6

Drawing Day #4 “My Favorite Place”

Bicara tentang tempat favorit, maka jawaban saya pasti “hutan,” tempat terindah di Bumi, yang dari padanya manusia memperoleh makanan sehat dan udara segar.

ANAK TARZAN

(by Abah Iwan)


Aku dilahirkan jauh di dalam hutan
Di tepi telaga yang jernih airnya
dan banyak ikannya
Aku tinggal dalam rumah
Di atas pohon bercabang-cabang
Bunga-bunga bermekaran
bermacam-macam warna

Kalau aku lapar kupanggil temanku
Paman monyet yang sangat baik hati
Aku diajaknya pergi mengembara
Mencari buah-buahan yang segar

Ayahku seperti Tarzan
Dia penuh kasih sayang
Hidupku berkecukupan riang dan bahagia

Ibuku putri rimba
Titisan dewi cahaya
Kesayangan rembulan
Ia cantik sekali

Ayahku sangat gagah perkasa
Baik hati dan jujur sekali
Aku ingin seperti ayahku
yang jiwanya bebas dan hidup merdeka

Walau ayahku seperti Tarzan
Dia penuh kasih sayang
Hidupku berkecukupan riang dan bahagia

Ibuku putri rimba
Titisan dewi cahaya
Kesayangan rembulan
Ia cantik sekali

Ayahku sangat gagah perkasa
Baik hati dan jujur sekali
Aku ingin seperti ayahku
yang jiwanya bebas dan hidup merdeka

Advertisements
3

Drawing Day #3 “My Family”

Halo, halo, tiba kita pada hari ketiga dari tantangan 30 Days of Drawing. Tantangan hari ini adalah menggambar “my family”.

Speaking of family, biasanya kita akan menggambar ayah, ibu, dan kakak-adik. Tapi saya ga menggambar mereka, ย saya menggambar anggota baru keluarga saya, namanya Ekaprasetya Yusnikusumah.

Semoga darinya dihasilkan benih-benih yang kelak akan menjadi anak-anak yang cerdas dan lucu-lucu, membentuk keluarga yang asik-surasik. ๐Ÿ™‚

Amiiiin….. ya Alloh ๐Ÿ˜€

10

Drawing Day #2 “My Hobby”

Tantangan hari kedua adalah menggambar hobi. Sebenarnya hobi saya banyak, tapi hobi yang paling saya geluti adalah naik gunung.

Ini adalah gambaran yang kelewat ideal buat seorang pendaki gunung.

Yang pertama, pake tas ransel kecil dan ga berat –> FAILED. Kecuali naik gunung sambil nyewa porter, baru deh bisa kaya gini.

Yang kedua, pake singlet dan celana pendek –> ย FAILED. Kecuali naik gunung yang ga ada pohonnya, terutama tumbuhan-tumbuhan berduri dan yang bikin gatel. Belum lagi kalau ada pacet dan serangga-serangga usil lainnya. ๐Ÿ˜Ž

Yang ketiga, saya pengen punya kaki seindah itu, tapi ga bisa T.T

Ahahahaha…

Itu hobi saya, apa hobimu? ๐Ÿ™‚

PS: Kayanya gambar kakinya terlalu kecil ya… ga masuk akal -_- (gini nih, saking pengennya punya kaki kecil). Dan sepatu….! Saya paling ga bisa ngegambar sepatu :p

3

Drawing Day #1 “My Self”

Teman saya, Ersa mengajak saya untuk ikut bermain dalam tantangan 30 hari menggambar dan men-share-nya lewat jejaring sosial. Tantangan ini dibuat oleh teman Ersa, namanya Fitri Mumun.

Mungkin ajakan Ersa ini berawal dari obrolan saya dengannya kemarin tentang “hasrat berseni yang terpendam.” Saya punya minat yang cukup besar dengan dunia seni, tapi apa mau dikata, saya termasuk anak yang harus rela masa depannya diatur orang tua. Hehehe, jadinya ya beginilah, nggak jelas… :mrgreen:

Tantangan menggambar untuk hari ini, tanggal 1 November 2011, adalah menggambar tentang diri saya. Atau Bahasa Ingles-nya “about my self”.

Saya sempat bingung juga mau gambar apa. Saya udah 8 tahun lebih ngga gagambaran. Akhirnya inilah yang saya gambar:

Inilah saya. Tapi sepertinya ada yang kurang… bibir saya kurang tebel dan posisinya kurang monyong, hahaha. Bae ah, ga mirip juga gapapa, yang penting mah nyoba.

Saya suka menggambar tanpa pinsil, langsung pake pinsil warna, dan kebetulan belakangan ini saya sedang suka warna merah. Saya menggambar diri saya yang sedang cemberut, karena hari ini memang sedikit menyebalkan buat saya, hahaha. Tentang kenapanya, ah ga usah dibahas lah ya, ga penting.

Tapi sekarang saya udah ga cemberut lagi. Besok suami saya pulang dari Riau. Asiiiik.. ๐Ÿ˜€

PS: Saya paling ga bisa ngegambar rambut. Ada yang bisa ngajarin? ๐Ÿ™‚

11

[Wedding Preparation] Undangan… Undangan…

Maaf ya teman-temaaaaaan…. saya libur blogwalking dulu ya sekarang-sekarang. Sementara jadi selfish blogger dulu. Boro-boro blogwalking, blogposting aja ga sempet :p

Minggu kemarin, akhirnya undangan rebes juga. Undangannya bikin sendiri… biasa lah, sok-sok-an, hehehe.. pengen yang sesuai keinginan tapi tetap pengen low budget :mrgreen:

Beginilah bentuknya…

Halaman undangan bagian dalam

Halaman undangan bagian luar

Terus, supaya ga saru, undangannya dipakein baju, tapi karena anak nakal, bajunya baju transparan, terbuat dari kertas kalkir lokal :mrgreen:

Sebenernya awalnya pengennya pake baju dari kertas daur ulang. Tapi booooooo… susah banget bikin yang kualitasnya rapi. Perlu screen sablon yang lebih lebar, dan juga skill yang lebih jenius, hehehe… ๐Ÿ˜€

Beginilah bentuk dummy amplopnya…

Ini bajunya, dan juga dalemannya.. *ups*

Tapi ini bukan desain akhir amplopnya. Yang ini masih terlalu ribet. Desain baru ga ada fotonya, soalnya kamera saya lagi dipinjem.

Nah, kalau udah dibajuin, jadi begini nih… ๐Ÿ™‚

Undangan yang udah pake baju

Selanjutnya adalah bikin 350 amplop kalkir. Mudah-mudahan saya ga sakit lagi kaya minggu ini ๐Ÿ˜€

***

Review biaya:

– Biaya cetak offset full color kertas jasmine Rp 2.500/lembar (minimum 500 lembar, kalau cuman 350 lembar jatuhnya jadi Rp 2.850/lembar)

– Biaya bikin amplop Rp 1.000/lembar + tenaga dan waktu untuk bikin amplopnya. Kalau punya printer laser sendiri, jatuhnya akan jauh lebih murah, hehehe.. ๐Ÿ˜€

45

Oscar dan Count, Inovasi Sederhana yang Sangat Menarik

Pagi ini saya iseng mendatangi situs-situs yang belum pernah saya kunjungi sebelumnya. Lalu terdamparlah saya di suatu situs komersial yangย hanya menjajakan sedikit produk. Tapi ternyata walaupun sedikit, produk-produknya oke punya.

Dari semua produk yang dijajakan di sana, saya paling suka Toothpaste Oscar dan Count Ketchup.

Toothpaste Oscar

Continue reading

6

The Fungus

Hari ini saya agak bingung… apa saya harus bersyukur atau malah jadi tambah parno. Hari ini dokter ngecek lagi mata saya. Ternyata saya ga katarak, tapi mengalami kerusakan kornea karena jamur. Si dokternya juga kayanya agak bingung tentang kondisi mata kiri saya ini.

Keratomikosis lebay by Rime

Kerusakan kornea akibat jamur disebut keratomikosis. Pada beberapa kasus, hal ini terjadi akibat penggunaan obat tetes mata yang mengandung steroid. Kemungkinan besar inilah yang terjadi pada mata saya… Karena gangguan penglihatan pada mata kiri saya terjadi sehari setelah saya pakai obat tetes mata.

Setelah googling, saya dapat info bahwa kalau infeksi jamurnya belum dalem, mata saya masih bisa disembuhkan dengan obat dan vitamin. Tapi kalau udah dalem, berarti harus transplantasi kornea, yang mana itu akan susah banget karena jumlah donor kornea jauh lebih sedikit dibanding jumlah orang yang membutuhkan.

Mudah-mudahan infeksinya belum sampe dalem deh… Doakan saya ya teman-teman ๐Ÿ™‚

PS: Gambar di atas adalah campuradukan dari gambar ini dan ini (maaf saya ngopi tanpa ijin :p)