ya nggak, Dim?)

Ternyata ga semua dosen di kampus gajah gembrot ini menyebalkan…. Banyak juga dosen yang gaul dan asik banget seperti bapak-bapak yang tampil hari ini… Whew… bangga deh gua… (tumben-tumbenan loh gua bangga jadi mahasiswa gajah duduk, haha… xD)

*All photos taken by Kanya, editted by Rime*