6

The Fungus

Hari ini saya agak bingung… apa saya harus bersyukur atau malah jadi tambah parno. Hari ini dokter ngecek lagi mata saya. Ternyata saya ga katarak, tapi mengalami kerusakan kornea karena jamur. Si dokternya juga kayanya agak bingung tentang kondisi mata kiri saya ini.

Keratomikosis lebay by Rime

Kerusakan kornea akibat jamur disebut keratomikosis. Pada beberapa kasus, hal ini terjadi akibat penggunaan obat tetes mata yang mengandung steroid. Kemungkinan besar inilah yang terjadi pada mata saya… Karena gangguan penglihatan pada mata kiri saya terjadi sehari setelah saya pakai obat tetes mata.

Setelah googling, saya dapat info bahwa kalau infeksi jamurnya belum dalem, mata saya masih bisa disembuhkan dengan obat dan vitamin. Tapi kalau udah dalem, berarti harus transplantasi kornea, yang mana itu akan susah banget karena jumlah donor kornea jauh lebih sedikit dibanding jumlah orang yang membutuhkan.

Mudah-mudahan infeksinya belum sampe dalem deh… Doakan saya ya teman-teman 🙂

PS: Gambar di atas adalah campuradukan dari gambar ini dan ini (maaf saya ngopi tanpa ijin :p)

16

Katarak

Saya ga bisa tidur…. banyak sekali pikiran yang melintas di benak saya. Salah satunya tentang mata kiri saya.

I think I have a cataract in my left eye. Ini belum tentu bener sih, masih harus tunggu diagnosa dokter dulu. Tapi dari hasil penelurusan di internet sih, sepertinya ini murni katarak.

Ga usah kaget, hehehe… Kayanya ini adalah pelajaran buat saya karena saya dulu bandel pake soft lens. Seharusnya saya menghindari segala macam tindakan yang memungkinkan masuknya bakteri ke tubuh saya, apalagi saya bergolongan darah B (golongan darah yang kata orang-orang “nyebelin” hehehe…). Saya pernah baca, bahwa dibandingkan dengan semua golongan darah, orang dengan golongan darah B lebih rentan terhadap serangan bakteri.

Pasca lepas dari soft lens, mata saya sering kena inflamasi. Dokter ngasih saya obat tetes yang mengandung steroid. Keesokan harinya pandangan mata saya jadi buram seburam-buramnya, dan sensitif terhadap cahaya sesensitif-sensitifnya yang pernah saya alami.

Kayanya sih penyebabnya itu .Yang sekarang jadi pikiran adalah………….. kira-kira kalau mau operasi katarak itu ngabisin duit berapa ya? Baca-baca di blog orang sih katanya biayanya berkisar antara 8-15 juta gitu. Ada yang tau pastinya ga?

*minimal saya jadi sedikit lega setelah posting tulisan ini*

6

Akhirnya Saya Menyerah


Ya, akhirnya saya menyerah.

Saya masih ingat perbincangan saya dengan Pak Ikram setahun yang lalu (mungkin), tentang “untuk apa pindah ke WP, kalau di Blogger kita masih bisa berkarya”. Namun tampaknya sekarang saya menunjukkan sikap kontra terhadap pernyataan tersebut karena alasan tertentu.

Entah mengapa belakangan ini saya sangat kesulitan mengoperasikan blogger, terutama jika saya online di kampus. Saya kesulitan untuk mengisi kotak komentar, mengupload foto, atau bahkan sekedar log in.

Jadi, maafkan saya Blogger, saya akan pindah ke WP. Saya harap kamu tidak kecewa.

* * *


Bagi konsumen blog ini (komentator atau pencaci maki), silahkan membuka kelanjutan tulisan-tulisan tidak penting saya di sini. Terima kasih.

12

Kritik? Sebut Dulu Nama Anda

Suatu hari saya pernah menulis suatu tulisan yang menuai cukup banyak kritik. Dan keesokan harinya saya menulis ini.

Lalu pada hari Jum’at 14 Maret 2008 pukul 15.54 WIB muncul sebuah komentar:

anak manja ITB, ga kuat di kritik, jangan masuk seni rupa, kenapa ga
ngambil tata boga aja, apa akuntansi aja bosss, baru digituin aja ud curhat sana
curhat sini, bersyukurlah kalo masuk ITB lewat jalur KHUSUS, berarti BONYOKlu
Tajir bosss

gw perupa muda yg ada di BDG yang anti kemapanan

Berikut adalah tanggapan saya:

1. Saya memang tidak kuat dikritik, tapi bukan anak manja.

2. Saya memang manusia yang tidak terlalu tahan dikritik. Lalu kenapa? Saya menulis ini memang untuk menunjukkan kelemahan saya. Apa anda merasa keberatan? Jika ya, tolong tulis apa yang ada beratkan.

3. Saya memang tidak masuk Seni Rupa karena saya tidak mampu. Kenapa? Jangan-jangan anda marah pada saya karena saya telah mengkritik kerabat anda yang secara blak-blakan menghina jurusan lain itu ya? Marah karena teman anda saya bilang berparadigma jongkok?

4. Saya tidak mengambil Tata Boga dan Akuntansi karena saya tidak suka. Lagipula tidak ada jaminan bahwa dengan tidak mengambil Tata Boga dan Akuntansi, seseorang menjadi kuat menerima kritik.

5. Curhat adalah hobi saya. Mungkin berbeda dengan anda yang tidak punya tempat curhat atau orang untuk dicurhati. Saya tidak tahu harus bersimpati atau berempati pada anda.

6. Saya masuk ITB karena SPMB, dan ayah-ibu saya bukan orang kaya.

7. Saya memang manja dan lembek, tapi setidaknya saya punya identitas yang selalu saya gunakan dalam berpendapat, termasuk saat mengkritik. Anda siapa? Mencaci-maki orang tanpa identitas. Tulislah identitas anda, minimal nama, tidak perlu alamat email atau blog jika anda malu. Saya nilai anda sebagai orang cupu. Anda tahu artinya cupu? Culun punya.

8. Saya menerima kritik dari anda. Apakah anda menerima juga kritikan dari saya? Jika anda malu, anda bisa memberi jawaban dengan mengirim email kepada saya. Alamat email dapat anda lihat di bagian kanan monitor anda.

9. Terima kasih telah memberi komentar yang sangat membangun.

6

Belated Information Announcement


Maafin gua, karena lu jadi urutan kesekian yang tau tentang berita ini.

Iya, jadi gua gagal wisuda Maret gitu deh. Tapi tenang aja, gua bakal berusaha tetap lulus sidang bulan Februari, walopun di wisudanya bulan Juli… Emangnya kenapa Ma? Kalo ditanya kenapa, maka jawabannya ada banyak:

* Si babeh adalah orang yang super duper sibuk. Ngebimbing mahasiswa lah.. proyek Buyat lah.. ini lah.. itu lah..

*Si babeh lagi sakit liver.. jadinya beliow jarang-jarang ke kampus

*Tanggal 21 Januari 2008 kmaren adalah batas penyerahan nilai mahasiswa dari dosen ke TU, jadinya beliow banyak kerjaan meriksa ujian.. secara kuliah yang beliow kasih kan kuliah analisis semua, jadinya lama deh..

*Tanggal yang sama juga merupakan deadline penyerahan skripsi yang sudah direvisi ke Bu Rina selaku koordinator penyerahan skripsi ke dosen evaluator <_<

*Gua adalah deadliner sejati. Dan gua terlalu sok-sokan dan terlalu pede revisi bakal beres dalam sehari-dua hari.. padahal mah wakwaw… babeh aing gitu loh -_-

*Gua adalah seorang pemalas yang hobi melanggar skala prioritas.. kerjaannya ngejunk mulu.. orang-orang udah sibuk bikin skripsi, gua malah jalan-jalan ke Bali, hahahaha… 😀


Yah.. suruh siapa jadi deadliner? Kalo mau jadi deadliner, ya harus mau ditampar oleh keadaan…

Gua ga menyesal karena gua telat mengumpulkan skripsi, tapi gua menyesal telah membuat teman-teman jadi kecewa. Maafin gua ya… especially buat Ajag yang mengharapkan wisuda bareng gua… hiks, jadi terharu ada yang segitunya pengen wisuda bareng gua 😦


Mudah-mudahan ini adalah “SKS” terakhir gua mempelajari teori sebab-akibat. Gua udah cukup mengerti dengan pelajaran ini, dan gua ga akan ngulang kuliah ini tahun depan dan untuk selamanya.


Sudah cukup jelas kan? Udah ya, jangan tanya-tanya lagi. Biarkan gua tidur dengan tenang dan nyenyak malam ini sambil memimpikan kecengan baru gua, hahahaha… Zzzzz…

4

Ach…


Ach… (btw gua ketularan Om Jambak ngomong “ach”)

Ach… gua lagi ga tenang nih.. gua terancam lulus Juli. Secara si Pa M*mid sibuk banget, dan gua telat ngasihin draftnya ke beliow.. Itu pun kmaren karena gua berhasil nyatronin rumahnya, dan karena si empunya rumah ga ada, jadinya manjat pager deh…

Tadi gua telpon beliow, dan gua dimarahin gara-gara telat ngasih draft..

Cemmana ini.. ach…

PS: tadi pas gua tepon beliow, nada sambungnya lagu dangdut gitu judulnya “Raja Singa”.. dan inilah satu-satunya hiburan gua hari ini.. hahaha…

25

Kampus ITB Kini Milik Satpam


*ini postingan kedua hari ini, ga biasanya gua posting dua kali dalam sehari*

Langsung aja lah, ga usah banyak cingcau…

Jadi hari ini gua datang ke kampus dengan niat ingin mengerjakan TA di lab. Gua pikir mungkin hari ini kampus sedikit lebih ramai, karena walaupun masih berstatus sebagai hari cuti bersama, tapi hari ini bukan tanggal merah.

Seperti biasa, gua masuk kampus lewat gerbang belakang. Saat hendak masuk kampus, terlihat seorang satpam muda sedang menghadang dua orang paruh baya untuk masuk kampus. “Oh, hari libur gini orang luar dilarang masuk” pikir gua. Maka gua pun dengan pede bilang “Permisi Pak, saya mau masuk” kepada satpam tersebut.

Tapi dong…. ternyata si satpam itu juga menghadang gua dengan tangannya, sambil berkata “Mau ngapain, dek?

Menurut loooo…..? Menurut lo mahasiswa ke kampus mau ngapain sih? Kalopun emang gua dateng ke kampus buat ngerjain kegiatan yang bukan mahasiswa, terus kenapa?

Mau ke lab Pak.. mau ngerjain TA

Mana surat ijinnya?

Ada di lab Pak, disatuin sama surat ijin anak-anak lain yang mau TA

Ya udah, sana ambil dulu surat ijinnya, nanti ke sini lagi ya.. Siapa nama kamu?

#$%*&^*&^%^&$^&%$)(*)(&#!!!”

*sepuluh menit kemudian*

Nih, Pak..!! Surat ijinnya..” “Puasssss….?

Ya sih sekarang udah bukan bulan puasa, tapi emangnya bolak-balik gerbang-lab-gerbang tuh ga capek apa? Oke lah, ga capek.. tapi kan butuh energi juga.. mana panas lagi.. mana pake sewot lagi..

* * *

Sorenya, saat gua melintasi kembali gerbang belakang untuk pulang, gua ketemu sama anak UKIR yang juga mau ke gerbang belakang. Katanya dia mau ngasihin barang ke temennya yang ga bisa masuk ke kampus gara-gara ga punya surat ijin. Jadilah mereka melakukan ‘transaksi’ dari dalam ke luar kampus via jeruji gerbang.

Temen gua yang satu lagi juga cerita, katanya hari ini temennya manjat pager gara-gara ga boleh masuk. Kayanya besok gua manjat juga ah, daripada harus bolak-balik gerbang-lab-gerbang.. xD


Tah papa ini.. satpam kampus ini makin lama makin parah aja..
Sejak kapan mahasiswa di kampus ini dilarang masuk oleh satpam?